4 Hal Penting bagi Kamu yang Pertama Kali Liburan ke Jepang! Sudah Tahu Belum?
![]() |
| Orang yang pertama kali liburan ke Jepang wajib tahu berbagai hal penting ini! Kredit Gambar: /Unsplash |
Kalau pertama kali liburan ke Jepang, jangan hanya
sibuk mencari tempat wisata yang ingin dikunjungi. Kamu juga perlu memahami
kebiasaan, aturan dan kondisi di sekitar agar perjalanan tetap aman serta tidak
mengganggu masyarakat setempat.
Jepang memang terkenal tertib dan aman. Namun,
JNTO sendiri mengingatkan wisatawan pemula untuk mempelajari informasi dasar
sebelum datang, termasuk adat, transportasi, penyimpanan barang, hukum lokal
dan kondisi darurat.
1. Jangan Bawa Koper Besar Sembarangan
Koper besar bisa menjadi masalah ketika kamu
harus berpindah menggunakan kereta atau bus yang ramai. Koper besar dipandang sangat merepotkan bagi
yang membawa dan orang-orang di sekitarnya saat kamu sudah di Jepang!
Bukan berarti membawa koper besar dilarang.
Namun, JNTO menyarankan wisatawan menggunakan layanan luggage delivery atau
loker stasiun agar barang tidak menghalangi jalan dan mengganggu penumpang
lain.
Layanan pengiriman bagasi tersedia di bandara
besar seperti Narita, Haneda dan Kansai. Jadi, setelah tiba di Jepang, kamu
bisa mengirim koper langsung ke hotel dan berjalan-jalan dengan barang yang
lebih ringan.
2. Jangan Memaksakan Diri Masuk Area Berbahaya
Jepang memiliki banyak lokasi yang sangat
bagus untuk difoto. Namun, bukan berarti semua tempat boleh dimasuki. Walaupun banyak tempat astetik, kamu juga
harus perhatikan rambu dan peraturan di situ!
Salah satu contoh yang pernah terjadi adalah
wisatawan di Otaru yang meninggal setelah masuk ke area rel kereta untuk
mengambil foto. Kejadian tersebut menunjukkan bahwa mengejar foto bagus bisa
berubah menjadi bahaya jika wisatawan mengabaikan batas keamanan.
Karena itu, perhatikan rambu seperti larangan
masuk, area pribadi, batas jalur dan peringatan bahaya. Menghormati batas
tersebut termasuk halpenting bagi wisatawan di Jepang, terutama ketika
mengunjungi tempat yang belum familiar.
Risiko juga tidak hanya berasal dari
kendaraan. Beberapa wilayah Jepang memiliki risiko beruang dan satwa liar,
sehingga wisatawan perlu memperhatikan informasi lokal sebelum masuk kawasan
alam.
3. Pelajari Etika Transportasi dan Tempat Umum
Kereta Jepang memang terkenal nyaman, tetapi
ada kebiasaan yang sebaiknya kamu ikuti. Misalnya, antre di sisi pintu agar penumpang yang
turun bisa keluar terlebih dahulu.
Saat berada di dalam kereta atau bus, gunakan
suara pelan dan hindari berbicara melalui telepon. Kursi prioritas juga
sebaiknya diberikan kepada orang yang membutuhkan. Kebiasaan sederhana
seperti ini membuat perjalanan lebih nyaman bagi kamu dan orang lain.
4. Jangan Abaikan Aturan Lokal
Setiap tempat bisa memiliki aturan yang
berbeda. Karena itu, jangan beranggapan bahwa kebiasaan yang diperbolehkan di
Indonesia otomatis boleh dilakukan di Jepang.
Contohnya, aturan merokok berbeda menurut
lokasi dan banyak area publik menyediakan tempat khusus untuk merokok. Merokok
sambil berjalan juga dapat dilarang dan di beberapa tempat dapat dikenakan
denda.
Perhatikan juga aturan di restoran, ryokan,
tempat wisata, kuil dan fasilitas umum. Jika tidak yakin, bertanya kepada staf
justru merupakan pilihan yang baik. JNTO sendiri menyarankan wisatawan untuk
bertanya ketika tidak memahami kebiasaan setempat.
Selalu Perhatikan Aturan di Jepang Saat Berkunjung ke
Sini!
Pada akhirnya, aturan berwisata ke Jepang
sebenarnya tidak dibuat untuk mempersulit wisatawan. Banyak di antaranya
bertujuan menjaga keselamatan, kenyamanan dan hubungan antara wisatawan dengan
masyarakat lokal.
Jadi, kalau ini pertama kali liburan ke
Jepang, jangan hanya siapkan itinerary. Siapkan juga pengetahuan agar
perjalananmu lebih aman dan nyaman. Kalau tertarik jalur ke Jepang lebih menguntungkan, jangan cuma wisata, kerja di sana sekalian dengan melalui IM Japan!


