Netizen Jepang Debat Soal Game Nodusfall, Beneran Jiplak Elden Ring dan Monster Hunter?

 

Netizen Jepang debat soal game Nodusfall yang astetiknya mirip Elden Ring dan Monster Hunter.
Kredit Gambar: @Nodusfall/X.com

Netizen Jepang debat soal game Nodusfall bermunculan di sosial media, terutama di X.com. Hal ini terjadi setelah game baru HoYoverse tersebut diperkenalkan dalam ajang gamescom 2026. Bukannya hanya membahas gameplay-nya, banyak pemain Jepang justru langsung membandingkan tampilan game ini dengan Elden Ring dan Monster Hunter.

Menariknya, perdebatan tersebut muncul karena Nodusfall terasa sangat berbeda dari game HoYoverse sebelumnya. Kalau biasanya HoYoverse identik dengan karakter anime dan dunia penuh warna, kali ini mereka membawa dunia dark fantasy dengan visual yang jauh lebih realistis.

Berikut ada trailernya kalau kamu mau melihat langsung tampilan gamenya:

Game Baru HoYoverse Ini Bikin Banyak Orang Gempar

Nodusfall diperkenalkan pada Opening Night Live gamescom 2026 sebagai game action multiplayer dengan dunia fantasi yang terinspirasi berbagai mitologi.

Pemain berperan sebagai "Weaver" dan dapat bekerja sama menghadapi berbagai monster besar. HoYoverse juga memperlihatkan pertarungan melawan makhluk seperti naga dan monster raksasa.

Konsep ini langsung menarik perhatian karena terasa berbeda dari Genshin Impact, Honkai: Star Rail maupun Zenless Zone Zero. Karya HoYoverse sebelumnya memiliki astetik anime, sekarang jadi dark fantasy ala Elden Ring!

Sayangnya, perubahan gaya tersebut yang membuat perbandingan dengan game lain semakin mudah muncul. Apalagi beberapa pose karakter di game tersebut mirip karakter di Elden Ring.

Kenapa Netizen Jepang Membandingkannya dengan Elden Ring?

Salah satu komentar yang paling sering muncul adalah Nodusfall terasa seperti perpaduan Elden Ring dan Monster Hunter. Hal ini banyak muncul di netizen Jepang setelah ada postingan berita dari akun @denfaminicogame di X.com. Berikut postingannya:

Dari sisi visual, beberapa pemain melihat atmosfer dark fantasy dan desain dunia Nodusfall mengingatkan mereka pada game-game soulslike. Media Jepang 4Gamer sendiri menyebutnya sebagai game bergaya soulslike dengan nuansa pertarungan monster besar yang terasa seperti Monster Hunter.

Di media sosial Jepang, bahkan muncul istilah 「パクリ」(pakuri) yang biasa digunakan untuk menuduh sebuah karya terlalu menjiplak karya lain.

Beberapa akun Jepang membandingkan desain monster, gerakan karakter dan adegan tertentu dengan Monster Hunter atau Elden Ring. Ada pula yang mengatakan Nodusfall terlalu jelas mengambil berbagai elemen dari kedua game tersebut.

Berikut contoh yang membandingkan Nodusfall dengan dua game tersebut:

Inilah yang kemudian membuat isu plagiarisme Nodusfall viral di media sosial Jepang. Di satu sisi banyak yang mengatakan HoYoverse gak kreatif dan hanya ambil konsep, animasi dan karakter dari game lain. Di sisi lainnya, banyak yang membandingkan itu hanya mirip dan merupakan inspirasi saja.

Tapi Apakah Nodusfall Benar-Benar Plagiat?

Jawabannya tentu belum bisa dipastikan. Hanya pihak-pihak terkait seperti From Software atau Capcom yang bisa menentukan hal ini di meja hukum. Ini bagian yang penting supaya tidak salah memahami perdebatan tersebut.

Sejauh informasi yang tersedia sekarang, belum ada bukti bahwa HoYoverse mengambil aset, model, animasi atau data asli dari FromSoftware maupun Capcom. Hal yang sedang diperdebatkan netizen Jepang adalah kemiripan gaya, mekanik dan desain, tapi belum tentu mencuri.

Bahkan ada netizen Jepang yang justru menganggap tuduhan berlebihan. Mereka berpendapat bahwa game baru memang sering mengambil inspirasi dari genre yang sudah berkembang dan yang lebih penting adalah bagaimana pengembang mengolahnya menjadi pengalaman baru. Jadi, belum tepat mengatakan HoYoverse terbukti menjiplak game lain.

Ini sama saja seperti kejadian lama saat Genshin baru rilis. Banyak yang heboh mengatakan ini adalah plagiat dari Zelda Breath of the Wild. Namun, sampai saat ini belum ada tindakan legal dari Nintendo yang membuktikan tuduhan tersebut memang plagiat.

Netizen Jepang ada yang Senang HoYoverse Keluar dari Zona Nyaman

Di tengah kritik, ada juga pemain yang justru tertarik. Alasannya sederhana. Mereka sudah terbiasa melihat HoYoverse membuat game dengan gaya anime. Nodusfall memberikan sesuatu yang berbeda dengan dunia realistis, pertarungan monster besar dan konsep multiplayer.

Bahkan ada pemain Jepang yang mengatakan mereka tidak terlalu mempermasalahkan kemiripan selama game tersebut memang menyenangkan untuk dimainkan. Ada pula yang mengaku lebih tertarik karena Nodusfall terlihat tidak seperti game HoYoverse pada umumnya.

Jadi perdebatan ini ternyata tidak hanya berisi komentar negatif. Ada yang penasaran. Ada yang menunggu. Ada yang langsung menyukai konsepnya. Namun ada juga yang merasa identitas gamenya belum cukup kuat.

Nodusfall Malah Semakin Banyak Dibicarakan

Ironisnya, kontroversi kemiripan ini justru membuat game baru HoYoverse semakin sering dibicarakan. Media gaming Jepang seperti Famitsu, 4Gamer dan Denfaminico Gamer terus membuat laporan mengenai game tersebut setelah pengumuman resminya. Famitsu juga melakukan sesi uji coba dan membahas pertarungan PvE, karakter serta beberapa boss yang tersedia.

Untuk game yang baru diperkenalkan, perhatian seperti ini tentu menjadi keuntungan tersendiri. Sekarang pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah game ini akan sukses.

Netizen Jepang mulai bertanya, apakah Nodusfall benar-benar punya identitas sendiri atau hanya terlihat seperti gabungan game-game besar yang sudah mereka kenal?

Jawabannya baru bisa terlihat setelah HoYoverse memperlihatkan lebih banyak gameplay dan informasi. Untuk saat ini, fenomena netizen Jepang debat soal game Nodusfall malah jadi kompor yang menyebarkan informasi game ini lebih luas. Semoga saja saat banyak info muncul, game ini terasa original dan banyak disukai seperti Genshin Impact yang sukes dari HoYoverse.

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru