Kopi Menjadi Trend Pertanian Jepang yang Terbaru, Apakah Benar Bisa Profit Banyak?

 

Kopi menjadi highlight trend pertanian Jepang yang baru-baru ini naik daun.
Kredit Gambar: Jonah Löffler/Unsplash

Kalau bicara trend pertanian Jepang, topik soal buah-buahan dan beras menjadi hal yang mudah dipahami. Namun, belakangan muncul fenomena yang cukup mengejutkan. Jepang yang selama ini dikenal sebagai negara penggemar kopi, justru mulai serius mencoba menanam kopi sendiri.

Padahal selama puluhan tahun Jepang hampir sepenuhnya bergantung pada impor. Lalu kenapa sekarang banyak perusahaan tiba-tiba tertarik membuka kebun kopi?

Alasan Jepang Mulai Menanam Kopi Sendiri

Cafe kopi Jepang yang menjadi populer dan meningkatkan demand pertanian kopi di sana.
Kredit Gambar: /Flickr

Ternyata Jepang mulai menanam kopi sendiri akibat perubahan iklim di sana. Naiknya suhu rata-rata di berbagai daerah Jepang mulai terjadi. Hal ini membuat beberapa wilayah Jepang yang dulu dianggap terlalu dingin cuacanya menjadi lebih cocok untuk tanaman kopi sekarang.

Kalau butuh contoh nyatanya, kamu bisa cek perusahaan DyDo Group. Perusahaan minuman ini mulai menanam sekitar 1.300 pohon kopi di Prefektur Chiba sejak 2021 dan menargetkan panen pertama pada 2027.

Gak Cuma produsen minuman ini saja. Perusahaan konstruksi Kudo Corp juga ikut terjun ke sektor pertanian kopi ini dengan menanam sekitar 2.000 pohon kopi di wilayah yang sama.

Saat ini media Jepang melaporkan bahwa proyek produksi biji kopi Jepang sudah muncul di sekitar 14 prefektur, mulai dari Okinawa hingga kawasan Kanto. Inilah bukti kalau popularitas industri kopi di Jepang memang sangat kuat sampai pengaruhi trend pertanian di sana.

Popularitas Industri Kopi di Jepang Jadi Pendorong Utama

Cafe di Jepang makin menjamur dan menjadi industri yang menguntungkan di sana.
Kredit Gambar: Takafumi Yamashita/Unsplash

Di balik trend pertanian Jepang  ini ada pasar yang sangat besar. Popularitas industri kopi di Jepang terus meningkat dari tahun ke tahun. Masyarakat Jepang mengonsumsi sekitar 400 ribu ton kopi setiap tahun, menjadikannya salah satu pasar kopi terbesar di dunia.

Masalahnya, hampir seluruh kebutuhan tersebut masih berasal dari impor. Ketika harga kopi dunia melonjak akibat cuaca ekstrem di Brasil dan Vietnam, biaya impor ikut naik. Situasi inilah yang membuat sebagian perusahaan mulai mencari alternatif jangka panjang melalui budidaya lokal.

Belum lagi lemahnya Yen dan masalah biaya distribusi antar negara yang terus naik menyebabkan impor kopi makin terasa berat. Namun, kalau bisa hasilkan kopi sendiri, persoalan harga ini bisa ditekan lebih mudah bukan?

Apakah Perusahaan Jepang Bisa Untung Besar Dari Produksi Biji Kopi Sendiri?

Kalau soal bisa untung besar atau tidak, ini susah dijawab pasti! Secara jumlah produksi, Jepang jelas sulit bersaing dengan negara produsen besar seperti Brasil atau Vietnam.

Selain itu, trend penanaman kopi di sana masih pada tahap awal dan hanya dilakukan beberapa perusahaan. Banyak perusahaan pertanian di Jepang yang masih enggan menyentuh penanaman kopi.

Walaupun belum bisa produksi jumlah besar, bukan berarti Jepang tidak bisa hasilkan untung. Produksi biji kopi Jepang lebih ditujukan untuk pasar kopi premium yang serba mahal!

Banyak pelaku usaha ingin menjual kopi lokal Jepang sebagai produk premium dengan cerita yang unik. Mirip seperti buah premium Jepang yang dijual dengan harga jauh lebih tinggi dibanding produk biasa.

Branding ini mirip dengan daging wagyu Jepang. Mereka memang produksi kopi lebih sedikit tapi menjual dengan harga mahal sehingga bisa hasilkan keuntungan yang tinggi juga.

Produksi Jepang memang tidak perlu diragukan Kalau kualitasnya berhasil dijaga, nilai jual kopi produksi Jepang ini bisa sangat menarik meski produksinya terbatas.

Selain itu, Jepang menjual brand kopi premium dengan tambahan ekstra seperti wisata. Berikut ada contohnya tempat wisata kebun kopi di Jepang:

Masa Depan Trend Pertanian Kopi di Jepang

Menariknya, fenomena ini menunjukkan bagaimana trend pertanian Jepang mulai berubah. Dulu petani Jepang fokus pada komoditas tradisional seperti beras dan teh. Sekarang mereka mulai mencoba tanaman yang sebelumnya dianggap mustahil tumbuh di Jepang.

Apakah kopi akan menjadi komoditas besar berikutnya? Kalau soal ini masih terlalu dini untuk memastikan. Para pengamat masih perlu melihat pergerakan industri pertanian kopi Jepang sekitar 3-5 tahun ke depan.

Walaupun begitu, ada satu hal yang jelas! Kenaikan harga kopi dunia dan perubahan iklim sedang membuka peluang baru yang bahkan tidak terpikirkan beberapa tahun lalu di Jepang.

Bisa saja, suatu hari nanti, Jepang bisa jadi produsen kopi premium yang banyak dicari dan bahkan mengalahkan negara-negara yang sudah terkenal dengan kopi-nya! Biarkan waktu yang membuktikan apakah trend pertanian Jepang ini bisa menjadi sejarah yang menarik di industri kopi dunia!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru