Wajib Tahu Tips Menghindari Tourist Trap di Jepang Ini, Biar Gak Rugi Main di Sana!
![]() |
| Tips menghindari tourist trap di Jepang yang paling umum adalah menghindari tempat dengan antri panjang. Kredit Gambar: /Unsplash |
Banyak turist selalu menghindari tourist trap di Jepang. Bagi yang tidak tahu, tourist trap adalah istilah spot bisnis yang sengaja dibuat untuk menjebak wisatawan. Umumnya tempat seperti ini lebih mahal dan bukan refleksi bisnis wisata di Jepang yang sesungguhnya.
Nah, sekarang kamu tahu kalau tourist trap
harus dihindari. Terutama untuk yang cari pengalaman makan hidangan dan liburan otentik,
pasti kecewa jika harus bayar mahal di situ!
Mengapa Tempat Makan Tourist Trap di Jepang Banyak
Dihindari?
Umumnya tempat makan tourist trap identik dengan harga
standar internasional alias mahal, tetapi kualitasnya biasa saja di banding
tempat kuliner lain di Jepang. Saat lagi pengetatan aturan di Jepang, biaya mahal ini pasti bisa berlipat lagi!
Terkadang malah makanan sengaja dibuat agar sesuai lidah
wisatawan dan bukan cita rasa makanan jepang otentik. Niat, kulineran rasa
makanan Jepang asli, eh yang di lidah makanan rasa Jepang versi Amerika. Ya,
pastinya kecewa dong!
Tourist
trap biasanya menjebak karena memiliki review bagus di internet dan menawarkan
informasi dalam bahasa Inggris juga. Para wisatawan yang tidak research
mendalam soal tempat makan, pasti memilih tempat makan tourist trap tersebut
akibat informasi yang tersedia mudah diakses.
Padahal
jika ingin wisata kuliner di Jepang, lebih baik makan di restoran lokal
yang belum tentu pelayannya bisa bahasa Inggris. Kamu pasti lebih puas datang ke
tempat makan yang ramai dengan orang lokal Jepang dibanding yang ramai diisi
orang luar negeri saja!
Berbagai Tips Memastikan Tempat Main di Jepang Bukan
Tourist Trap
Bagi yang
tidak mau pengalaman wisata kuliner rusak karena salah pilih tempat makan, mari
pelajari tips menghindari tourist trap di Jepang di sini!
Ada Orang Jepang yang Promosi Tempat Wisata dengan Bahasa Inggris
Promosi di spot yang ramai pengunjung tentu saja normal,
tetapi yang tidak normal adalah target promosi tersebut. Tempat wisata yang baik
selalu mencari pelanggan umum dan tidak hanya target yang bisa bahasa Inggris
alias turis luar negeri. Cari saja tempat wisata yang pakai banner multi-bahasa agar aman.
Pelayan Langsung Tanya Apakah Kamu Bisa Bahasa Jepang
Pada tempat wisata Jepang, para pelayan dan staff di sana
selalu menyambut tamu apapun dengan bahasa Jepang. Di tempat makan yang
profesional, mereka akan memberi buku menu bagi turist luar dengan bahasa
Inggris, tapi tidak pernah tanya apa-apa soal kemampuan bahasa turist tersebut.
Hanya di tempat yang tourist trap saja yang mengajarkan
staff bertanya apakah tamu bisa bahasa Jepang. Di tempat standar Jepang, tidak
ada istilah harus tahu tamu bisa bahasa apa. Ini tanda-tanda mereka menarget
turist yang tida bisa bahasa Jepang dan menjadi target tipu-tipu menu lebih
mudah.
Makanan Mahal Saat Dibandingkan Rata-Rata Biaya Makan Umum di Jepang
Tempat makan yang baik pasti memiliki standar rata-rata yang
umum dengan standar hidup di area tersebut. Contoh saja makanan kelas menengah
pasti harganya masuk akal dibeli warga lokal. Sedangkan restoran berbintang,
cocok dengan golongan kelas atas di Jepang.
Namun, tempat makan tourist trap tidak masuk akal harganya. Masa mau makan di toko ramen biasa harganya seperti restoran bintang lima di Jepang? Seperti ini seharusnya tidak terjadi! Makannya selalu cek harga dulu dan menunya. Jika tidak masuk akal, langsung
pergi saja, jangan takut keluar resto jika memang harga tidak cocok!
Lebih Banyak Dipenuhi Tamu Wisatawan Asing
Jika tempat makan lebih ramai warga asing dibanding warga
lokal, ini sudah jadi tanda jelas. Tempat yang lebih fokus layani orang luar
pasti menyesuaikan cita rasa juga dengan standar para turis. Anda tidak akan
dapat pengalaman makanan otentik di sini.
Walaupun makanannya enak dan tempatnya nyaman, kamu akan
rugi dari segi pengalaman wisata. Pastikan cek-cek dulu tamu yang ada di tempat
makan itu sebelum memutuskan duduk makan di situ.
Terkadang Harus Antri Lama Karena Terlalu Ramai Wisatawan
Tourist trap biasanya memiliki promosi kuat dan akhirnya
mendatangkan banyak pengunjung warga asing. Masalahnya, daya tarik ini tidak
sebanding dengan kualitas layanan di situ.
Kamu akan melihat antrian panjang pada tempat makan yang di
desain untuk datangkan turis. Image positif
tempat makan pasti langsung rusak jika kamu harus berdiri antri 2 jam
hanya untuk pengalaman makan di situ.
Semoga Wisata Kamu di Jepang Terasa Otentik dan
Sukses!
Menggunakan
tips di atas, kamu sekarang bisa memilah mana tempat makan yang otentik dan
mana yang hanya tourist trap.
Semoga pengetahuan dari artikel ini berguna dan membuat tour kuliner Jepang kamu lebih sukses. Selalu ingat menghindari tourist trap di Jepang sangatlah mudah selama kamu tahu caranya!


