Wah Keren, Tuna Indonesia Bebas Tarif Jepang! Kok Boleh Ya Jualan Bebas Kena Pajak Begini?
![]() |
| Tuna Indonesia bebas tarif Jepang dan bisa diperdagangkan lebih mudah di sana! Kredit Gambar: Todd/Flickr |
Berita tuna
Indonesia bebas tarif Jepang sudah menyebar banyak di media. Berita ini
menjadi kabar baik bagi industri perikanan Indonesia yang berurusan dengan ikan
tuna. Walaupun berita ini bagus, banyak yang penasaran mengapa hal ini bisa
terjadi? Yuk, bahas lebih detail beritanya bersama!
Tuna Indonesia Bisa Bebas Tarif Karena Perjanjian Jepang
Produk tuna asal Indonesia bisa masuk ke pasar Jepang dengan
tarif bea masuk 0% karena adanya persetujuan dua negara. Kebijakan ini
merupakan bagian dari penguatan kerja sama dagang bilateral melalui Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA).
Isi perjanjian perdagangan Indonesia Jepang ini sudah
direvisi untuk memberi akses lebih luas bagi komoditas Indonesia, termasuk tuna
dan produk olahannya. Kerja sama perdagangan tuna ini menjadi langkah lebih
lanjut kedua negara untuk saling membantu satu sama lain.
Penghapusan tarif ini jelas meningkatkan daya saing tuna
Indonesia di Jepang. Dengan biaya masuk yang lebih rendah, eksportir Indonesia
bisa menawarkan harga yang lebih kompetitif, sementara importir Jepang mendapat
pasokan tuna yang stabil dan efisien.
Walaupun begitu, kamu harus ingat kalau fasilitas tarif 0%
ini hanya berlaku bagi produk yang memenuhi standar ketat Jepang! Standar yang
ditentukan ini meliputi aturan standar keamanan pangan Jepang, info ketelusuran
(traceability) tuna, hingga sistem pengolahan tuna yang sesuai regulasi
internasional. Artinya, kebijakan ini berlaku karena orang Jepang lebih ketat
soal peraturan ikan agar aman dikonsumsi mentah misalnya untuk sushi!
![]() |
| Tuna Indonesia yang bebas tarif dari Jepang harus memenuhi standar bisa dimakan mentah secara aman. Kredit Gambar: Kanesue/Flickr |
Dari sisi Jepang, keputusan membuka tarif bebas bukan semata
soal harga. Industri perikanan tuna Jepang menghadapi tantangan serius dalam
beberapa tahun terakhir. Bagi yang tidak tahu, stok ikan tuna, terutama jenis
premium seperti bluefin, sempat berada kritis akibat penangkapan berlebih di
era dulu.
Jepang sadar akan hal ini dan sekarang menerapkan konservasi
ketat! Aturan yang diberlakukan Jepang bahkan mematok kuota internasional dan
pembatasan musim tangkap. Hasilnya produksi domestik tidak lagi hasilkan ikan tuna
dalam volume besar.
Konsumsi tuna di Jepang gak sedikit. Makanya untuk menjaga
keberlanjutan sekaligus memenuhi kebutuhan konsumsi nasional, Jepang cari
partner penyedia tuna lain. Mereka memilih memperkuat kerja sama dengan
negara-negara produsen tuna yang salah satunya adalah Indonesia.
Kedekatan Indonesia dan Jepang Soal Ekonomi Dapat Buka
Kesempatan Baru!
![]() |
| Relasi Jepang Indonesia seputar pekerja migran bisa makin dekat kedepannya! Kredit Gambar: Retinafunk/Flickr |
Kedekatan Indonesia dan Jepang dalam perdagangan tuna ini
mencerminkan hubungan strategis yang lebih luas. Kepercayaan di sektor
perikanan membuka peluang kolaborasi lain, mulai dari investasi, transfer
teknologi, hingga peningkatan hubungan masyarakat kedua negara.
Kerja sama Indonesia dan Jepang kedepannya akan makin baik,
mengingat relasi kedua negara terus bagus dari tahun ke tahun. Buktinya, tuna
Indonesia bebas tariff Jepang adalah salah satu dari kerja sama yang sukses
antara kedua negara tersebut.
Untuk kerja sama diluar perdagangan, relasi yang semakin erat ini berpotensi memperluas kesempatan warga Indonesia bekerja di Jepang. Seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di Jepang, Indonesia bisa jadi partner pas untuk solusi masalah tersebut. Tuna mungkin menjadi pintu masuknya, tetapi manfaatnya bisa jadi jalur mudah kerja ke Jepang bagi warga Indonesia nantinya!




