Makin Panas Lihat Netizen Debat Masalah Pekerja Asing di Jepang, Apa yang Sebabkan Debat Ini?
![]() |
| Masalah pekerja asing di Jepang jadi perdebatan, padahal peranan mereka sangat dibutuhkan. Kredit Gambar: Benicio Murray/Flickr |
Masalah pekerja asing di Jepang selalu jadi topik panas di sosial media. Di satu sisi, netizen Jepang banyak yang sadar bahwa kebutuhan tenaga kerja mereka sedang krisis. Namun, ada yang tidak suka kalau banyak tenaga kerja asing dimasukan ke Jepang.
Dari sisi kebutuhan tenaga kerja, Jepang sekarang butuh
banyak blue collar worker. Golongan pekerja pabrik, konstruksi dan perawat
adalah contoh blue collar yang tidak disukai anak muda Jepang. Jadinya, untuk
isi kekurangan tenaga kerja pada industri tersebut, pekerja asing banyak dipergunakan.
Sayangnya, banyaknya pekerja asing yang masuk kurang
disaring. Hal ini menyebabkan banyak orang Jepang merasa tidak nyaman dengan
pendatang yang tidak bisa beradaptasi. Saat jumlah pekerja asing yang tidak
bisa adaptasi bertambah, masalah sosial di Jepang bisa banyak terjadi.
Sumber Perdebatan Panas Mengenai Masalah Pekerja Asing di
Jepang
Perdebatan ini makin panas dalam diskusi yang terjadi di
Twitter berikut ini:
A Hokkaido town’s only special nursing home was at risk of closing. The ones who saved it were Indonesian caregivers.
— Jeffrey J. Hall π―π΅πΊπΈ (@mrjeffu) December 29, 2025
“With the number of elderly people increasing, there are fewer people to support them. Japanese people can no longer support Japan’s elderly on their own.”
Small… https://t.co/rUK2OD6I7M pic.twitter.com/Xb4Xc8Awvd
Dalam postingan salah satu pengamat berita Jepang di Twitter
yaitu, akun @mrjeffu, terlihat berita positif soal pekerja Indonesia di
industri kaigo. Dijelaskan bahwa area pedalaman Hakkaido punya fasilitas
perawatan lansia yang hampir tutup karena kurang pekerja kaigo. Namun, berkat peranan
pekerja Indonesia dan Thailand, tempat tersebut beroprasi lebih baik.
Bagi pekerja perawat lansia Indonesia dan Jepang, kesempatan
kerja di sana sangat terbuka. Banyak keuntungan yang buat peluang kerja Jepang
makin menarik. Mulai dari gaji, fasiltias dan kesempatan tinggal di Jepang
adalah bonusnya. Hal inilah yang membuat pekerja asing kaigo mau membantu penumbuhan kembali
fasilitas perawatan lansia di pedalaman Jepang.
Sisi Netizen Jepang yang Kurang Suka Soal Pekerja Asing
Walaupun berita tersebut positif, kamu bisa cek di sumber
postingan dari akun @YahooNewsTopics yang di quote. Kamu akan temukan ada
beberapa netizen Jepang yang pertanyakan pilihan pekerja asing ini.
Komentar penolakan tenaga kerja asing di Jepang memang tidak
ekstrim, tapi tetap saja menunjukan pandangan negatif. Mereka banyak yang
menyayangkan mengapa tidak membuat program khusus biar anak muda mau kerja
kaigo. Insentif kerja kaigo di Jepang itu rendah karena gajinya.
![]() |
| Kerja kasar sering dihindari anak muda Jepang, tapi untuk pekerja asing bisa jadi tambang rejeki. Kredit Gambar: Ignat Gorazd/Flickr |
Kalau pekerja asing asal Indonesia dan Thailand pasti merasa gaji tersebut sudah besar. Namun, orang Jepang merasa kurang. Kalau gajinya diperbesar, banyak yang yakin anak muda Jepang pasti ada yang mau isi lowongan tersebut.
Hal lain yang disayangkan adalah kasus pekerja asing yang
kurang disaring atau diberi pelatihan budaya Jepang. Hal ini terliaht dari
banyaknya pekerja asing yang membentuk komunitas tersendiri tanpa berbaur.
Banyak juga pekerja asing yang serasa tidak patuhi budaya
dan adat Jepang di area tempat mereka bekerja. Hal seperti inilah yang akhirnya
membuat lebih banyak netizen Jepang menyuarakan kecewa soal program penambahan
tenaga kerja asing.
Ada yang Tidak Suka Tapi Banyak Juga yang Dukung Pekerja
Asing di Jepang
Di sisi lain ada yang memahami dan puji keputusan menyerap
lebih banyak pekerja asing. Banyak golongan ini merasa terbantu dan apresiasi
adanya peranan perawat lansia. Mereka yang dukung pekerja asing biasanya sudah
merasakan sendiri bagaimana sulitnya merawat lansia di sana.
Kebutuhan kerja untuk perawat memang sangat urgent. Apalagi
diprediksi jumlah lansia Jepang akan berlipat ganda di 5 tahun kedepan. Jika
tidak ada perawat yang cukup, kondisi lansia di Jepang bisa terbengkalai.
Dukungan juga terlihat dari mereka yang pernah interaksi
langsung dengan perawat asal Indonesia dan Thailand. Banyak yang merasakan
keramahan dan senyuman selama interaksi. Mereka yang komplain jarang bertemu
langsung dengan pekerja asing, jadinya mudah judge dari postingan perilaku
negatif orang asing di Jepang.
Perdebatan Hanya Berbasis Teori, Faktanya Jepang Memang
Butuh Pekerja Asing
![]() |
| Kalau banyak anak muda Jepang mau isi pekerjaan kasar, kebutuhan pekerja asing pasti lebih kecil. Kredit Gambar: Travis Nep Smith/Flickr |
Bagaimanapun pendapat yang diutarakan, semua ini
bertentangan dan akhirnya jadi debat seru di sosial media. Hal inilah yang
membuat banyak netizen Jepang melihat postingan tersebut dan turut serta dalam
diskusi.
Hal yang tidak dipungkiri adalah Jepang alami penyusutan
penduduk dan memang butuh tenaga kerja. Jadi soal masalah pekerja asing di
Jepang ini memang perlu diatasi dari segi filterisasi. Namun orang asing akan
mengisi spot kebutuhan kerja selama Jepang membuka pintunya untuk serap tenaga
kerja.




