Ada Aturan Denda Buang Sampah Sembarangan di Shibuya Sekarang, Pastikan Kamu Paham!
![]() |
| Denda buang sampah sembarangan di Shibuya sudah berlaku, pastikan kamu jaga kebersihan kalau ke sana! Kredit Gambar: ε/Flickr |
Tahukah kamu kalau ada
aturan denda buang sampah sembarangan di Shibuya? Aturan ini beda dengan denda
salah buang sampah pada umumnya! Aturan ini lebih mirip ketentuan di Singapura
yang tergolong ketat.
Alasan Perubahan Aturan Denda Sampah di Shibuya
Aturan ini diajukan
karena banyak wisatawan membuang sampah sembarangan di kawasan wisata populer
Shibuya, Jepang. Denda yang dikenakan sekitar 2.000 Yen atau 220.000 Rupiah.
Penegakan aturan ini akan berlaku untuk sambut musim ramai ramai liburan musim
panas Jepang yang sebentar lagi datang.
Sistem penagihan denda tersebut mulai diterapkan pada hari Senin di Distrik Shibuya. Daerah ini terkenal sebagai pusat bisnis dan hiburan yang juga menjadi lokasi persimpangan terkenal Shibuya Crossing. Jumlah orang yang lewati area ini setiap harinya rata-rata ada 500.000 orang. Kalau lagi weekend dan musim ramai pengunjung, jumlah orang yang lewat bisa sampai 2,5 juta orang!
Jumlah yang banyak ini
pasti mendatangkan banyak sampah. Makanya, gak heran kalau penerapan aturan
sampah baru di Jepang ditargetkan pada area Shibuya terlebih dahulu.
Demi mengurangi
sampah, tentu fasilitas pembuangannya juga harus disiapkan. Untuk akomodasi,
pemerintah daerah Tokyo sudah mengarahkan pemilik toko makanan dan minuman
untuk sediakan tempat sampah sendiri. Kalau tidak sedia tempat sampah, usaha
mereka bisa kena denda.
Jumlah Wisatawan yang Tinggi di Jepang Menjadi Penyebab
Masalah Sampah
Dari data yang ada, Jepang mencatat rekor kedatangan 42,7 juta wisatawan asing sepanjang
tahun 2025. Sebagian wisatawan
tersebut datang ke lokasi terkenal Jepang yaitu Tokyo, Kyoto dan Osaka. Jadi,
ada kemungkinan besar area tersebut bakal terbebani lebih banyak sampah.
Kebanyakan sampah yang
ditemukan di spot-spot ramai wisata tersebut antara lain botol minuman, kaleng
minuman, sisa makanan streetfood, kemasan permen, bungkus roti dan sampah
kertas tempat makanan.
Nih, contoh ada yang posting laporan kelakuan wisatawan yang banyak buang sembarangan:
Fuji TV is airing a segment about Korean tourists in Tsushima. Main points: They outnumber the locals, behave rudely, can't dispose of trash properly, smoke on the street, think Korea has a territorial claim on the island, and are buying up land around a Japanese naval base. pic.twitter.com/ZzhNk12d0Y
— Jeffrey J. Hall π―π΅πΊπΈ (@mrjeffu) July 13, 2019
Di Shibuya, sampah
seperti itu juga ada, tapi ada jenis lain yang membuat pejabat setempat
langsung ajukan aturan denda. Sampah tersebut adalah bekas minuman beralkohol
dan rokok. Makanya, untuk mengurangi masalah dua aspek sampah yang meresahkan
tersebut, aturan denda diterapkan pada Shibuya sejak Senin 1 Juni 2026 lalu.
Kalau aturan denda ini
berhasil mengurangi masalah sampah di spor ramai Jepang, kedepannya penerapan
akan lebih merata. Masih banyak spot ramai wisata di Jepang yang butuh
restriksi aturan ketat seputar sampah juga!
Implementasi Aturan Denda Buang Sampah Sembaragan di
Shibuya
Kalau
petugas melihat ada yang buang sampah sembarangan, mereka akan langsung denda
pihak tersebut di tempat. Pembayaran denda dapat dilakukan
menggunakan uang tunai, kartu kredit, maupun kode QR.
Pemerintah daerah menyatakan bahwa hingga 50
petugas akan diterjunkan untuk berpatroli di lingkungan sekitar dan menegakkan
aturan tersebut. Jadinya, spot-spot
yang biasanya terlewat dengan patroli biasa akan tercover untuk pengawasan.
Demi kenyamanan
bersama, pemerintah daerah juga himbau banyak wisatawan untuk membawa kantong
sendiri. Hal ini dilakukan dengan memasang rambu dan arahan tidak buang sampah
sembarangan.
Tempat sampah umum memang terkenal sulit
ditemukan di Jepang. Dalam survei pemerintah tahun lalu, kurangnya tempat sampah umum
menjadi keluhan terbesar wisatawan asing. Lebih dari 20% dari sekitar 4.000
responden menyebut hal tersebut sebagai ketidaknyamanan utama selama berkunjung
ke Jepang.
Namun sekarang,
alternatif yang diajukan sudah ada, yaitu penyediaan tempat sampah dari pemilik
usaha di sekitar Shibuya. Selain itu, arahan membawa kantong untuk tempat
sampah sementara juga diberikan.
Predikisi Kedepan Soal Kondisi Wisata di Jepang
![]() |
| Tampilan kepadatan wisatawan di Jepang yang sebabkan aturan denda buang sampah sembarangan. Kredit Gambar: /Unsplash |
Banyak
pihak merasa pariwisata Jepang akan terus meningkat. Walaupun sekarang sedang
ada krisis global yang mengurangi kemampuan ekonomi wisatawan, daya tarik
Jepang masih kuat.
Aspek lemahnya nilai tukar Yen dibanding USD menjadi faktor. Banyak wisatawan dari negara mata uang kuat memandang main ke Jepang sebagai opsi menarik. Selain murah, daya tarik Jepang masih kuat juga di internet.
Sayangnya,
prediksi ini mengharuskan banyak pihak Jepang lebih siap untuk menampung para
pendatang tersebut. Fasilitas umum adalah salah satu kendala.
Contoh saja, Di Kota Fujiyoshida yang berada dekat Gunung Fuji, meningkatnya jumlah wisatawan menyebabkan kemacetan lalu lintas yang berkepanjangan. Jalan yang sebelumnya digunakan warga terlalu penuh kalau harus akomodasi wisatawan jumlah banyak.
Aspek masalah sampah juga menjadi pertimbangan tersendiri di Kota Fujiyoshida tersebut. Aktivitas wisatawan yang tinggi konsumsi, membuat tampungan sampah meningkat berkali-kali lipat.
Nah, agar bisa tetap
menikmati peningkatan pemasukan dari pariwisata dengan aman, pemerintah Jepang
sudah siapkan banyak strategi. Beberapa diantaranya adalah pajak khusus
wisatawan asing, pembedaan harga layanan fasilitas pada wisatawan asing dan juga
mengarahkan control keramaian agar tidak hanya terpusat di spot-spot tertentu.
Mudah-mudahan
implementasi aturan ini bisa lancar. Selain itu, semoga aturan denda buang sampah sembaragan di Shibuya bisa kurang masalah sampah di sana!



