Kok Makin Banyak Anak Muda di Jepang Ingin Jadi Influencer? Pada Gak Mau Kerja Kantoran Ternyata!
![]() |
| Anak mudah di Jepang makin banyak yang bercita-cita jadi influencer dan meninggalkan kerja tradisional. Kredit Gambar: Wikipedia |
Dari survey yang dilakukan tiap tahun, didapatkan bahwa banyak anak muda di Jepang memiliki cita-cita jadi YouTuber. Menjadi YouTuber ini selalu masuk ranking 10 besar cita-cita dalam survey setiap tahunnya.
Menggunakan
basis tersebut, tidaklah aneh jika generasi muda Jepang saat ini sudah banyak
yang menjadi influencer. Entang itu sebagai hobi, karir serius ataupun sekedar
kerjaan sampingan, pasti ada saja yang aktif kerja jadi influencer ini!
Efek Sosial Media Adalah Penyebab Utamanya
Penyebab Anak muda di Jepang
memilih jalur jadi influencer karena sudah banyak bukti bahwa sukses tidak
harus lewat jalur kerja biasa. Banyak pengaruh sosial media bekerja dalam
mengubah persepsi anak muda Jepang tersebut.
Menggunakan sosial
media, seseorang dapat mempromosikan hasil kerja mereka sendiri, membuat konten
dan bahkan mendapatkan bayaran dari banyaknya views yang dikumpulkan. Hal ini
lebih menarik daripada terkurung budaya kerja toxic di Jepang.
Apakah Bisa Hidup Nyaman Jadi Influencer di Jepang?
![]() |
| Menjadi influencer di Jepang bisa sukses, tetapi prosesnya bisa makan waktu lama dan dedikasi tinggi. Kredit Gambar: bruce_mazi/Flickr |
Kondisi anak muda yang jadi Influencer di Jepang berbeda-beda tentunya. Ada yang sudah sukses dan mendapatkan pendapatan besar dari hal tersebut. Namun, kebanyakan hanya dapatkan uang sampingan dari kegiatan ini.
Hanya sebagian kecil anak muda sukses pada jalur karir ini. Mereka yang belum berhasil, biasanya bekerja normal sambil mengerjakan kegiatan influencer mereka.
Mengejar impian jadi influencer sayangnya menggerus target hidup normal di Jepang. Makin sedikit anak muda di Jepang menikah atau cari pacar saat bekerja sambil mencoba jadi influencer pada akhirnya...
Bagaimana dengan Pilihan Karir Tradisional di Jepang?
Jalur kerja
kantoran adalah pilihan pertama masyarakat Jepang generasi lalu. Namun,
sekarang pilihan ini bergeser ke bawah 10 pilihan atas pekerjaan di Jepang.
Sekarang anak muda Jepang lebih memilih buka usaha sendiri dan jadi influencer untuk hindari menjadi pekerja kantoran biasa. Merka yang masih mengincar kerja kantoran lebih memilih sektor IT dan devisi konten kreator.
Anak muda di Jepang yang ingin jadi influencer sayangnya tidak mengisi lapangan kerja yang butuh tenaga. Akhirnya, pekerjaan sektor manufaktur, kaigo, konstruksi, pertanian dan perikanan harus bergantung pada tenaga kerja asing.



