Jepang Kembangkan Physical AI dan Robot Humanoid untuk Pertahanan, Akankah Tercapai?
![]() |
| Jepang kembangkan physical AI untuk menciptakan robot yang lebih fleksibel membantu manusia. Kredit Gambar: /Unsplash |
Jepang kembangkan physical AI sebagai bagian dari
perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang tidak hanya bekerja di dunia
digital, tetapi juga dapat mengendalikan perangkat fisik seperti robot.
Selama ini Jepang memang dikenal sebagai salah satu negara
dengan perkembangan robot yang cukup maju. Namun, teknologi robot kini memasuki
tahap baru. Bukan hanya membuat robot mampu bergerak, tetapi juga membuatnya
dapat memahami lingkungan, memproses informasi, belajar, lalu melakukan
tindakan secara lebih mandiri.
Jepang Kembangkan Physical AI untuk Berbagai Kebutuhan
Physical AI dapat dipahami sebagai teknologi yang menjadikan
AI sebagai otak bagi perangkat fisik. Kementerian Pertahanan Jepang sendiri
memasukkan physical AI sebagai salah satu teknologi yang perkembangannya
berlangsung cepat dan berpotensi memengaruhi berbagai bidang, termasuk
pertahanan.
Lalu, untuk apa teknologi seperti ini dikembangkan? Salah
satu jawabannya adalah kebutuhan untuk mengurangi pekerjaan dan risiko yang
harus ditanggung manusia. Dalam bidang pertahanan, Jepang sedang mengembangkan
berbagai sistem tanpa awak yang dapat digunakan untuk membantu tugas di
lingkungan yang sulit atau berbahaya.
Hal ini membuat AI untuk militer Jepang tidak hanya
berkaitan dengan senjata. Teknologi AI juga dapat digunakan untuk membantu
pengolahan informasi, pengambilan keputusan, pengawasan, hingga mendukung
berbagai sistem tanpa awak.
Robot Mulai Masuk dalam Riset Pertahanan
Jepang juga mulai melihat potensi robot humanoid dan
teknologi physical AI untuk kebutuhan penelitian pertahanan. Konsepnya bukan
sekadar menciptakan robot yang menyerupai manusia, tetapi mencari tahu
bagaimana kemampuan AI dan tubuh robot dapat bekerja bersama di dunia nyata.
Pengembangan ini sejalan dengan kebijakan Jepang untuk
memperluas penggunaan sistem tanpa awak. Kementerian Pertahanan Jepang menyebut
teknologi tersebut dapat membantu mengurangi risiko dan beban personel dalam menjalankan tugas.
Namun, penting untuk membedakan antara penelitian teknologi
dan robot tempur yang sudah beroperasi. Jepang saat ini menyatakan tidak
memiliki senjata mematikan yang beroperasi tanpa keterlibatan manusia dan tidak
memiliki rencana konkret untuk mengembangkan sistem tersebut.
Artinya, perkembangan ini lebih tepat dilihat sebagai bagian
dari perkembangan teknologi AI di Jepang yang mulai menghubungkan kecerdasan
buatan dengan perangkat fisik.
Perkembangan Physical AI Untuk Produktivitas
Jika teknologi ini terus berkembang, robot Jepang di masa
depan mungkin tidak hanya bekerja di pabrik atau membantu manusia dalam kehidupan
sehari-hari. Mereka juga dapat menjadi bagian dari berbagai riset dan sistem
tanpa awak yang membutuhkan kemampuan bekerja di lingkungan sulit.
Bayangkan bisa menerjunkan robot untuk penyelamatan bencana
di area rawan ataupun kebakaran. Bayangkan juga di rumah-rumah ada robot untuk
kebutuhan bersih-bersih, cuci baju dan maintenance. Semua perkembangan ini bisa
dicapai jika physical AI makin berkembang dan mudah diproduksi!
Kondisi Jepang yang kekurangan pekerja bisa terselesaikan
juga jika berbagai pekerjaan fisik digantikan robot. Nanti, manusia cukup
mengisi job-job yang butuh kreativitas dan human touch saja, sisanya bisa
digantikan robot.
Perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana Jepang kembangkan
physical AI bukan hanya untuk membuat robot semakin canggih, tetapi juga untuk
mencari cara baru agar teknologi dapat bekerja langsung di dunia nyata!
Sementara kondisi ini belum tercapai, Jepang masih butuh pekerja untuk isi banyak lowongan. Kalau kamu mau kerja di Jepang untuk manfaatkan banyak benefitnya, pastikan belajar di LPK Saitama dan ikut program IM Japan dari KEMNAKER RI ya!


