Rumah Aman Gempa di Jepang Penting Dalam Hadapi Gempa Besar Seperti di Kumamoto!
![]() |
| Rumah aman gempa di Jepang makin banyak, inilah yang bantu kurang kerusakan di Kumaoto. Kredit Gambar: /Unsplash |
Rumah aman gempa di Jepang kembali menjadi perbincangan
setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto pada
akhir Juli 2026. Di media sosial, banyak beredar foto bangunan yang ambruk
berdampingan dengan gedung lain yang masih berdiri kokoh.
Hal ini membuat banyak orang bertanya, apakah bangunan di
Jepang benar-benar dirancang agar tidak roboh saat terjadi gempa? Jawabannya
adalah ya, tetapi ada satu hal penting yang sering terlewat. Tidak semua
bangunan di Jepang dibangun dengan standar yang sama!
Kondisi Bangunan Rubuh Akibat Gempa Besar di Kumamoto
Pada gempa besar di Kumamoto Jepang, kerusakan paling banyak
ditemukan pada bangunan lama, terutama rumah kayu dan bangunan yang dibangun
sebelum standar ketahanan gempa diperketat.
Sebaliknya, banyak bangunan yang mengikuti standar
konstruksi terbaru tetap mampu berdiri meski mengalami retakan atau kerusakan
ringan. Tujuan utama standar tersebut memang bukan membuat bangunan mustahil
rusak, melainkan mencegah bangunan runtuh sehingga penghuni memiliki kesempatan
menyelamatkan diri.
Standar Bangunan Terus Diperketat Oleh Pihak Jepang
Jepang mulai menerapkan standar ketahanan gempa yang lebih
ketat pada tahun 1981 melalui revisi Building Standard Law. Bangunan yang
dibangun setelah aturan tersebut dikenal mengikuti standar Shin-Taishin, yaitu
sistem yang dirancang agar bangunan tetap berdiri ketika menghadapi gempa
besar.
Sekedar info saya, aturan ini kembali diperkuat pada tahun
2000, terutama untuk rumah kayu, dengan persyaratan fondasi, sambungan
struktur, dan distribusi dinding penahan yang lebih baik. Perbaharuan ini
dilakukan demi menjaga keamanan bangunan di Jepang tentunya!
Hasilnya terlihat dalam berbagai gempa besar yang terjadi di
Jepang. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa bangunan dengan standar baru
memiliki tingkat keruntuhan yang jauh lebih rendah dibanding bangunan yang
masih menggunakan standar lama.
Maka dari itu, rumah aman gempa di Jepang umumnya merujuk
pada bangunan yang telah memenuhi standar konstruksi terbaru atau telah
menjalani penguatan struktur (seismic retrofit).
Aman Bukan Berarti Anti-Rusak Saat Gempa Terjadi
Meski memiliki standar yang sangat tinggi, keamanan bangunan
di Jepang tidak berarti sebuah gedung akan keluar tanpa kerusakan setelah
gempa. Dinding bisa retak, plafon dapat runtuh sebagian, kaca pecah, atau
instalasi bangunan bisa saja alami rusak, tapi penghuninya tetap aman!
Selama struktur utamanya tetap kokoh dan tidak ambruk,
bangunan tersebut dianggap telah menjalankan fungsi utamanya, yaitu melindungi
keselamatan penghuni. Kerusakan masih bisa diperbaiki, tetapi saat bangunan
rubuh dan menghasilkan korban, ini tidak bisa digantikan!
Itulah sebabnya usia bangunan menjadi salah satu informasi
penting ketika seseorang ingin membeli atau menyewa rumah di Jepang. Bangunan
yang dibangun setelah revisi standar gempa atau telah mendapatkan penguatan
struktur umumnya memiliki tingkat perlindungan yang lebih baik dibanding
bangunan lama yang belum diperbarui.
Pengalaman dari Kumamoto kembali membuktikan bahwa teknologi
konstruksi Jepang terus berkembang mengikuti pelajaran dari berbagai bencana.
Karena itu, memilih rumah aman gempa di Jepang bukan hanya soal kenyamanan
tempat tinggal, tetapi juga menjadi salah satu langkah penting untuk
meningkatkan keselamatan ketika gempa besar terjadi.


