Bento Murah Lawson yang Viral di Jepang Bikin Netizen Terkejut, Kenapa Isinya Sesederhana Ini?

 

Tampilan bento murah Lawson yang viral di Jepang karena tampilannya yang sangat sederhana.
Kredit Gambar: @RyMfegzBUFNoZ8k/X.com dan @tkzwgrs/X.com

Bento murah Lawson yang viral di Jepang membuat banyak orang Jepang membicarakan satu hal sederhana, Kenapa bento sekarang tampilannya kayak gini? Banyak yang gak percaya kalau ada bento yang cuma isi satu jenis lauk dan nasi aja.

Lawson baru saja meluncurkan seri bento bernama “Ittentoppa Sugi!” (terlalu fokus pada satu hal). Konsepnya sederhana, nasi putih dengan hanya satu jenis lauk. Harganya bahkan hanya ¥297 untuk bento salmon asin dan ¥397 untuk bento sosis teriyaki. Informasi resmi Lawson tentang seri bento terbaru

Harganya memang menarik. Namun, justru tampilan bento inilah yang membuat reaksi netizen Jepang terbelah.

Bento Murah Lawson yang Viral di Jepang, Kenapa Banyak yang Kecewa?

Kalau melihat fotonya, bento ini memang berbeda dari bayangan orang tentang bento konbini Jepang. Tidak ada lauk yang berjejer rapi. Tidak ada telur, sayuran, acar, atau lauk pendamping. Untuk varian ¥297, hanya ada nasi putih dengan sedikit salmon asin. Sementara varian ¥397 berisi nasi yang ditutupi sosis teriyaki.

Sebagian netizen justru menyukai konsep tersebut. Ada yang berkomentar “Kō iu no de ii”, yang kurang lebih berarti “Yang seperti ini juga sudah cukup.” Mereka melihat bento tersebut sebagai makanan sederhana yang penting murah dan mengenyangkan.

Berikut postingan viral tentang bento murah Lawson ini yang berkomentar sudah puas dengan penawaran tersebut:

Namun, ada juga yang merasa tampilannya terlalu sederhana. Beberapa komentar membandingkannya dengan makanan rumahan yang hanya terdiri dari nasi dan satu lauk.

Nih, bukti kalau banyak orang Jepang mempertanyakan mengapa menu sederhana seperti ini dijual:

Perdebatan ini kemudian berkembang menjadi pembicaraan yang lebih besar. Bagi sebagian orang, bento tersebut bukan sekadar menu bento murah konbini, tetapi gambaran perubahan cara masyarakat melihat makanan di tengah kenaikan harga.

Murah, Tapi Kenapa Terlihat Menyedihkan?

Lawson memang sengaja membuat produk ini sesederhana mungkin. Bentuk bento yang hanya menggunakan satu jenis lauk, proses penempatan makanan di pabrik menjadi lebih sederhana. Kemasan juga dibuat lebih sederhana sehingga perusahaan dapat menekan harga hingga maksimal 50% dibandingkan bento dengan ukuran serupa. Penjelasan Lawson tentang strategi bento murahnya

Jadi, tampilan minimalis tersebut bukan karena Lawson lupa memberikan lauk. Memang itulah konsep produknya! Sayangnya, banyak yang membandingkan konsep ini dengan bento cantik yang biasanya dibuat Lawson. Nih postingan yang membandingkan bento murah ini dengan bento cantik Lawson yang dulu dijual:

Namun, justru kesederhanaan tersebut membuat sebagian netizen Jepang melihatnya dari sudut pandang berbeda. Ada komentar di media sosial yang mengaitkan bento ini dengan kondisi ekonomi Jepang, bahkan membandingkannya dengan makanan sederhana pada masa sulit.

Ada pula komentar yang merasa sedih karena makanan murah seperti ini justru semakin menarik ketika harga kebutuhan hidup terus meningkat. Laporan mengenai reaksi netizen terhadap bento Lawson

Respon Netizen Jepang Tidak Semuanya Negatif

Meski banyak komentar kritis, bukan berarti semua orang Jepang kecewa. Sebagian justru melihat bento ini sebagai sesuatu yang praktis. Kalau hanya ingin makan nasi dengan sosis atau nasi dengan lauk asin, mengapa harus membeli bento dengan banyak lauk yang tidak semuanya dibutuhkan?

Ini juga menjadi alasan mengapa konsep Lawson menarik. Produk tersebut bukan hanya menawarkan harga murah, tetapi memberikan pilihan bagi konsumen yang ingin menghemat tanpa harus memasak sendiri.

Lawson menyebut strategi ini sebagai “merihari shōhi” (pola konsumsi yang membedakan pengeluaran untuk berhemat dan pengeluaran untuk sesekali menikmati sesuatu yang lebih mahal).

Bersamaan dengan bento murah tersebut, Lawson juga meluncurkan lini produk premium untuk konsumen yang ingin menikmati makanan dengan harga lebih tinggi. Penjelasan resmi Lawson tentang strategi konsumsi hemat dan premium

Artinya, perusahaan tidak sedang mengatakan bahwa konsumen Jepang hanya membutuhkan makanan murah. Mereka justru melihat bahwa konsumen sekarang semakin selektif dalam menentukan kapan harus berhemat dan kapan mau mengeluarkan uang lebih.

Bento Ini Menggambarkan Jepang yang Sedang Berubah?

Menariknya, bento murah Lawson yang viral di Jepang tidak bisa dijadikan bukti bahwa seluruh masyarakat Jepang sedang jatuh miskin. Namun, kemunculannya memang menunjukkan adanya perubahan perilaku konsumen.

Ketika harga makanan meningkat, konsumen mulai memperhatikan harga dengan lebih serius. Produk seharga ¥297 tentu terasa berbeda ketika bento Lawson lainnya dapat berada di kisaran ¥473 hingga lebih dari ¥600. Daftar bento Lawson saat ini

Pada akhirnya, yang membuat produk ini menarik bukan hanya harganya. Satu kotak nasi dengan satu lauk berhasil memunculkan pertanyaan yang lebih besar di benak orang Jepang saat itu.

Ketika harga makanan semakin tinggi, apakah konsumen masih mencari bento yang lengkap? Atau cukup dengan makanan sederhana yang penting murah? Mungkin itu alasan bento murah Lawson yang viral di Jepang menjadi begitu ramai dibicarakan!

Kalau mau info lain yang lagi trending di Jepang, pastikan baca artikel lainnya di sini. Bagi yang ingin ke Jepang, daftar langsung di LPK Saitama dan ikut program magang pemerintah yaitu IM Japan saja!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru