Indonesia Friendship Festival di Jepang Ramai Dinikmati Orang Lokal Sana!

 

Tampilan salah satu sesi acara di Indonesia Friendship Festival di Jepang.
Kredit Gambar: @carnation_ken/X.com

Indonesia Friendship Festival di Jepang menghadirkan suasana yang mungkin membuat siapa pun berhenti sejenak: di tengah Tokyo, pengunjung bisa menemukan makanan dan budaya Indonesia dalam satu tempat. Apa yang membuat festival ini menarik bagi warga Indonesia maupun Jepang?

Festival berlangsung pada 17–18 Oktober 2026, pukul 10.00–20.00, di Yoyogi Park Event Square, Tokyo. Masuknya gratis dan acara tetap digelar meski hujan. Jadi, pengunjung dapat datang untuk menikmati suasana tanpa membeli tiket, meski makanan dan barang yang dijual di area festival tetap berbayar.

Ada Apa Saja di Indonesia Friendship Festival Jepang?

Salah satu daya tariknya tentu kuliner. Terdapat sekitar 30 booth makanan, termasuk kitchen car, yang menghadirkan beragam hidangan Indonesia. Bagi warga Indonesia yang tinggal di Jepang, mencicipi makanan yang akrab di lidah bisa terasa seperti pulang sebentar.

Sementara bagi pengunjung yang baru mengenal masakan Indonesia, festival ini menjadi kesempatan mencoba cita rasa yang mungkin belum pernah mereka temui. Nih ada postingan orang Jepang yang penasaran soal Gudeg:

Di postingan tersebut, ada orang Indonesia yang jelaskan bahan makanan dan nama makananya. Jadi, walaupun orang Jepang ada yang tidak tahu soal makanan Indonesia, mereka tidak takut untuk mencoba dan menikmatinya.

Hiburan Tidak Hanya Kuliner di Indonesia Friendship Festival

Selain makanan, ada sekitar 30 booth merchandise dan pameran. Pengunjung bisa melihat produk serta mengenal lebih dekat ragam budaya Indonesia. Karena itu, acara ini terasa lebih luas dari sekadar tempat makan. Ia menjadi ruang pertemuan, tempat dua budaya hadir berdampingan dalam suasana santai.

Sebagai festival Indonesia di Jepang, acara ini juga menarik karena terbuka bagi siapa saja. Dukungan Pemerintah Metropolitan Tokyo dan Kementerian Luar Negeri Jepang menunjukkan bahwa pertukaran budaya seperti ini punya tempat dalam hubungan kedua negara.

Ada pula Sky Lantern Night yang dijadwalkan pada 17 Oktober pukul 19.00–19.30. Panitia merencanakan 200 lentera dengan biaya ¥3.500 per lentera. Namun, kegiatan ini dapat dibatalkan karena cuaca atau angin. Jadi, jadwal tersebut tidak otomatis berarti lentera benar-benar diterbangkan.

Target pengunjung festival disebut mencapai 100.000 orang selama dua hari. Angka itu adalah target, bukan jumlah pengunjung aktual yang sudah terkonfirmasi. Menjaga ketepatan informasi seperti ini penting agar cerita tentang acara tetap menarik sekaligus dapat dipercaya.

Reaksi Orang Jepang yang Datang Sangat Positif

Lalu, bagaimana reaksi orang Jepang di festival Indonesia? Perlu dicatat kalau kebanyakan yang datang ke acara ini adalah orang Indonesia di Jepang. Namun, banyak yang bilang kalau orang Jepang juga terlihat senang waktu datang.

Walaupun tidak ada survey soal kepuasan orang Jepang yang datang, sudah banyak bukti postingan sosial media seputar ini! Contoh saja postingan berikut yang menunjukan orang Jepang datang ke acara ini:

Banyak yang datang dan mengaku suka mencicipi makanan, melihat pameran, dan berinteraksi langsung bisa menjadi awal untuk mengenal budaya Indonesia lebih dekat.

Pada akhirnya, Indonesia Friendship Festival di Jepang menunjukkan bahwa persahabatan antarnegara bisa terasa lewat pengalaman sederhana: berbagi makanan, melihat karya, dan berbincang.

Kalau mau coba datang langsung ke acara ini, gak ada salahnya kerja ke Jepang! Kamu bisa ikut pelatihan di LPK Saitama dan masuk program IM Japan dari KEMNAKER RI. Kalau bisa ke Jepang jalur pemerintah ini, kamu bisa nikmati pemasukan dua digit, plus datang langsung ke Indonesia Friendship Festival di Jepang!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru