Kaget Ada Postingan Viral Menghina Wibu, Emang Apa Salahnya Sih Suka Budaya Jepang?
![]() |
| Bisa-bisanya ada postingan viral menghina wibu, inilah sisi buruk sosial media! Kredit Gambar: /Unsplash |
Postingan viral menghina wibu yang muncul di X pada 20 Agustus lalu membuat banyak netizen kembali membahas satu hal menarik. Kenapa orang yang sekadar menikmati anime, manga, dan budaya Jepang masih sering dianggap aneh?
Inilah Postingan Viral yang Merendahkan Kaum Wibu
Tidak ada keributan. Tidak ada tindakan yang merugikan orang
lain. Namun, unggahan dari akun @kangbedahhh
pada waktu itu justru menggunakan nada yang dianggap banyak orang sebagai
sindiran terhadap kegiatan tersebut. Berikut postingannya biar kamu bisa cek
sendiri:
Acara WIBU coly ego ternyata udah ke spill nih!!!
— Javaensis (@kangbedahhh) August 20, 2026
Mereka kelihatan seneng banget kl bisa jawab pertanyaan seputar anime dan manga.
Dan yg baru gue sadari mereka kl nongkrong di perpustakaan. Tp apa ga ganggu pengunjung yang laen??
Okelah lanjutkan pokok ga bikin onar di jalan… pic.twitter.com/0PKUacd7Aq
Video yang menjadi bahan perdebatan di atas sebenarnya
memperlihatkan sekelompok anak muda yang sedang mengikuti kuis seputar
anime dan manga. Mereka terlihat antusias menjawab pertanyaan, berkumpul
bersama, dan menikmati hobi yang sama.
Postingan tersebut menuduh anak muda tersebut mengganggu
karena buat kegiatan di perpustakaan. Namun, dari beberapa informasi netizen
lain, itu adalah di toko komik dan memang dijadikan tempat temu komunitas.
Video asli dari postingan tersebut berasal dari akun Instagram dengan nama
dapuk_wibu. Ini adalah tempat postingan kumunitas anak muda yang suka anime
dan manga.
![]() |
| Tampilan akun dapuk_wibu yang posting konten kuis anime yang menjadi topik hinaan di X.com. Kredit Gambar: dapuk_wibu/Instagram |
Ketika Hobi yang Tidak Mengganggu Malah Dianggap Aneh
Salah satu hal yang membuat banyak netizen heran adalah
asumsi bahwa kegiatan seperti kuis anime harus dipandang secara negatif.
Anak-anak tersebut hanya berkumpul dengan orang yang
memiliki minat sama. Kalau penggemar sepak bola bisa berkumpul membahas
pertandingan, penggemar otomotif bisa berbicara soal kendaraan, lalu kenapa
penggemar anime dianggap aneh ketika melakukan hal yang sama?
Dari sinilah postingan viral menghina wibu tersebut akhirnya
berkembang menjadi perdebatan lebih besar. Banyak yang merasa kegiatan tersebut
tidak ganggu orang dan apa perlu-nya menghina hobi orang lain?
Wibu Sudah Lama Terjebak dalam Berbagai Stereotip
Masalahnya, kata “wibu” di Indonesia sering membawa beban
stereotip yang cukup besar. Penggemar anime kadang langsung diasosiasikan
dengan orang yang antisosial, aneh, tidak punya kehidupan sosial, terlalu
terobsesi dengan Jepang, hingga berbagai stereotip lain yang sebenarnya hanya
menggambarkan sebagian kecil orang.
Dari
postingan viral ini pun terlihat bahwa masih ada netizen yang ikut mengejek
penampilan dan perilaku peserta dalam video. Padahal, seseorang tidak otomatis
menjadi negatif hanya karena punya hobi penyuka budaya Jepang.
Sama seperti komunitas lainnya, penggemar anime juga sangat
beragam. Ada yang sekadar menonton serial, mengoleksi manga, belajar
menggambar, cosplay, mengikuti event, hingga berteman karena memiliki kesukaan
yang sama.
Ternyata Kegiatan Wibu Bisa Lebih Positif dari yang
Dibayangkan
Acara kuis seperti yang terlihat dalam video sebenarnya
menunjukkan sisi komunitas yang jarang diperhatikan. Peserta harus mengingat
cerita, karakter, manga, film, dan berbagai informasi yang mereka sukai. Mereka
juga bertemu orang baru dan membangun pertemanan berdasarkan minat yang sama.
Tidak berbeda jauh dengan klub buku yang membuat kuis
tentang novel atau komunitas olahraga yang mengadakan kompetisi pengetahuan.
Bahkan, ketertarikan terhadap anime dan manga bisa
berkembang menjadi kegiatan kreatif. Banyak penggemar mulai belajar menggambar,
membuat konten, cosplay, belajar bahasa Jepang, hingga datang ke acara budaya.
Tentu setiap komunitas memiliki sisi ekstrem. Namun, tidak
adil jika perilaku sebagian kecil orang kemudian digunakan untuk menilai semua
penggemar.
Lebih Banyak Netizen Justru Banyak yang Membela Para
Peserta
Hal menarik dari perdebatan ini terlihat dari berbagai
balasan dan quote di X. Banyak netizen justru mempertanyakan kenapa kegiatan
yang terlihat damai harus dijadikan bahan ejekan. Ada yang menyebut tempat tersebut
sebagai safe place bagi komunitasnya, sementara yang lain mengingatkan bahwa
setiap orang berhak menikmati hobinya sendiri.
Berikut contoh postingan yang mendukung para anak muda wibu
tersebut:
1. Kalo emang gak ngerugiin orang lain kenapa lu tersinggung
— JEN ⨷ (@Jendra1232) August 22, 2026
2. Emang salah untuk menjadi wibu? Selagi mereka gak cabul dan melakukan ks apa masalahnya sama elu
3. Gue tau lo ngetweet ini cuman buat nyari perhatian karna lo cenblu atau emang lu gak punya hobi dan cuman caper https://t.co/mSk8ZkEn81 pic.twitter.com/Vv6FMuLbBA
Memang masih ada komentar negatif. Namun, respons yang
banyak mendapat perhatian justru memperlihatkan penolakan terhadap kebiasaan
merendahkan orang hanya karena hobinya berbeda.
Perdebatan ini akhirnya memberi gambaran menarik tentang
pandangan netizen Indonesia soal wibu. Stereotip lama memang belum sepenuhnya
hilang, tetapi semakin banyak orang mulai mempertanyakan alasan di balik ejekan
tersebut.
Kaum Wibu Banyak yang Berjasa Jadi Pejuang Devisa
Suka pada budaya Jepang bisa menjadi dorongan para wibu di
Indonesia untuk kerja ke Jepang. Gak sedikit kok anak muda wibu ini yang
belajar bahasa Jepang, dapat sertifikat dan akhirnya berangkat kerja di negara
yang mereka kagumi.
Prestasi bisa kerja ke luar negeri ini jauh lebih baik
daripada orang-orang yang menghina tapi tidak memiliki cita-cita yang dikejar.
Kalau para wibu ingin ke Jepang, banyak di antara mereka yang sudah sukses
membuktikannya.
Jadi, jangan masukan postingan viral menghina wibu tadi ke
hati. Namun, lebih diarahkan jadi penyulutu untuk terus maju. Siapa tahu kamu
beneran bisa ke Jepang!
Bagi kamu yang memiliki minat dan keinginan kerja di Jepang
sambil menikmati hobi wibu di sana, gak ada salahnya persiapan
dari sekarang. LPK Saitama dan program IM Japan siap membantu kamu!



