Makin Panas Lihat Netizen Debat Masalah Pekerja Asing di Jepang, Apa yang Sebabkan Debat Ini?

Masalah pekerja asing di Jepang jadi perdebatan, padahal peranan mereka sangat dibutuhkan.
Kredit Gambar: /Flickr

Masalah pekerja asing di Jepang selalu jadi topik panas di sosial media. Di satu sisi, netizen Jepang banyak yang sadar bahwa kebutuhan tenaga kerja mereka sedang krisis. Namun, ada yang tidak suka kalau banyak tenaga kerja asing dimasukan ke Jepang.

Dari sisi kebutuhan tenaga kerja, Jepang sekarang butuh banyak blue collar worker. Golongan pekerja pabrik, konstruksi dan perawat adalah contoh blue collar yang tidak disukai anak muda Jepang. Jadinya, untuk isi kekurangan tenaga kerja pada industri tersebut, pekerja asing banyak dipergunakan.

Sayangnya, banyaknya pekerja asing yang masuk kurang disaring. Hal ini menyebabkan banyak orang Jepang merasa tidak nyaman dengan pendatang yang tidak bisa beradaptasi. Saat jumlah pekerja asing yang tidak bisa adaptasi bertambah, masalah sosial di Jepang bisa banyak terjadi.

Sumber Perdebatan Panas Mengenai Masalah Pekerja Asing di Jepang

Perdebatan ini makin panas dalam diskusi yang terjadi di Twitter berikut ini:

Dalam postingan salah satu pengamat berita Jepang di Twitter yaitu, akun @mrjeffu, terlihat berita positif soal pekerja Indonesia di industri kaigo. Dijelaskan bahwa area pedalaman Hakkaido punya fasilitas perawatan lansia yang hampir tutup karena kurang pekerja kaigo. Namun, berkat peranan pekerja Indonesia dan Thailand, tempat tersebut beroprasi lebih baik.

Bagi pekerja perawat lansia Indonesia dan Jepang, kesempatan kerja di sana sangat terbuka. Banyak keuntungan yang buat peluang kerja Jepang makin menarik. Mulai dari gaji, fasiltias dan kesempatan tinggal di Jepang adalah bonusnya. Hal inilah yang membuat pekerja asing  kaigo mau membantu penumbuhan kembali fasilitas perawatan lansia di pedalaman Jepang.

Sisi Netizen Jepang yang Kurang Suka Soal Pekerja Asing

Walaupun berita tersebut positif, kamu bisa cek di sumber postingan dari akun @YahooNewsTopics yang di quote. Kamu akan temukan ada beberapa netizen Jepang yang pertanyakan pilihan pekerja asing ini.

Komentar penolakan tenaga kerja asing di Jepang memang tidak ekstrim, tapi tetap saja menunjukan pandangan negatif. Mereka banyak yang menyayangkan mengapa tidak membuat program khusus biar anak muda mau kerja kaigo. Insentif kerja kaigo di Jepang itu rendah karena gajinya.

Kerja kasar sering dihindari anak muda Jepang, tapi untuk pekerja asing bisa jadi tambang rejeki.
Kredit Gambar: Ignat Gorazd/Flickr

Kalau pekerja asing asal Indonesia dan Thailand pasti merasa gaji tersebut sudah besar. Namun, orang Jepang merasa kurang. Kalau gajinya diperbesar, banyak yang yakin anak muda Jepang pasti ada yang mau isi lowongan tersebut.

Hal lain yang disayangkan adalah kasus pekerja asing yang kurang disaring atau diberi pelatihan budaya Jepang. Hal ini terliaht dari banyaknya pekerja asing yang membentuk komunitas tersendiri tanpa berbaur.

Banyak juga pekerja asing yang serasa tidak patuhi budaya dan adat Jepang di area tempat mereka bekerja. Hal seperti inilah yang akhirnya membuat lebih banyak netizen Jepang menyuarakan kecewa soal program penambahan tenaga kerja asing.

Ada yang Tidak Suka Tapi Banyak Juga yang Dukung Pekerja Asing di Jepang

Di sisi lain ada yang memahami dan puji keputusan menyerap lebih banyak pekerja asing. Banyak golongan ini merasa terbantu dan apresiasi adanya peranan perawat lansia. Mereka yang dukung pekerja asing biasanya sudah merasakan sendiri bagaimana sulitnya merawat lansia di sana.

Kebutuhan kerja untuk perawat memang sangat urgent. Apalagi diprediksi jumlah lansia Jepang akan berlipat ganda di 5 tahun kedepan. Jika tidak ada perawat yang cukup, kondisi lansia di Jepang bisa terbengkalai.

Dukungan juga terlihat dari mereka yang pernah interaksi langsung dengan perawat asal Indonesia dan Thailand. Banyak yang merasakan keramahan dan senyuman selama interaksi. Mereka yang komplain jarang bertemu langsung dengan pekerja asing, jadinya mudah judge dari postingan perilaku negatif orang asing di Jepang.

Perdebatan Hanya Berbasis Teori, Faktanya Jepang Memang Butuh Pekerja Asing

Kalau banyak anak muda Jepang mau isi pekerjaan kasar, kebutuhan pekerja asing pasti lebih kecil.
Kredit Gambar: /Flickr

Bagaimanapun pendapat yang diutarakan, semua ini bertentangan dan akhirnya jadi debat seru di sosial media. Hal inilah yang membuat banyak netizen Jepang melihat postingan tersebut dan turut serta dalam diskusi.

Hal yang tidak dipungkiri adalah Jepang alami penyusutan penduduk dan memang butuh tenaga kerja. Jadi soal masalah pekerja asing di Jepang ini memang perlu diatasi dari segi filterisasi. Namun orang asing akan mengisi spot kebutuhan kerja selama Jepang membuka pintunya untuk serap tenaga kerja.

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru