Mengapa Kulineran di Musim Gugur Jepang Jadi Kegiatan Favorit Orang Sana? Begini Faktanya!
![]() |
| Tahukah kamu ada budaya kulineran di musim gugur Jepang yang populer? Kredit Gambar: Wikipedia |
Kalau di Indonesia ada momen tertentu untuk berburu makanan khas, Jepang punya satu musim yang seolah-olah memang diciptakan untuk
kulineran. Kulineran di musim gugur Jepang bahkan punya hubungan erat dengan
hasil panen dan munculnya berbagai makanan yang hanya terasa spesial pada waktu
tertentu.
Menariknya, orang Jepang punya istilah 食欲の秋
(shokuyoku no aki) atau “musim gugur nafsu makan”. Jadi, bukan cuma daun
berubah warna menjadi merah dan kuning, selera makan orang Jepang juga sering
dikaitkan dengan datangnya musim gugur. Lalu, kenapa bisa begitu?
Musim Gugur Jepang Adalah Musim Panen
Salah satu alasan utama musim gugur begitu identik dengan
makanan adalah karena periode ini merupakan salah satu waktu penting untuk
panen.
Menurut informasi dari Japan National Tourism Organization
(JNTO), musim gugur di Jepang merupakan waktu panen berbagai hasil pertanian.
Bulan Oktober bahkan disebut sebagai masa panen utama untuk sejumlah bahan
makanan, mulai dari pir Jepang, kesemek, beras, soba hingga sake.
Kalau mau lihat langsung seperti apa bahan makanan yang panen di musim gugur Jepang, video ini bisa jadi penjelasannya:
Hal ini membuat musim gugur bukan sekadar perubahan cuaca.
Masyarakat Jepang juga bisa menikmati hasil bumi yang sedang berada dalam
kondisi terbaiknya.
Karena itulah muncul istilah 実りの秋 (minori no aki) yang kurang lebih
berarti “musim gugur yang penuh hasil panen”.
Menurut pemerintah Jepang melalui Highlighting Japan,
berbagai tanaman mulai menghasilkan buah dan memasuki masa panen pada musim
gugur. Melimpahnya bahan makanan tersebut kemudian membuat banyak hidangan
lezat hadir pada musim ini.
Banyak Makanan Musiman yang Muncul Bersamaan
Coba bayangkan kalau dalam satu musim ada banyak makanan yang sedang berada di masa terbaiknya. Mulai dari kastanye, ubi, jamur, ikan, buah-buahan sampai beras hasil panen baru. Inilah salah satu alasan makanan musiman di Jepang menjadi daya tarik tersendiri ketika musim gugur tiba.
Menurut JNTO, beberapa makanan yang sangat identik dengan
musim gugur antara lain hidangan matsutake, kue kastanye, ubi panggang atau yakiimo, hidangan penutup dari kesemek, serta ikan sanma atau Pacific saury yang dipanggang. Sanma bahkan dikenal karena
kandungan lemak dan rasanya yang kaya pada musim tersebut.
Kalau mau lihat contoh-contoh kulinernya, bisa cek di video ini:
Kastanye juga punya posisi khusus dalam kuliner musim gugur.
Pemerintah Jepang menyebut kastanye sebagai salah satu cita rasa yang mewakili
musim gugur, bahkan ada berbagai makanan khas seperti kuri gohan dan kue berbahan
kastanye.
Jadi, kalau kamu melihat banyak produk makanan Jepang
bertema kastanye, ubi, labu, kesemek atau sanma saat musim gugur, itu bukan
kebetulan. Ini memang sedang musimnya!
Kenapa
Nafsu Makan Ikut Dikaitkan dengan Musim Gugur?
![]() |
| Sensasi kulineran di musim gugur Jepang memang beda dan banyak mengundang selera makan. Kredit Gambar: /Unsplash |
Di Jepang ada istilah 食欲の秋 (shokuyoku no aki) bisa diartikan musim gugur adalah musim nafsu makan. Pemerintah Jepang menjelaskan bahwa
istilah tersebut muncul karena melimpahnya bahan makanan dan banyaknya makanan
lezat yang tersedia pada musim ini.
Namun, apakah benar tubuh manusia otomatis menjadi lebih
lapar ketika musim gugur? Tidak sesederhana itu.
Menurut informasi dari Kementerian Pertanian, Kehutanan dan
Perikanan Jepang (MAFF), ada beberapa teori yang sering digunakan untuk
menjelaskan fenomena nafsu makan tinggi saat musim gugur Jepang. Salah satunya
berkaitan dengan berkurangnya durasi sinar matahari yang disebut dapat
memengaruhi serotonin. Ada pula teori tentang perubahan suhu dan kebutuhan
energi tubuh.
Namun, sumber tersebut juga menekankan bahwa ada beberapa teori mengenai penyebab meningkatnya selera makan. Bisa dibilang, tidak tepat kalau mengatakan semua orang Jepang pasti lebih lapar atau pasti naik berat badan ketika musim gugur.
Alasan yang jauh lebih sederhana adalah karena makanan enak
memang sedang banyak-banyaknya. MAFF juga menyebut banyaknya makanan yang
sedang berada pada musim terbaiknya sebagai salah satu alasan masuk akal
mengapa musim gugur terasa seperti musim untuk makan.
Kulineran Jadi Cara Menikmati Musim Gugur
![]() |
| Pemandangan musim gugur di Jepang memang astetik dan pas dinikmati sambil kulineraen! Kredit Gambar: /Unsplash |
Bagi orang Jepang, menikmati musim gugur akhirnya bukan hanya soal makan sebanyak-banyaknya. Musim ini juga menjadi kesempatan untuk menikmati hasil alam yang hanya muncul atau terasa paling nikmat pada waktu tertentu.
Bahkan, budaya Jepang memiliki banyak istilah “○○の秋”,
seperti 食欲の秋
untuk nafsu makan, スポーツの秋 untuk olahraga, dan 芸術の秋 untuk seni. Pemerintah Jepang
menjelaskan bahwa cuaca musim gugur yang relatif nyaman juga membuat masyarakat
lebih aktif melakukan berbagai kegiatan.
Jadi, kalau kamu berkesempatan tinggal atau berkunjung ke Jepang pada musim gugur, jangan heran kalau melihat banyak makanan dengan label atau rasa edisi musim gugur. Ada kastanye, ubi, kesemek, jamur, sanma, sampai makanan dan minuman yang dibuat khusus mengikuti bahan musiman.
Itulah yang membuat kulineran di musim gugur Jepang terasa berbeda. Bukan hanya karena makanannya banyak, tapi karena masyarakat memang punya budaya untuk menghargai pergantian musim melalui makanan.
Nanti kalau kamu datang ke Jepang saat musim gugur, melihat
semua makanan musiman yang menggoda, pasti ada godaan tiba-tiba ingin mencoba
semuanya. Di saat seperti inilah, mungkin kamu akan mengerti sendiri kenapa
orang Jepang menyebutnya kulineran di musim gugur Jepang sangat menggoda!
Budaya dan kebiasaan Jepang seperti ini jarang ada yang
tahu. Padahal, kalau kamu mau ke Jepang buat kerja, info seperti ini sangat
berguna. Makanya, kalau mau belajar lebih banyak soal Jepang gak ada salahnya ke LPK Saitama aja. Dipastikan kamu siap dari skill bahasa, skill kerja,
pengetahuan Jepang, serta aspek fisik, mental, disiplin!




