Kabarnya Salon Rambut di Jepang Banyak yang Bangkrut, Emang Kenapa Alasannya?

 

Salon rambut di Jepang sedang kena masalah kebangkrutan di mana-mana beberapa tahun terakhir.
Kredit Gambar: Giorgio Trovato/Unsplash

Eh, beneran salon di Jepang banyak yang tutup? Dulu kayaknya pernah ada kabar kalau wisatawan banyak yang cari salon Jepang, kok sekarang malah pada bangkrut? Ada apa nih?

Ternyata ini berhubungan dengan data statistic bisnis di Jepang. Banyak salon-salon yang ternyata benar tutup beberapa tahun terakhir ini. Kabarnya usaha ini populer di era dulu karena dianggap cukup stabil karena orang pasti butuh potong rambut. Namun, sekarang kondisi sudah berubah drastis!

Di tahun 2025 lalu,  teratat jumlah salon yang bangkrut di Jepang mencapai angka tertinggi, yaitu sekitar 235 kasus. Angka tutup ini lebih tinggi dibanding masa pandemi.

Saat ditelusuri lebih lanjut, penyebab utama salon Jepang bangkrut adalah peningkatan biaya operasi salon. Saat inflasi melanda Jepang, harga-harga pasti naik, termasuk layanan salon. Masalahnya, saat harga naik, masyarakat mulai menghemat dan kurangi pengeluaran ke salon.

Beban operasional yang naik tapi pendapatan dari customer turun pasti fatal untuk bisnis. Inflasi membuat harga listrik, kebutuhan produk rambut, sampai biaya operasional salon yang lain naik semua!

Sebagai alternatif, banyak orang Jepang makin kritis memilih salon. Banyak orang sekarang memilih salon murah atau tempat potong rambut cepat seperti QB House. Nah, kondisi ini membuat salon kecil makin sulit bersaing.

Menariknya, banyak orang Jepang justru merasa masalah utamanya bukan hanya ekonomi. Namun karena jumlah salon yang terlalu banyak.

Ada komentar warga Jepang yang muncul di sosial media diskusi soal ini. Saat berita banyak salon tutup di Jepang, mereka menunjuk pada jumlah salon yang terlalu banyak, bukan soal pergerakan ekonomi yang resesi. Komentar yang paling banyak muncul antara lain:

·         “Dalam satu blog tempat bisa ada lebih dari satu salon, ini terlalu banyak.”

·         “Populasi Jepang makin dikit, tapi layanan salon masih banyak, jelas bakal pada tutup.”

·         “Di dekat rumah saya ada 4-5 salon padahal konbini cuma ada 2.”

Faktanya memang cukup mengejutkan. Jepang punya sekitar 250 ribu salon rambut, sementara jumlah traffic light hanya sekitar 210 ribu. Perbandingan ini bisa menggambarkan sebanyak apa salon di Jepang saat ini!

Masalah kebangkrutan di Jepang sebenarnya terjadi di banyak sektor usaha. Namun, hanya salon yang terlihat paling parah karena jumlahnya yang banyak.

Selain persaingan akibat banyaknya salon di Jepang, banyak salon kecil juga kesulitan mencari pegawai. Stylist lebih tertarik kerja di salon besar dengan gaji dan keamanan kerja yang lebih jelas.

Sementara itu, pegawai muda yang baru lulus sekolah kecantikan sering memilih keluar untuk membuka usaha salon sendiri. Akibatnya, salon kecil makin kesulitan bertahan.

Sekarang makin jelas kalau masalah salon di Jepang tutup karena kombinasi banyak faktor. Mudah-mudahan kondisi bisnis salon di sana tidak makin memburuk karena banyak orang bergantung pada usaha tersebut.

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru