Ternyata 40 Persen Pencari Kerja Jepang Pakai AI, Apakah Ini Positif Untuk Lapangan Kerja di Sana?
![]() |
| Ternyata makin banyak pencari kerja Jepang memanfaatkan AI untuk kebutuhan lamaran kerja. Kredit Gambar: /Unsplash |
Survey dari
perusahaan iklan lowongan kerja Aidem, menemukan sebagian besar pencari kerja
Jepang pakai AI saat ini. Survey menemukan bahwa 41,8% pencari kerja
menggunakan AI dalam proses dapatkan kerja.
AI yang
digunakan tidak sekedar untuk membantu cari info lowongan kerja, tetapi juga
dalam membuat resume. Menurut pelaku survey, perusahaan Aidem yang berbasis di
Tokyo, temuan ini adalah hasil 371 responden yang diamati dari bulan Desember
2025 sampai Januari 2026 lalu.
Proporsi responden yang menggunakan AI generatif untuk
membuat atau merevisi resume mencapai 22,6%. Sementara itu, 21,3%
menggunakannya untuk mencari dan membandingkan informasi pekerjaan. Sedangkan
untuk 19,1% menggunakan AI untuk menyusun atau menyempurnakan surat lamaran dan
CV.
Banyak yang pencari kerja Jepang pakai AI karena memang membantu.
Apalagi untuk mencari informasi update soal kesempatan kerja. Untuk membuat
bahasa yang baik di surat lamaran, AI juga sangat berguna.
Detail Survei ini juga menanyakan frekuensi penggunaan AI
dalam kehidupan sehari-hari. Hasil jawabannya cukup menarik. Jawaban responden
berusia 30 tahun kebawah, 17,4% menjawab AI hampir digunakan tiap hari untuk
keperluan cari kerja.
Untuk responden umur yang sama, 54,7% mengaku tidak memakai
sesering itu. Frekuensi penggunaanya pada golongan responden ini lebih sedikit
yaitu sekitar dua sampai tiga kali seminggu. Atau bahkan ada yang hanya
menggunakannya beberapa kali dalam sebulan.
Di sisi lain, responden yang lebih tua menyatakan umur 40
tahun ke atas menyatakan jarang pakai AI. Mereka bahkan tidak terlalu paham tentang
AI sehingga lebih memilih mencari kerja dengan jalur tradisional. Sepertinya
penggunaan AI di Jepang untuk golongan tua masih sangat jarang.
Berdasarkan survey tersebut, penggunaan generative AI lebih
umum digunakan golongan kerja umur milenial dan Gen Z. Artinya, semakin muda
generasi akan makin terlihat dalam penggunaan AI untuk keperluan kerja di
Jepang.
Berdasarkan hasil survey ini, ditemukan bahwa cari kerja di
Jepang sekarang sudah mulai melibatkan AI. Baik itu dari proses seperti cari
informasi, sampai memperbaiki CV. Apakah pendatang asing yang mau kerja di
Jepang juga harus siap pakai AI ya?
Banyak para ahli mengatakan bahwa perusahaan harus mulai
beradaptasi dengan hal ini. Penyaringan karyawan di Jepang tidak lagi hanya
sekedar baca CV, tapi harus dari proses langsung seperti wawancara atau
teleconference. Proses ini akan membantu melihat nilai pekerja lebih baik
daripada sekedar CV yang sekarang bisa diperbaiki AI.
Kedepannya, trend pencari kerja Jepang pakai AI akan makin
umum. Perusahaan Jepang harus siap akan perubahan ini.


