Ada Kabar Jepang Tolak Pekerja Restoran Asing Lagi, Bener Gak Nih?
![]() |
| Jepang tolak pekerja restoran asing untuk beberapa waktu kedepan karena kuota yang hampir habis. Kredit Gambar: /Unsplash |
Ternyata benar Jepang tolak pekerja restoran asing untuk
sementara ini. Berdasarkan laporan agensi imigrasi, mereka sementara hentikan
penerimaan visa pekerja asing sektor restoran karena ada kuota yang ditentukan.
Kuota ini ditetapkan ternyata terisi lebih cepat daripada
prediksi awal. Makanya, pada senin 13 April 2026 lalu, mereka hentikan
penerimaan visa pekerja restoran asing yang mau masuk.
Program visa “specified skilled worker” (SSW) sebenarnya
memiliki batas maksimal jumlah pekerja asing per sektor, dan untuk sektor
restoran ditetapkan sekitar 50.000 orang dalam periode lima tahun. Ternyata
kuota ini cepet banget terisinya. Antusiasme pekerja asing mengisi spot di
restoran ternyata tinggi.
Spot yang cepat terisi ini berkat naiknya permintaan tenaga kerja
dari banyak restoran di Jepang. Banyak restoran yang kewalahan dengan peningkatan
wisatawan dan butuh staff segera. Hasilnya, penyerapan tenaga kerja restoran
asing banyak terjadi hingga mendekati kapasitas full.
Setelah kondisi tersebut muncul, otoritas imigrasi
memutuskan untuk menahan sementara penerbitan visa baru di sektor ini sambil
mengevaluasi kondisi dan kebijakan yang ada. Akibatnya, banyak tenaga kerja
asing yang sedang berproses ke Jepang harus menunggu lagi kapan Jepang bisa
terbitkan visa kerja restoran lagi.
Kebijakan ini tentu menghasilkan dilemma ke banyak pihak. Di
satu sisi, pemilik restoran sangat membutuhkan tenaga kerja asing karena
kekurangan pekerja. Di sisi ada aturan kuota yang sudah final dan perlu
dipatuhi. Hal inilah yang sekarang menjadi diskusi di Jepang. Diskusi ini juga mengangkat topik solusi alternatif seperti penggunaan robot pelayan di restoran.
Apakah pemerintah akan naikan kapasitas penerimaan pekerja
asing di Jepang khusus restoran? Kalau dinaikan, seberapa banyak? Bagaimana
untuk kasus pekerja asing yang sudah registrasi SSW tinggal menunggu visa untuk
berangkat ke Jepang. Apakah mereka masih diterima?
Situasi ini juga menyoroti bagaimana kebijakan imigrasi
Jepang masih bersifat hati-hati dan terkontrol ketat, meskipun kebutuhan tenaga
kerja terus meningkat di berbagai sektor. Jepang memang sedang mengontrol orang
masuk agar tidak terjadi masalah sosial, tetapi tanpa perencanaan tepat, hasilnya
malah merepotkan banyak pihak.
Semoga kedepannya urusan Jepang tolak pekerja restoran asing
karena kapasitas tidak terulang lagi. Kasian para restoran yang mau rekrut
pekerja dan juga pekerja asing yang sudah siap masuk ke Jepang. Kondisi
sekarang harus diperhatikan banyak pihak agar tidak terjadi lagi.


