Mengapa Banyak Orang Tua Tetap Mau Bekerja di Jepang? Ternyata Begini Faktanya!
![]() |
| Orang tua tetap bekerja di Jepang makin umum, ternyata mereka terpaksa lakukan ini demi kebutuhan harian. Kredit Gambar: /Unsplash |
Ketika membayangkan masa pensiun, banyak orang mungkin membayangkan hidup santai di rumah, menikmati waktu bersama keluarga, atau menjalankan hobi yang selama ini tertunda.
Namun di Jepang, kenyataannya sedikit berbeda. Banyak lansia Jepang justru ingin tetap bekerja meskipun sudah melewati usia pensiun. Bahkan
survei pemerintah Jepang terbaru menunjukkan bahwa hampir 40 persen warga
berusia 65 tahun ke atas masih ingin terus bekerja untuk mendapatkan
penghasilan.
Fenomena ini sering membuat orang luar bertanya-tanya.
Apakah orang Jepang bekerja terus karena terpaksa? Atau ada alasan lain di baliknya?
Banyak Lansia Jepang Memang Masih Bekerja
Keinginan untuk terus bekerja ternyata bukan sekadar wacana.
Data pemerintah menunjukkan jumlah pekerja berusia 65 tahun ke atas di Jepang
terus meningkat selama lebih dari dua dekade. Pada tahun 2023, jumlah pekerja
lansia mencapai sekitar 9,1 juta orang, menjadi rekor tertinggi dan menandai
kenaikan selama 20 tahun berturut-turut.
Artinya, bekerja di usia lanjut bukan lagi hal yang dianggap
luar biasa di Jepang. Bagi banyak orang, hal tersebut sudah menjadi bagian dari
kehidupan normal.
Alasan Utama Tetap Bekerja di Usia Tua Adalah Menambah
Penghasilan
Meski sering digambarkan sebagai masyarakat yang sangat
rajin bekerja, alasan utama lansia Jepang tetap bekerja ternyata cukup
sederhana. Mereka membutuhkan tambahan penghasilan.
Laporan White Paper on Aging Society yang diterbitkan
pemerintah Jepang menunjukkan bahwa alasan paling banyak disebut oleh lansia
yang ingin terus bekerja adalah kebutuhan ekonomi.
Hal ini tidak berarti seluruh lansia Jepang mengalami kesulitan keuangan. Namun meningkatnya biaya hidup dan harapan hidup yang semakin panjang
membuat banyak orang merasa lebih nyaman jika tetap memiliki pemasukan tambahan
setelah pensiun.
Bekerja Dianggap Membantu Menjaga Kesehatan
Menariknya, uang bukan satu-satunya alasan. Dalam survei
yang sama, banyak responden menyatakan bahwa bekerja membantu mereka menjaga
kesehatan, tetap aktif, dan memperlambat proses penuaan.
Bagi sebagian lansia Jepang, pekerjaan bukan hanya sumber
penghasilan. Pekerjaan juga menjadi cara untuk menjaga rutinitas, aktivitas
fisik, dan interaksi sosial.
Karena itu, tidak sedikit orang yang tetap bekerja meskipun
sebenarnya sudah memiliki tabungan atau pensiun yang cukup.
Banyak yang Ingin Bekerja Sampai Usia 70 Tahun atau Lebih
Keinginan bekerja di usia lanjut ternyata sangat tinggi.
Data White Paper on Aging Society tahun 2025 menunjukkan lebih dari 80 persen
pekerja Jepang berusia 60 tahun ke atas ingin tetap bekerja hingga sekitar usia
70 tahun atau bahkan lebih lama. Sebagian di antaranya bahkan menyatakan ingin
bekerja selama kondisi fisik masih memungkinkan.
Temuan ini menunjukkan bahwa konsep pensiun total di usia 60
atau 65 tahun semakin berubah di Jepang.
Pemerintah Jepang Mendukung Lansia Tetap Bekerja
Melihat perubahan demografi yang terjadi, pemerintah Jepang
juga aktif mendorong terciptanya kesempatan kerja bagi lansia.
Berbagai kebijakan dibuat untuk membantu perusahaan
mempertahankan pekerja yang lebih tua, memperpanjang masa kerja, serta
menyediakan kesempatan kerja yang lebih fleksibel bagi masyarakat lanjut usia.
Jepang bahkan memiliki berbagai program yang membantu lansia
menemukan pekerjaan ringan atau paruh waktu sesuai kemampuan mereka.
Jepang Menghadapi Tantangan Populasi Menua
Fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari kondisi demografi
Jepang. Jumlah penduduk usia kerja terus menurun, sementara jumlah lansia terus
meningkat. Dalam situasi seperti ini, partisipasi tenaga kerja lansia menjadi
semakin penting bagi perekonomian Jepang.
Karena itu, Jepang kini menjadi salah satu negara dengan
tingkat partisipasi kerja lansia tertinggi di antara negara-negara maju.
Bukan Sekadar Terpaksa Bekerja
Ketika melihat lansia Jepang masih aktif bekerja, banyak
orang langsung menganggap mereka melakukannya karena terpaksa. Padahal
kenyataannya lebih kompleks.
Sebagian memang bekerja karena alasan ekonomi. Namun banyak
pula yang merasa pekerjaan membantu mereka tetap sehat, produktif, dan
terhubung dengan masyarakat.
Bagi banyak orang Jepang, pensiun bukan berarti berhentiberkarya. Justru setelah memasuki usia lanjut, mereka ingin tetap aktif selama
masih mampu melakukannya.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana masyarakat Jepang mulai memandang usia tua dengan cara yang berbeda. Bukan sebagai akhir dari aktivitas produktif, melainkan sebagai fase kehidupan yang masih bisa diisi dengan pekerjaan, kontribusi sosial, dan tujuan hidup yang bermakna.


