Masalah Akomodasi Atlet Asian Games di Jepang Jadi Sorotan, Netizen Jepang Ikut Bereaksi

Inilah tampilan masalah akomodasi atlet Asian Games di Jepang yang sempat viral.
Kredit Gambar: @TheKhelIndia/X.com

Masalah akomodasi atlet Asian Games di Jepang menjadi sorotan menjelang pembukaan Aichi-Nagoya Asian Games 2026. Sejumlah atlet dari berbagai negara dilaporkan harus menunggu berjam-jam di bandara karena masalah aktivasi credential, pembagian shuttle bus, hingga proses penempatan akomodasi.

Masalah ini tidak hanya dialami satu negara. Tim Korea Selatan, China, India, hingga Jepang sendiri dilaporkan menghadapi persoalan dalam proses kedatangan dan pembagian tempat tinggal.

Masalah Akomodasi Atlet Asian Games di Jepang

Salah satu masalah muncul ketika atlet tiba di Jepang dan data mereka belum aktif di sistem. Akibatnya, beberapa rombongan harus menunggu berjam-jam sebelum dapat melanjutkan perjalanan menuju tempat menginap.

Tim Korea Selatan dilaporkan menunggu lebih dari tiga jam di bandara, sementara beberapa atlet dari negara lain bahkan mengalami waktu tunggu yang lebih panjang. Atlet China juga melaporkan harus menunggu lama hingga mengalami kesulitan mendapatkan makanan.

Persoalan kemudian berlanjut ke tempat tinggal. Jepang memang tidak membangun Athletes' Village konvensional untuk Asian Games kali ini. Sekitar 17.000 atlet dan ofisial ditempatkan secara terpisah di hotel, kapal pesiar, serta bangunan sementara berbentuk kontainer.

Bahkan, tim Jepang sendiri menemukan adanya atlet laki-laki dan perempuan yang sempat mendapatkan kamar yang sama. Panitia juga menemukan kasus pelatih, atlet, dan ofisial ditempatkan dalam kamar yang sama karena pembagian kamar dilakukan berdasarkan jumlah orang.

Respon Netizen Jepang Ikut Ramai

Kondisi tersebut kemudian ikut menjadi bahan pembicaraan di media sosial Jepang. Dalam berbagai unggahan dan diskusi daring, sejumlah pengguna Jepang mengkritik persiapan panitia dan mengaku malu melihat tamu dari berbagai negara mengalami kesulitan ketika datang ke Jepang.

Sebagian komentar mempertanyakan bagaimana acara internasional sebesar ini bisa mengalami persoalan mendasar seperti transportasi dan pembagian kamar. Ada pula yang menilai fasilitas kontainer terlalu sempit untuk atlet, terutama setelah muncul keluhan dari beberapa delegasi asing.

Berikut contoh postingan tersebut:

Namun, tidak semua komentar bernada menyalahkan panitia. Ada pula yang mencoba melihat persoalan dari sisi berbeda. Panitia sebelumnya memang memperkirakan kapasitas sekitar 15.000 peserta. Namun jumlah peserta kemudian meningkat menjadi lebih dari 17.000 setelah adanya penambahan cabang olahraga. Panitia dan OCA juga menyatakan bahwa seluruh peserta yang terdaftar telah mendapatkan akomodasi.

Nih, contoh postingannya dari akun @thinker_aaa di X.com:

Bukan Berarti Jepang Tidak Menyiapkan Akomodasi

Karena itu, persoalan ini perlu dilihat secara utuh. Masalahnya bukan berarti Jepang sama sekali tidak menyediakan tempat tinggal bagi para atlet.

Faktanya di lapangan adalah sistem akomodasi dan penerimaan peserta menghadapi berbagai kendala ketika ribuan orang mulai datang secara bersamaan. Bahkan, Jepang telah menyiapkan hotel cadangan untuk mengantisipasi masalah pada akomodasi timnya sendiri.

Di tengah sorotan terhadap acara Asian Games 2026 di Jepang, panitia masih melakukan perbaikan dan penyesuaian menjelang pembukaan resmi pada 19 September.

Asian Games kali ini akan menjadi ujian besar bagi penyelenggara Jepang. Namun bagi publik, persoalan ini juga menjadi pengingat bahwa acara internasional dengan puluhan ribu peserta membutuhkan perencanaan yang sangat matang, karena masalah akomodasi atlet Asian Games di Jepang bukan hanya soal kamar tidur, tetapi menyangkut kenyamanan dan kondisi atlet sebelum bertanding.

UPDATE: Pada tanggal 19 September 2026, masalah akomodasi para atlet sudah terselesaikan. Pihak panitia sudah memastikan semua atlet yang tadinya merasa tidak nyaman, sudah ditangani. Wuih, cepet banget penangannya!

Kalau kamu mau cek informasi soal Jepang lainnya, bisa baca-baca artikel lain di sini! Kalau semisal kamu tertarik ke Jepang langsung, program pelatihan LPK Saitama dan magang IM Japan juga bisa bantu kamu!


Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru