Apakah Benar Ada Pandemi Kesepian di Jepang? Penelitian Terbaru Menguak Faktanya!

 

Pandemi kesepian di Jepang sedang diteliri dan memang ada trend peningkatan dari tahun ke tahun...
Kredit Gambar: Julien/Unsplash

Penelitian seputar pandemi kesepian di Jepang sudah lama menjadi perhatian. Namun, beberapa waktu terakhir ada hasil yang cukup mengagetkan hasilnya.

Penelitian soal kesepian Jepang ini dilakukan oleh mahasiswa pascasarjana bernama Momo Homma. Dirinya berasal dari Departemen Psikologi Universitas Chuo, Jepang. Penelitian ini juga dipandung oleh Profesor Kenkichi Takase untuk meta-analisis dan penyedia data lintas waktu.

Metodologi Penelitian yang Digunakan

Mereka mengambil data-data perubahan aspek kesepian di Jepang serta faktor yang berkontribusi terhadap perubahan tersebut. Hasil tersebut mengankat data dari 1983 sampai 2023 dan memisahkan data berdasarkan indikator-indikator sosial khusus..

Indikator sosial tersebut menjadi tolak ukur untuk beri gambaran kondisi hidup orang yang menjadi data. Status pernikahan, kondisi kerja dan lingkup sosial menjadi penentu yang berkaitan tentang kesepaian. Temuan yang muncul akhirnya menjadi dasar sebagai alat indentifikasi kelompok yang menjadi target intervesi kesepian dalam penelitian lanjutan.

Penelitian seperti ini sebenarnya sudah pernah dilakukan secara global oleh WHO. Namun, lingkup dan dalamnya penelitian kurang memuaskan bagi pihak Jepang. Akhirnya penelitian lanjutan yang melihat trend jangka panjang pandemi kesepian di Jepang mendapatkan dukungan.

Hasil Temua Apa yang Dihasilkan dari Penelitian Pandemi Kesepian?

Nah, hasil temuan penelitian tersebut memang menemukan adalah kenaikan skor angka kesepian dari 1983 sampai 2023. Temuan ini menunjukan ada masalah sosial Jepang yang berkembang dari tahun ke tahun dan tidak terselesaikan.

Analisa seputar kesepian ini juga menguak adanya perbedaan kesepian pada laki-laki Jepang dengan perempuan Jepang. Laki-laki jumlahnya lebih tinggi soal kesepian. Namun, dari data yang muncul, angka kesepian perempuan menunjukan trend naik lebih cepat daripada jumlah kesepian pada pria.

Jadi gak aneh kalau muncul layanan sewa jasa orang lain untuk menemani di Jepang. Contoh saja sewa pacar, sewa teman jalan dan sewa nenek tersedia di sana. Ternyata trend ini akibat peningkatan angka kesepian di laki-laki dan perempuan Jepang...

Analisa tambahan menemukan bahwa pandemi Covid-19 lalu membuat skor menanjak di semua golongan gender dan umur. Kesepian ini tentu disebabkan masalah karantina dan ketergantungan banyak pihak dengan internet. Untuk individu yang tinggal di jumlah rumah tangga kecil atua tinggal sendiri, angka kesepiannya jauh lebih tinggi selama masa pandemi tersebut,

Penelitian ini menjadi yang pertama meneliti bagaimana tingkat kesepian berubah dari waktu ke waktu di Jepang. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan besar dalam tingkat kesepian beserta faktor-faktor yang memengaruhi tren tersebut.

Jadi, ukuran kesepian pada tahun 90-an tidak bisa jadi patokan menjadi indikator akurat pada tahun 2010-an. Hal ini disebabkan pengembangan hiburan digital dan penyebaran penggunaan internet sebagai pengganti interaksi sosial.

Kesepian Pada Usia Paruh Baya dan Lansia Makin Banyak

Kesepian paruh baya di Jepang terlihat lebih naik di masa 2000-an. Hal ini terlihat dari penurunan moralitas di Jepang dan makin kecilnya angka lansia yang masih dirawat keluarga. Kebanyakan lansia di Jepang hidup sendiri di desa dan hanya dirawat oleh komunitas.

Kecilnya angka caregiver atau kaigo lansia di Jepang juga pengaruhi wabah kesepian ini. Jika sudah masuk umur 50 ke atas, dapat dipastikan akan terjadi peningkatan faktor kesepian dalam individu tersebut.

Makanya, tidak aneh jika potensi kerja kaigo di Jepang naik terus dengan adanya kondisi kesehatan ini. Usaha mengobati pandemi kesepian di Jepang dengan AI atau robot masih gagal. Mengobati kesepian tentu butuh interaksi sosial. Jadi, bagaimana menurut kamu, apakah mau menjadi staff kaigo atau caregiver di Jepang?

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru