Banyak WNI Sukses Wujudkan Impian Kerja ke Jepang di 2026, Kamu Mau Juga?
![]() |
| Berikut alumni LPK Saitama yang berhasil wujudkan impian kerja ke Jepang! Kredit Gambar: Tim Dokumentasi LPK Saitama |
Impian kerja ke Jepang ternyata bukan lagi
sekadar angan-angan bagi banyak anak muda Indonesia. Jumlah pekerja Indonesia
di Jepang terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir, bahkan mencapai lebih
dari 228 ribu orang pada Oktober 2025.
Pada 2023, Jepang mencatat sekitar 121.507
pekerja Indonesia. Setahun kemudian jumlahnya naik menjadi 169.539 orang, lalu
kembali meningkat menjadi 228.118 orang pada 2025. Artinya, dalam dua tahun
jumlah pekerja Indonesia yang tercatat di Jepang bertambah hampir dua kali
lipat. Lalu bagaimana dengan 2026?
Semakin Banyak WNI Berangkat ke Jepang
Tahun 2026 juga menunjukkan bahwa arus pekerja
Indonesia ke Jepang tetap berjalan kuat. Data KP2MI mencatat sebanyak 30.835 penempatan ke
Jepang sejak Januari 2025 hingga 8 Mei 2026 melalui berbagai skema. Pada Juni
2026, pemerintah juga melepas 313 PMI program G to G Jepang untuk penempatan
tahun 2026.
Bahkan pada April 2026, sebanyak 200 PMI kembali diberangkatkan melalui program SMK Go Global. Pemerintah menyebut Jepang masih menjadi salah satu negara tujuan favorit pekerja migran Indonesia. Jadi, semakin banyak orang Indonesia yang akhirnya benar-benar berangkat dan bekerja di Jepang.
Jepang Memang Menarik bagi Anak Muda Indonesia
![]() |
| Jumlah peserta pelatihan kerja ke Jepang terus meningkat beberapa tahun terakhir. Kredit Gambar: Tim Dokumentasi LPK Saitama |
Kalau melihat jumlah WNI kerja di Jepang,
pertumbuhan tersebut bukan hanya menunjukkan kebutuhan Jepang terhadap tenaga
kerja asing. Ada sisi lain yang tidak kalah penting, yaitu adanya ketertarikan
dari masyarakat Indonesia.
Survei GoodStats pada Februari 2024 terhadap
1.012 responden menempatkan Jepang sebagai negara pilihan kedua untuk bekerja
di luar negeri, dipilih oleh 41% responden. Taiwan berada di posisi pertama
dengan 45%, sementara Korea Selatan dipilih oleh 25%.
Penelitian JICA juga menemukan hal menarik.
Dalam survei terhadap pencari kerja Indonesia pada 2022–2023, banyak responden
menyebut Jepang sebagai negara "impian" untuk bekerja. Mereka melihat
Jepang sebagai negara yang aman, memiliki gaji menarik, dan mempunyai budaya
yang berbeda.
Artinya, Jepang tidak hanya membuka pintu.
Memang ada orang Indonesia yang ingin masuk melalui pintu tersebut.
Bagaimana Prospek Kerja Jepang Kedepannya?
![]() |
| Potensi kerja di Jepang masih besar, apalagi di sektor seperti konstruksi, keperawatan dan transportasi. Kredit Gambar: /Unsplash |
Kebutuhan tenaga kerja Jepang juga masih
menjadi faktor penting. Pemerintah Indonesia dan JICA sebelumnya bahkan menyepakati target
pengiriman 100.000 sumber daya manusia Indonesia ke Jepang dalam lima tahun,
sekaligus memperkuat pendidikan bahasa Jepang dan pelatihan keterampilan.
Sementara itu, pemerintah Indonesia pada 2026
menyebut Jepang sebagai salah satu negara tujuan penempatan yang sangat
strategis dan sedang mendorong perluasan peluang melalui skema seperti SSW serta
kerja sama dengan berbagai prefektur Jepang.
Karena itu, prospek kerja Jepang kedepannya
masih menarik. Namun, peluang tersebut bukan berarti bisa didapat tanpa
persiapan.
Bahasa Jepang, keterampilan kerja, fisik,
mental, dan pemahaman budaya kerja tetap menjadi bekal penting sebelum
berangkat.
Kalau kamu juga punya impian kerja ke Jepang,
jangan hanya melihat teman atau alumni yang sudah berhasil dari media sosial.
Mulailah menyiapkan diri dari sekarang.
Kamu bisa belajar bahasa Jepang, melatih
fisik, mempersiapkan mental, dan mengikuti pelatihan di LPK Saitama untuk
mempersiapkan diri mengikuti program IM Japan yang didukung KEMNAKER RI.
Siapa tahu, tahun berikutnya bukan lagi
melihat WNI lain yang berangkat ke Jepang, tetapi kamu sendiri yang mewujudkan
impian kerja ke Jepang.




