Kaget Ada Postingan Viral Menghina Wibu, Emang Apa Salahnya Sih Suka Budaya Jepang?

Bisa-bisanya ada postingan viral menghina wibu, inilah sisi buruk sosial media!
Kredit Gambar: Ralph Olazo/Unsplash

Postingan viral menghina wibu yang muncul di X pada 20 Agustus lalu membuat banyak netizen kembali membahas satu hal menarik. Kenapa orang yang sekadar menikmati anime, manga, dan budaya Jepang masih sering dianggap aneh?

Inilah Postingan Viral yang Merendahkan Kaum Wibu

Tidak ada keributan. Tidak ada tindakan yang merugikan orang lain. Namun, unggahan dari akun @kangbedahhh pada waktu itu justru menggunakan nada yang dianggap banyak orang sebagai sindiran terhadap kegiatan tersebut. Berikut postingannya biar kamu bisa cek sendiri:

Video yang menjadi bahan perdebatan di atas sebenarnya memperlihatkan sekelompok anak muda yang sedang mengikuti kuis seputar anime dan manga. Mereka terlihat antusias menjawab pertanyaan, berkumpul bersama, dan menikmati hobi yang sama.

Postingan tersebut menuduh anak muda tersebut mengganggu karena buat kegiatan di perpustakaan. Namun, dari beberapa informasi netizen lain, itu adalah di toko komik dan memang dijadikan tempat temu komunitas.

Video asli dari postingan tersebut berasal dari akun Instagram dengan nama dapuk_wibu. Ini adalah tempat postingan kumunitas anak muda yang suka anime dan manga.

Tampilan akun dapuk_wibu yang posting konten kuis anime yang menjadi topik hinaan di X.com.
Kredit Gambar: dapuk_wibu/Instagram

Ketika Hobi yang Tidak Mengganggu Malah Dianggap Aneh

Salah satu hal yang membuat banyak netizen heran adalah asumsi bahwa kegiatan seperti kuis anime harus dipandang secara negatif.

Anak-anak tersebut hanya berkumpul dengan orang yang memiliki minat sama. Kalau penggemar sepak bola bisa berkumpul membahas pertandingan, penggemar otomotif bisa berbicara soal kendaraan, lalu kenapa penggemar anime dianggap aneh ketika melakukan hal yang sama?

Dari sinilah postingan viral menghina wibu tersebut akhirnya berkembang menjadi perdebatan lebih besar. Banyak yang merasa kegiatan tersebut tidak ganggu orang dan apa perlu-nya menghina hobi orang lain?

Wibu Sudah Lama Terjebak dalam Berbagai Stereotip

Masalahnya, kata “wibu” di Indonesia sering membawa beban stereotip yang cukup besar. Penggemar anime kadang langsung diasosiasikan dengan orang yang antisosial, aneh, tidak punya kehidupan sosial, terlalu terobsesi dengan Jepang, hingga berbagai stereotip lain yang sebenarnya hanya menggambarkan sebagian kecil orang.

Dari postingan viral ini pun terlihat bahwa masih ada netizen yang ikut mengejek penampilan dan perilaku peserta dalam video. Padahal, seseorang tidak otomatis menjadi negatif hanya karena punya hobi penyuka budaya Jepang.

Sama seperti komunitas lainnya, penggemar anime juga sangat beragam. Ada yang sekadar menonton serial, mengoleksi manga, belajar menggambar, cosplay, mengikuti event, hingga berteman karena memiliki kesukaan yang sama.

Ternyata Kegiatan Wibu Bisa Lebih Positif dari yang Dibayangkan

Acara kuis seperti yang terlihat dalam video sebenarnya menunjukkan sisi komunitas yang jarang diperhatikan. Peserta harus mengingat cerita, karakter, manga, film, dan berbagai informasi yang mereka sukai. Mereka juga bertemu orang baru dan membangun pertemanan berdasarkan minat yang sama.

Tidak berbeda jauh dengan klub buku yang membuat kuis tentang novel atau komunitas olahraga yang mengadakan kompetisi pengetahuan.

Bahkan, ketertarikan terhadap anime dan manga bisa berkembang menjadi kegiatan kreatif. Banyak penggemar mulai belajar menggambar, membuat konten, cosplay, belajar bahasa Jepang, hingga datang ke acara budaya.

Tentu setiap komunitas memiliki sisi ekstrem. Namun, tidak adil jika perilaku sebagian kecil orang kemudian digunakan untuk menilai semua penggemar.

Lebih Banyak Netizen Justru Banyak yang Membela Para Peserta

Hal menarik dari perdebatan ini terlihat dari berbagai balasan dan quote di X. Banyak netizen justru mempertanyakan kenapa kegiatan yang terlihat damai harus dijadikan bahan ejekan. Ada yang menyebut tempat tersebut sebagai safe place bagi komunitasnya, sementara yang lain mengingatkan bahwa setiap orang berhak menikmati hobinya sendiri.

Berikut contoh postingan yang mendukung para anak muda wibu tersebut:

Memang masih ada komentar negatif. Namun, respons yang banyak mendapat perhatian justru memperlihatkan penolakan terhadap kebiasaan merendahkan orang hanya karena hobinya berbeda.

Perdebatan ini akhirnya memberi gambaran menarik tentang pandangan netizen Indonesia soal wibu. Stereotip lama memang belum sepenuhnya hilang, tetapi semakin banyak orang mulai mempertanyakan alasan di balik ejekan tersebut.

Kaum Wibu Banyak yang Berjasa Jadi Pejuang Devisa

Suka pada budaya Jepang bisa menjadi dorongan para wibu di Indonesia untuk kerja ke Jepang. Gak sedikit kok anak muda wibu ini yang belajar bahasa Jepang, dapat sertifikat dan akhirnya berangkat kerja di negara yang mereka kagumi.

Prestasi bisa kerja ke luar negeri ini jauh lebih baik daripada orang-orang yang menghina tapi tidak memiliki cita-cita yang dikejar. Kalau para wibu ingin ke Jepang, banyak di antara mereka yang sudah sukses membuktikannya.

Jadi, jangan masukan postingan viral menghina wibu tadi ke hati. Namun, lebih diarahkan jadi penyulutu untuk terus maju. Siapa tahu kamu beneran bisa ke Jepang!

Bagi kamu yang memiliki minat dan keinginan kerja di Jepang sambil menikmati hobi wibu di sana, gak ada salahnya persiapan dari sekarang. LPK Saitama dan program IM Japan siap membantu kamu!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru