Apakah Aman Kerja Jepang di Tahun 2025? Ternyata Bahaya Jika Salah Pilih Jalur!
![]() |
Salah pilih jalur dapat kurangi faktor aman kerja di Jepang tahun 2025 ini, makanya lebih hati-hati! Kredit Gambar: /Unsplash |
Banyak orang Indonesia pertanyakan apakah aman kerja Jepang saat ini? Di tahun 2025, gerakan kerja ke luar negeri lebih kuat muncul di masyarakat. Maka dari itu, banyak orang mencari informasi kerja ke Jepang makin banyak sekarang.
Walaupun
banyak yang cari kerja, banyak juga yang tidak cek kondisi keamanan kerja
Jepang yang terbaru. Informasi kerja Jepang kebanyakan berdasarkan kondisi
lapangan kerja tahun 2024 yang kondusif. Lalu, bagaimana dengan kondisi 2025
ini, apakah masih aman?
Berbagai Faktor yang Pengaruhi Tingkat Aman Kerja Jepang
Keamanan
kerja di Jepang sangat dipengaruhi kondisi negara tersebut di waktu tertentu.
Contoh saja, banyak wisatawan dari Tiongkok dan Korea Selatan yang merasa
Jepang tidak aman karena terjadi banyak gempa pada bulan Juni 2025 lalu. Namun,
tetap banyak wisatawan dari Eropa yang datang karena tidak permasalahkan
kondisi gempa.
Kondisi
bekerja di Jepang juga sama. Sekarang ini, banyak pekerja dari Indonesia,
Vietnam dan Pakistan yang merasa Jepang aman untuk kerja. Namun, para tenaga
kerja dari Amerika dan Eropa merasa kurang nyaman.
Faktor yang
paling berpengaruh dengan perspektif ini adalah ekonomi dan politik. Dari segi
ekonomi, kondisi Jepang sedang ditekan oleh masalah tarif dengan Amerika.
Selain itu, masalah inflasi dan pergerakan nilai tukar di Jepang menunjukan
angka kurang menarik bagi pekerja dari Barat.
Sebaliknya,
kondisi nilai tukar tersebut dipandang menarik bagi negara-negara dengan nilai
tukar lebih rendah dari Jepang. Contohnya Indonesia, Vietnam dan Pakistan.
Akibatnya, banyak yang antusias kerja di Jepang karena merasa perekonomiannya
aman untuk mengirim penghasilan ke keluarga.
Dari segi
politik, kondisi di Jepang sedang negatif saat ini. Namun, negatinya diprediksi
hanya sementar. Bagi yang tidak tahu, kondisi politik Jepang sekarang
sedang tegang. Masalahnya, di sana sedang ada proses pemilihan umum untuk kursi
kongres pemerintahan Jepang.
Pada saat masa kampanye ini, banyak politisi
mengambil posisi anti warga asing. Pandangan ini populer di kalangan orang
Jepang terutama di sosial media. Masalahnya, sosial media banyak digunakan
untuk posting perilaku negatif pendatang asing. Hasilnya, kampanye yang
menyuarakan hal-hal negatif dan viral tersebut lebih mudah menyebar di
masyarakat.
Masalah anti WNA di Jepang tentu menyeramkan, tapi tidak
semua orang di sana setuju soal ini. Kamu bisa cek, pemberitaan banyak politisi
yang juga menyuarakan dukungan pada warga asing. Dukungan ini diberikan
bukan karena kampanye, tapi karena banyak politisi merasa orang asing dituduh
yang tidak benar.
Tidak semua masalah Jepang berasal dari pendatang. Hanya
clip dan video konten saja yang meresahkan, tapi pada kenyataannya, orang asing
yang berbuat onar hanyalah oknum. Warga negara asing di Jepang banyak memberi
hal positif. Terutama dari aspek tenaga kerja dan pemasukan negara.
Jadi, bisa dibilang, faktor yang sekarang negatif adalah
soal politik. Namun, hal ini masih tidak menentu kedepannya karena tergantung
dari hasil pemilihan. Bisa jadi, pandangan negatif para politisi hanya untuk
kampanye saja. Saat mereka terpilih, orang asing tetap di apresiasi bisa juga
terjadi.
Pengalaman Banyak Tenaga Kerja Indonesia di Jepang
Untuk saat
ini, banyak WNI yang tinggal dan kerja di Jepang merasa aman. Tingkat aman
kerja Jepang memang lebih terjamin dibanding kerja di Indonesia. Polisi dan
hukum di sini berlaku kuat. Selama ada pelanggaran, kamu bisa melaporkan ke
pihak yang berwenang untuk mengurusnya.
Di Jepang ada hot
line pelaporan khusus bagi tenaga kerja asing, lho! Jadi, untuk berbagai
masalah. kamu bisa dilayani baik selama kerja di Jepang.
Hal lain yang menarik dari pengalaman kerja di Jepang adalah
kondisi hidupnya. Peluang kerja ke Jepang sangat besar, jadi mudah menemukan
pekerjaan. Selama kamu memiliki sertifikasi dan kemampuan bahasa memadai (minimal
N4), kamu bisa kerja di sana dengan nyaman.
Namun, pastikan kamu bekerja dengan mengikuti aturan dan
norma yang ada. Selama ikut dua aspek tersebut. kamu pasti aman terjaga di
sana. Tingkat aman kerja Jepang lebih baik daripada banyak negara lain.
Walaupun begitu, bukan berarti kamu bebas bisa semaunya.
Banyak WNI tetap bisa kena masalah karena tidak tahu aturan
yang berlaku. Selain itu, budaya kerja di Jepang lebih keras daripada di
Indonesia. Jangan sampai kamu remehkan kondisi kerja di sana hanya karena aman.
Pastikan kamu siap tanggung resiko bekerja lebih keras mengikuti etos kerja
orang Jepang!
Lebih Aman Jika Pilih Jalur Kerja Magang IM Japan
Bagi yang
mau lebih aman kerja di Jepang, jalan yang paling mudah adalah ikut program
magang IM Japan. Program IM Japan sudah ada di Indonesia sejak 1993 dan sampai
sekarang masih dipercaya oleh KEMNAKER RI.
Program IM Japan bisa dikatakan program kerja jalur pemerintah. Jadi, kamu dipastikan aman memilih jalur kerja ini. Bagaimana? Ada jalan mudah aman kerja Jepang tersedia, apakah kamu mau coba IM Japan?