Ternyata Ini Manfaat Proses Pelatihan di IM Japan, Bukan Sekadar Menunggu Berangkat ke Jepang!

 

Tampilan siswwa LPK Saitama yang sedang jalani proses pelatihan di IM Japan.
Kredit Gambar: Tim Dokumentasi LPK Saitama.

Manfaat proses pelatihan di IM Japan ternyata jauh lebih besar daripada sekadar belajar sambil menunggu jadwal keberangkatan ke Jepang. Banyak calon peserta mungkin mengira bahwa setelah lolos seleksi, tinggal menunggu paspor, visa, lalu berangkat.

Namun, prosesnya tidak sesederhana itu. Peserta yang lolos masih mengikuti pelatihan pra-pemberangkatan sebelum masuk ke Jepang. Dalam sistem IM Japan, pelatihan ini memang menjadi bagian dari proses resmi untuk mempersiapkan calon peserta agar lebih siap menghadapi kehidupan dan dunia kerja di Jepang.

Pelatda dan Pelatnas Bukan Sekadar Tinggal di Asrama

Para peserta calon magang yang sedang berproses Pelatihan Daerah di IM Japan.
Kredit Gambar: Tim Dokumentasi LPK Saitama.

Banyak yang melihat tahapan Pelatda dan Pelatnas di IM Japan hanya sebagai masa tinggal di asrama dengan aturan yang ketat. Padahal, tinggal bersama dan mengikuti jadwal teratur justru menjadi bagian dari proses pembentukan diri.

Sebelum berangkat, peserta perlu membiasakan diri dengan kehidupan yang lebih disiplin. Mulai dari bangun sesuai jadwal, mengikuti kegiatan, menjaga kebersihan, belajar bahasa Jepang, hingga terbiasa hidup bersama orang lain.

Hal-hal seperti ini terlihat sederhana saat masih berada di Indonesia. Namun, kebiasaan tersebut akan terasa penting ketika nanti peserta harus hidup mandiri di Jepang.

IM Japan sendiri menjelaskan bahwa calon peserta menjalani pelatihan pra-keberangkatan setidaknya empat bulan untuk mempelajari bahasa Jepang, budaya, kebiasaan, perilaku sopan, serta hal lain yang diperlukan sebelum mengikuti program di Jepang.

Jadi, waktu pelatihan sebenarnya bisa menjadi kesempatan untuk berubah. Dari yang sebelumnya sulit bangun pagi, mulai belajar disiplin. Dari yang belum terbiasa hidup mandiri, mulai belajar mengurus diri sendiri.

Bahasa Jepang Tidak Bisa Hanya Dipelajari Saat Sudah Sampai

Kunjungan para siswa yang sudah selesai Pelatda IM Japan dan akan berangkat Pelatnas di LPK Saitama.
Kredit Gambar: Tim Dokumentasi LPK Saitama.

Salah satu alasan penting adanya pelatihan adalah soal bahasa. Bayangkan kamu baru sampai di Jepang, tetapi masih kesulitan memahami instruksi sederhana. Saat tinggal sendiri mungkin masih bisa membuka aplikasi penerjemah. Namun, situasinya berbeda ketika kamu sedang bekerja dan harus memahami arahan dengan cepat.

Karena itu, manfaat proses pelatihan di IM Japan adalah memberikan waktu kepada peserta untuk membangun dasar kemampuan bahasa sebelum benar-benar masuk ke lingkungan Jepang.

Peserta tidak langsung dilepas bekerja setelah sampai. IM Japan masih memberikan pelatihan lanjutan setelah peserta tiba di Jepang. Dalam tahap ini, peserta kembali belajar bahasa, kehidupan di Jepang, aturan, keselamatan, kebersihan, hingga informasi terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana sebelum masuk ke perusahaan.

Artinya, proses pembelajaran dilakukan bertahap. Belajar dasar dulu di Indonesia. Setelah sampai Jepang, pemahaman tersebut kembali diperkuat sebelum mulai masuk ke dunia kerja.

Mental dan Kebiasaan Juga Dilatih Sebelum Terlambat

Kerja di Jepang bukan hanya soal kuat secara fisik. Ada orang yang mungkin mampu mengikuti tes fisik dengan baik, tetapi belum tentu siap tinggal jauh dari keluarga. Ada juga yang pintar belajar, tetapi masih kesulitan mengikuti aturan atau hidup bersama orang lain.

Di sinilah proses pelatihan menjadi penting. Pelatihan pra-pemberangkatan membantu peserta memiliki waktu untuk beradaptasi secara bertahap. Mereka tidak langsung mengalami perubahan besar dari kehidupan rumah di Indonesia menuju lingkungan kerja Jepang.

Portal resmi Kemnaker RI dan IM Japan bahkan menjelaskan bahwa program pemagangan bertujuan membentuk SDM yang kompeten, disiplin, memiliki etos kerja, daya juang, ketekunan, dan kemandirian.

Karena itu, asrama dan aturan ketat seharusnya tidak hanya dilihat sebagai beban. Proses tersebut bisa menjadi tempat latihan sebelum menghadapi tantangan yang sebenarnya.

Masih Ada Tahapan Pembentukan Sebelum Benar-Benar Masuk Perusahaan

Saat berangkat dari bandara, peserta magang IM Japan akan masuk traning center dulu.
Kredit Gambar: Tim Dokumentasi LPK Saitama.

Menariknya, tahapan proses IM Japan tidak langsung berhenti ketika peserta tiba di Jepang. Setelah masuk Jepang, peserta masih mengikuti pelatihan pasca-kedatangan sebelum ditempatkan di perusahaan. Mereka belajar berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, aturan Jepang, keselamatan, kebersihan, dan kesiapan kerja.

Hal ini menunjukkan bahwa IM Japan memang menggunakan proses bertahap. Tujuannya bukan sekadar membuat peserta bisa sampai ke Jepang.

Peserta dipersiapkan terlebih dahulu agar memiliki bekal yang lebih kuat saat akhirnya masuk ke lingkungan perusahaan.

Jadi, manfaat proses pelatihan di IM Japan sebenarnya bisa menjadi modal penting sebelum memulai perjalanan besar ke Jepang. Waktu di Pelatda dan Pelatnas mungkin terasa panjang, aturan asrama bisa terasa ketat, dan latihan kadang membuat lelah.

Namun, semua proses tersebut bisa menjadi kesempatan untuk belajar disiplin, membangun mental, meningkatkan bahasa Jepang, serta membiasakan diri hidup mandiri sebelum benar-benar menghadapi kehidupan baru di Jepang. Makanya, kalau mau lancar, jangan lupa belajar di LPK Saitama dulu ya!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru