Tren Foto Jepang Menyebar Luas, Kenapa Anak Muda Mulai Suka Kamera Lawas?
![]() |
| Tren foto Jepang menggunakan kamera lama dan flash makin marak digunakan anak muda di sana. Kredit Gambar: /Unsplash |
Pernah melihat foto anak muda Jepang dengan hasil yang agak
blur, warna retro, atau cahaya flash yang terlihat berlebihan? Tren foto Jepang
ternyata ikut mengalami perubahan.
Ketika kamera smartphone semakin canggih dan menghasilkan
foto yang tajam, sebagian anak muda justru mulai mencari hasil foto yang terasa
lebih sederhana dan berbeda.
Digicam dan Kamera Analog Kembali Dicari
Fenomena ini bukan sekadar nostalgia orang dewasa. Japan
Times melaporkan pada 2026 bahwa kamera sekali pakai Fujifilm QuickSnap kembali
menarik perhatian anak muda dan wisatawan asing di Jepang. Kamera yang pertama
kali diluncurkan pada 1986 itu kini mendapatkan pengguna baru dari generasi
muda.
Media teknologi Jepang ITmedia juga mencatat bahwa kamera
film dan Utsurun Desu kembali populer, terutama karena karakter foto yang tidak
bisa langsung dilihat dan tekstur khas film.
Kalau mau contoh trend kamera ini, foto Instagram berikut
bisa jadi salah satu contohnya:
Kenapa Tidak Pakai Smartphone Saja?
Justru di sinilah menariknya. Foto dari kamera lawas terasa
lebih spontan. Pengguna tidak bisa langsung melihat hasilnya, sehingga momen
terasa lebih natural.
Gaya foto seperti ini juga cocok dengan tren visual Gen Z yang mulai menyukai foto grainy, blur, low light dan flash sebagai bagian dari ekspresi pribadi. Jadi, tren foto Gen Z Jepang bukan berarti mereka meninggalkan smartphone. Mereka hanya menemukan cara baru untuk membuat foto terasa berbeda.
Flash Jadi Bagian dari Gaya
Foto pakai flash juga semakin mudah ditemukan dalam tren fotografi retro. Cahaya keras yang dulu dianggap membuat foto kurang bagus sekarang justru bisa memberikan kesan nostalgia. Namun, jangan sampai menyimpulkan semua anak muda Jepang sudah meninggalkan kamera smartphone.
Data penjualan kamera Jepang justru menunjukkan pasar yang sangat beragam. Kamera compact, mirrorless dan kamera dengan desain retro masih memiliki peminat masing-masing. Artinya, tren foto Jepang lebih tepat dilihat sebagai munculnya kembali selera fotografi lama di tengah dominasi kamera smartphone.


