Industri Anime Jepang Banyak Serap Kreator Asing, Apakah Animator Indonesia Punya Kesempatan?

 

Industri anime Jepang mampu serap kreator asing termasuk Indonesia!
Kredit Gambar: Wikipedia

Tahukah kamu kalau Industri anime Jepang sekarang ditopang bantuan kreator luar negeri? Dulu, industri anime Jepang identik dengan animator lokal. Sayangnya sekarang situasi sudah tidak sama! Masalah penyusutan penduduk, penghasilan animator yang kecil dan juga kondisi ekonomi, membuat animator menyusut jumlahnya.

Bisa dibilang situasinya mulai berubah cukup besar di era global. Daripada bergantung kembangkan staff animator lokal ataupun naikan upah mereka, banyak perusahaan animasi Jepang menggunakan kreator asing.

Bukti Peranan Kreator Asing Pada Industri Anime Jepang

Animator asing di Jepang bekerja dengan dua mode. Pertama datang langsung ke Jepang untuk bekerja di perusahaan sebagai animator. Sedangkan versi kedua adalah freelance dengan remote work. Jadi, si animator asing kerja dari negaranya dan kirim hasilnya ke perusahaan Jepang secara digital.

Kalau gak percaya, kamu bisa cek buktinya pada saat pengerjaan film Suzume karya Makoto Shinkai. Dalam proyek itu, ada animator asal Rusia bernama Anita Kim yang ikut terlibat dalam produksinya.

Menariknya, Anita awalnya cuma fans anime seperti Naruto saat kecil. Namun karena terlalu tertarik dengan anime Jepang, ia belajar bahasa Jepang lalu pindah ke Tokyo untuk sekolah animasi. Dirinya termasuk pada versi pertama kreator asing yang pindah ke Jepang untuk jadi animator di bawah perusahaan.

Kalau versi freelance, kamu bisa cek profile dari Kay Yu, yang sudah sering kerja di banyak animasi Jepang tapi gak tinggal di Jepang! Berikut adalah postingan dirinya bekerja di anime Umamusime Cinderella Gray tahun 2025 lalu:

Kebanyakan animator asing yang berhasil masuk ke Industri Jepang awalnya hanya fans. Namun, mereka mengasah kemampuan sendiri, promosi di sosial media tentang kemampuan mereka dan akhirnya di rekrut pihak Jepang.

Hal ini sudah terjadi sejak lama. Jadi, gak aneh kalau pekerjaan freelance animator dari banyak negara bisa beri akses jadi animator anime di era sekarang ini!

Masalah Kekurangan Animator Makin Dirasakan Jepang

Penyebab utama penyerapan tenaga kerja asing di industri anime Jepang adalah kekurangan staff. Industri anime Jepang sekarang memang sedang kekurangan tenaga kerja akibat penyusutan penduduk yang terus terjadi. Karena itu, kehadiran kreator asing jadi bantuan besar bagi studio anime.

Data JAniCA menunjukkan jumlah pekerja asing di industri animasi Jepang terus naik dalam beberapa tahun terakhir. Namun, masuk ke industri anime Jepang ternyata tidak mudah. Selain harus bisa menggambar, animator asing juga perlu kemampuan bahasa Jepang yang cukup tinggi.

Selain itu, teknologi industri animasi terus berkembang. Terkadang animator 2D harus belajar animasi teknik 3D di aplikasi seperti Belender untuk menghasilkan karya sesuai standar industri Jepang. Jadi gak aneh kalau orang-orang luar negeri yang bisa masuk ke industri Jepang hanya mereka yang benar-benar punya talenta dan kemampuan kerja tinggi!

Bukan Cuma Kerja di Jepang Saja

Hal menarik lain adalah sistem kerja anime sekarang mulai lebih global. Beberapa animator asing yang pernah bekerja di Jepang tetap bisa menerima proyek anime walaupun sudah pulang ke negaranya.

Contohnya Wan Weng Liek dari Malaysia yang pernah bekerja di studio OLM Digital Tokyo. Setelah kembali ke Malaysia, ia masih menerima pekerjaan anime Jepang secara remote.

Kalau di Indonesia, animator dengan nama Aswin Nur Cahya sudah punya portofolio yang bagus juga. Ia bekerja di anime Digimon Ghost Game dan Rascal Does Not Dream of a Sister Venturing Out.

Setelah bisa jadi animator yang kerja di Jepang, dirinya membuat perusahaan Jiva Animation, sesuai info dari LinkedIn miliknya! Keren bukan?

Sekarang bahkan lebih dari 300 studio luar negeri ikut membantu produksi anime Jepang, terutama dari China dan Korea Selatan. Karena itu, pembuat anime Jepang sekarang bukan lagi sepenuhnya industri lokal. Sistem produksinya mulai internasional.

Dari kondisi global ini, kamu bisa punya harapan lebih sebagai orang Indonesia! Kamu bisa coba asah kemampuan bahasa Jepang, menggambar, animasi dan editing. Kalau memiliki kemampuan lebih, bisa saja kamu masuk ke industri anime Jepang kedepannya!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru