Kok Bisa Jepang Jadi Negara Paling Kurang Tidur di Dunia, Apakah Orang Sana Baik-Baik Saja?
![]() |
| Ternyata Jepang adalah negara paling kurang tidur sedunia karena pola hidup masyarakat yang sibuk. Kredit Gambar: /Unsplash |
Sempat ada berita menyebutkan Jepang sebagai negara paling
kurang tidur. Negara Jepang terkenal maju, disiplin tinggi, dan fasilitas
lengkap. Namun ternyata ada satu hal yang justru jadi masalah besar di sana,
yaitu kebiasaan memaksakan diri hingga kurang tidur.
Orang Jepang Kurang Tidur Selama 4 Tahun
Berturut-Turut
Menurut survei global dari ResMed, Jepang kembali dinobatkan
sebagai negara paling kurang tidur di dunia selama empat tahun berturut-turut.
Berdasarkan survey, rata-rata waktu tidur masyarakat Jepang cuma sekitar 6 jam
23 menit per malam. Angka ini jadi yang paling rendah dibanding negara lain
yang ikut survei.
Kalau dibandingkan dengan standar ideal tidur orang dewasa
(sekitar 7–8 jam), jelas ini sudah jauh dari cukup. Walaupun tidak jauh, ini
tetap kurang! Apalagi mengingat hitungan ini termasuk umur muda sampai tua.
Bayangin masih kecil tapi hanya bisa tidur sekitar 6 jam setengah, pasti gak
puas! Pantes aja di Jepang dibilang negara workaholic, soalnya pada anti-tidur!
Bukan Cuma Kurang Tidur, Tapi Kurang Kesadaran
Masalahnya gak berhenti di durasi saja. Ternyata, tingkat
pemahaman soal pentingnya tidur di Jepang juga tergolong rendah. Hanya sekitar
63% orang Jepang yang tahu kalau tidur cukup bisa membantu memperpanjang usia.
Bisa diartikan, masih banyak yang belum benar-benar sadar
kalau tidur itu bukan sekadar istirahat, tapi kebutuhan penting untuk kesehatan
jangka panjang. Hal yang anehnya lagi, orang-orang Jepang malah tidak mau
mengubah kebiasaan ini!
Saat ditanya soal usaha memperbaiki kualitas tidur, jawaban
paling umum dari masyarakat Jepang ternyata “Tidak melakukan apa-apa.” Jawaban
survey ini menandakan kebiasaan hidup orang Jepang memang umum tidur lebih
pendek dari negara lain. Namun di sisi lain, banyak yang memandang ini sebagai menyerah untuk mengubah hidup lebih baik.
Walau para orang Jepang tahu punya masalah ini, mereka
merasa hal-hal lain lebih penting prioritasnya. Kebanyakan lebih mementingkan
kegiatan kerja, hiburan dan hobi daripada tidur.
Budaya Kerja Jadi Akar Masalah
Kalau ditarik lebih dalam, penyebab utamanya ada di budaya
kerja di Jepang. Pandemi kurang tidur di Jepang sudah ada dari dulu terutama di
golongan umur aktif dan produktif. Golongan ini rela korbankan tidur demi capai
target dan hasil maksimal untuk naik level karir.
Banyak pekerja Jepang yang rela melakukan hal-hal berikut:
·
kerja dengan jam panjang
·
jarang ambil cuti
·
bahkan merasa perusahaan tidak peduli dengan
kesehatan mereka
Jadi tidak aneh jika status negara paling kurang tidur jatuh
ke pangkuan Jepang. Orang Jepang lebih memilih memangkas waktu tidur daripada
mengurangi produktivitas demi tujuan karir. Akhirnya, kurang tidur bukan lagi
piliha tapi jadi kebiasaan.
Munculnya Istilah “Sleep Divorce”
Fenomena lain yang cukup unik adalah tingginya praktik sleep
divorce atau tidur terpisah dengan pasangan. Biasanya ini terjadi karena ritmen
kerja pasangan tersebut berbeda. Si istri rumah tangga tidur duluan dan suami
pulang malam karena lembur. Jepang jadi salah satu negara dengan angka
tertinggi untuk fenomena ini.
Mereka memilih opsi ini agar bisa tidur lebih nyaman tanpa
gangguan. Individu di Jepang sangat utamakan kualitas tidur, mereka tahu dapat
waktu istirahat bagus itu sangat sulit. Makanya, pasangan pilih tidur pisah
agar saat ada yang pulang terlambat, si pasangan lain tetap nyaman tidur
duluan.
Kamu Harus Bisa Adaptasi Situasi Ini Kalau Kerja di Jepang
Jepang memang negara maju, tapi bukan berarti semua aspek
hidupnya ideal. Buat kamu yang punya rencana kerja ke Jepang, ini jadi hal
penting yang harus disiapkan.
Bukan cuma soal kerja dan gaji, tapi juga:
·
Kemampuan adaptasi
·
Manajemen waktu
·
Kesehatan fisik
·
Jaga Kualitas istirahat
Makanya, jangan cuma fokus “berangkat ke Jepang”. Pastikan kamu
juga siap hidup dan kerja di Jepang. Karena kalau gak siap, kamu bisa ikut terjebak dalam
pola kerja keras tanpa istirahat seperti yang terjadi di sana sekarang.
Jangan sampai label negara paling kurang tidur berpengaruh
jadi beban bagi kamu. Kamu cukup kuatkan diri jaga diri dan pasti bisa bekerja
baik di sana!


