Trend Tempat Tinggal Murah di Jepang dengan Berburu Apartemen Angker!

 

Kalau cari tempat tinggal murah di Jepang, kamu bisa berburu tempat yang angker!
Kredit Gambar: /Flickr

Bagaimana jika kamu bisa menyewa apartemen di Tokyo dengan harga lebih murah hanya karena tempat tersebut memiliki sejarah yang dianggap menyeramkan? Kedengarannya seperti cerita horor, tetapi fenomena ini benar-benar ada di Jepang.

Properti dengan riwayat kejadian tragis, seperti bunuh diri atau kematian yang baru diketahui setelah beberapa waktu, dikenal sebagai jiko bukken. Karena sebagian calon penghuni menghindarinya, pemilik terkadang menawarkan harga sewa lebih rendah untuk menarik penyewa.

Menariknya, fenomena ini mulai ramai dibicarakan di media sosial melalui konten rumah angker. Namun, bagi sebagian orang, tempat tinggal murah di Jepang seperti ini bukan lagi sekadar bahan konten, melainkan alternatif untuk menghemat biaya hunian tanpa harus tinggal jauh dari pusat kota.

Mengapa Apartemen Angker Bisa Menjadi Pilihan?

Salah satu daya tarik jiko bukken adalah lokasinya. Properti seperti ini bisa berada di kawasan perkotaan yang dekat dengan stasiun atau tempat kerja, tetapi memiliki harga sewa lebih rendah dibandingkan hunian sejenis.

Bagi orang yang tidak terlalu mempermasalahkan riwayat tempat tinggalnya, potongan harga tersebut bisa menjadi pertimbangan menarik. Inilah yang membuat tempat tinggal angker Jepang semakin menarik perhatian, meskipun tidak semua properti berstigma otomatis murah atau layak dihuni.

Akiya Juga Bisa Menjadi Alternatif, tetapi Berbeda

Tampilan akiya atau rumah yang kosong dan dijual murah di Jepang.
Kredit Gambar: /Unsplash

Selain mencari apartemen angker, Jepang memiliki banyak rumah kosong yang dikenal sebagai akiya. Sebagian rumah tersebut dijual dengan harga rendah, bahkan ada yang ditawarkan melalui program pemerintah daerah untuk menarik penduduk baru.

Namun, ada perbedaan besar antara keduanya. Jiko bukken bisa menjadi pilihan untuk menyewa hunian dengan biaya lebih rendah, sedangkan akiya umumnya menarik orang yang ingin membeli rumah.

Harga beli akiya yang murah belum tentu berarti biaya tinggalnya rendah. Rumah kosong yang sudah lama ditinggalkan mungkin membutuhkan renovasi, perbaikan instalasi, dan biaya perawatan. Lokasinya juga bisa jauh dari tempat kerja atau transportasi umum.

Apakah WNA Bisa Ikut Mencari Hunian Murah?

Bisa. Warga negara asing yang tinggal di Jepang juga dapat mencari properti dengan harga lebih terjangkau. Namun, menyewa apartemen tetap bergantung pada persyaratan pemilik atau agen, seperti dokumen identitas, status tinggal, bukti penghasilan, dan penjamin jika diperlukan.

Bagi WNI yang berencana kerja di Jepang, mencari apartemen dengan harga diskon bisa menjadi salah satu cara menghemat pengeluaran. Meski begitu, periksa riwayat properti, kondisi bangunan, biaya awal, dan isi kontrak sebelum memutuskan.

Pada akhirnya, trend cari tempat tinggal Jepang ini menunjukkan bahwa orang memiliki cara berbeda untuk mendapatkan hunian yang sesuai anggaran. Ada yang memilih apartemen dengan sejarah menyeramkan, ada pula yang tertarik membeli akiya.

Namun, jangan hanya tergiur harga murah. Tempat tinggal yang benar-benar menguntungkan adalah hunian yang sesuai kebutuhan, aman, dan tetap terjangkau setelah seluruh biaya dihitung.

Bagi kamu yang ingin kerja di Jepang memastikan dapat hunian murah, bisa pertimbangkan pilih tempat yang angker. Tentu saja, kalau mau kerja di Jepang, kamu harus persiapan dulu. Makanya, belajar saja di LPK Saitama agar bisa lancar sukses kerja di Jepang!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru