Akhirnya Beban Dompet Ringan Karena Harga Beras di Jepang Turun Terus di Awal Tahun 2026 Ini!
![]() |
| Harga beras di Jepang turun jika kamu cek supermarket di sana. Kredit Gambar: Steven Rieder/Flickr |
Berdasarkan
pengamatan per 23 Maret 2026, harga beras di Jepang turun ke harga 3.935 per
kilogram-nya. Ini adalah kabar bahagia karena ini adalah minggu ke 7 harga
beras di Jepang turun lagi.
Menurut
Kementrian Pertanian beberapa waktu lalu, harga beras di akhir Maret ini turun
43 Yen dibandingkan harga minggu lalunya! Ini adalah kabar gembira terutama
bagi WNI yang sedang kerja di Jepang.
Orang
Indonesia gak mungkin makan tanpa nasi. Namun, sejak 2025 kemarin, harga beras
mengalami kenaikan. Untungnya mulai akhir 2025 sampai Maret 2026 ini, harga
beras perlahan turun secara beruntut.
Biaya hidup magang di Jepang makin membengkak akibat
inflasi. Namun, jika harga beras bisa jadi lebih murah, para pekerja WNI paling
tidak akan terbantu. Gaji yang harus buat makan kalau dihemat bisa jadi modal
buka usaha atau pemenuhan kebutuhan keluarga di Indonesai tentunya!
Berdasarkan
data rata-rata harga di sekitar 1.000 supermarket Jepang, mereka mencatat ada
penurunan perlahan. Biaya beras yang dulunya sempat mahal di atas 4.000 Yen per
5 kilogram. Namun sekarang pemerintah terus mengontrol distribusi beras cadangan kalau harganya mendekat 4.000 Yen.
Walaupun
tidak sebesar ekspektasi, harga beras di Jepang turun secara signifikan
tahun ini. Dulu ada yang jual beras sampai 4.300 Yen per kilogram untuk beras
non-merek. Sekarang, kamu bisa dapatkan beras bermerek di range 4.000 Yen.
Berdasarkan kategori, harga rata-rata beras bermerek turun
83 yen menjadi 4.005 Yen per 5 kilogram, sementara beras campuran justru naik
27 yen menjadi 3.703 Yen. Ini adalah catatan kenaikan harga pertama dalam tujuh
minggu terakhir. Walaupun naik, besarannya tetap tidak signifikan membebani
konsumen di Jepang.
Porsi penjualan beras bermerek dalam total penjualan
meningkat 4 poin persentase menjadi 77 persen. Sepertinya karena harganya mulai
murah, konsumsi orang Jepang mulai ambil beras bermerek. Kalau dulu, dapat
beras lama saja sudah bersyukur karena harganya yang terlalu tinggi
mengakibatkan kelangkaan.
Pihak industri pertanian beras swasta juga mendorong
produksi beras mereka. Berasarkan data, diperkirakan produksi 2,21 juta hingga
2,32 ton beras dapat dicapai pada Juni 2026 besok. Target produksi ini jauh di
atas tahun lalu pada bulan sama yang hanya sekitar 1,8 hingga 2,0 juta ton
saja.
Harapan masyarakat adalah kenaikan produksi bisa bantu tekan
harga beras lagi tahun ini. Walaupun begitu, ada yang merasa sedih kondisi
turun harga beras ini tidak menyebar ke produk lainnya.
Kalau di lihat dari data, biaya belanja di Jepang memang
naik secara kesuluruhan. Bahkan, ada prdiksi 2.000 item barang di Jepang akan
menaikan harga mulai April 2026 ini. Makanya, kamu tetap harus hemat walaupun
bisa belanja beras lebih murah murah tahun ini!
Semoga kabar harga beras di Jepang turun ini bisa membantu kamu planning pengeluaran kerja di Jepang. Bagi yang tertarik kerja ke Jepang, jangan takut hanya karena biaya hidup tinggi. Daripada bergantung dengan gaji UMR saja di Indonesia, masih lebih untung biaya hidup tinggi di Jepang tapi bisa menabung di atas UMR per bulannya!


