Trend Malfoid di Netizen Jepang, Kenapa Draco Malfoy Versi Perempuan Mendadak Viral?
| Tampilan fanart dari trend Malfoid di netizen Jepang yang lagi hot di X.com. Kredit Gambar: @RedBookMK2/X.com |
Trend Malfoid di netizen Jepang menjadi salah satu fenomena menarik di X pada akhir September 2026. Bayangkan Draco Malfoy yang biasanya
dikenal sebagai penyihir muda sombong dengan rambut pirang, tiba-tiba digambar
sebagai perempuan bergaya anime.
Menariknya, tren ini bukan hanya ramai di luar Jepang.
Netizen Jepang ikut membuat fanart, membahas karakternya, sampai mengembangkan
Malfoid dengan gaya khas fandom mereka sendiri.
Dari Fanart Lama Menjadi Tren Besar
Sebenarnya, Draco Malfoy versi perempuan bukan ide yang
benar-benar baru. Pada Maret 2024, seniman X @grizz056 sudah mengunggah fanart
dengan konsep “If Malfoy was a girl”.
Berikut adalah postingannya:
If malfoy was a girl pic.twitter.com/IQ3iOS4rUW
— Grizz (@grizz056) March 10, 2024
Dari postingan tersebut, ada beberapa yang repost dan akhirnya
memunculkan diskusi. Diskusi inilah yang menjadi pemantik tren tersebut meledak
pada September 2026.
Salah satu pemicu besarnya adalah unggahan @redteneri pada
22 September 2026. Fanart Malfoid yang sedang mengejek Harry Potter tersebut
memperoleh lebih dari 89 ribu likes dan 9.500 repost dalam waktu sekitar satu
minggu. Setelah itu, semakin banyak seniman ikut membuat versi mereka sendiri.
Berikut postingan yang memulai trend Malfoid ini di 2026:
— REDTEN⚡ (@redteneri) September 22, 2026
Dari sinilah trend sosial media yang viral di X.com tersebut
berkembang. Malfoid tidak lagi sekadar satu gambar, tetapi berubah menjadi
karakter dengan berbagai versi dan cerita.
Ketika Malfoid Masuk ke Timeline Jepang
Netizen Jepang ternyata cepat menangkap tren ini. Pencarian
berbahasa Jepang menunjukkan banyak pengguna mengeluhkan atau justru menikmati
timeline mereka yang tiba-tiba dipenuhi 女体化マルフォイ (nyotaika Marufoi), atau
“Malfoy versi perempuan”.
Ada yang menulis bahwa rekomendasi X mereka sekarang
dipenuhi Malfoid. Ada juga yang bercanda bahwa timeline mereka seperti “diinvasi”
karakter tersebut. Namun, tidak sedikit yang langsung ikut membuat fanart
sendiri.
Beberapa ilustrator Jepang bahkan membuat Malfoid dalam dengan
berbagai versi. salah satu versi yang terkenal adalah Malfoid yang senang
menggoda Harry Poter dengan raut wajah yang unik. Berikut contohnya:
Malfoidというらしい pic.twitter.com/neYzEI2fBH
— FIREPILLAR🍅🎺🩹🏅 (@FIREPILLAR_NSFW) September 29, 2026
Dari Draco Menjadi Tsundere dan Ojou-sama
Di sinilah fenomenanya menjadi semakin menarik. Ketika
karakter Draco diubah menjadi perempuan, sifat aslinya yang arogan dan suka
mengejek Harry dengan mudah diterjemahkan menjadi karakter tsundere atau
perempuan bangsawan yang gengsi menunjukkan perasaannya.
Netizen Jepang juga mulai membayangkan dialog seperti
Malfoid yang berteriak kepada Harry dengan gaya heroine anime. Ada pula yang
membandingkannya dengan karakter anime seperti Diana Cavendish dari Little
Witch Academia.
Nih, postingan netizen Jepang yang mendiskusikan hal ini:
🤔「マルフォイド(Malfoyd)」のミームはとても面白いものですが、それが単なるジョークであり実在するキャラクターではないことに落胆しているなら、『リトルウィッチアカデミア』を観てみるといいかもしれません。… pic.twitter.com/orbAzXHFcm
— 「仮面アメリカ」 公式アカウント (@KamenAmericaJPN) September 29, 2026
Dengan kata lain, mereka tidak hanya mengganti jenis kelamin
Draco. Mereka mulai membangun ulang karakter tersebut menggunakan pola karakter
yang sudah familiar dalam budaya anime dan manga.
Jepang Malah Heran Karena Tren Datang dari Luar
Hal yang paling lucu adalah sebagian netizen Jepang justru
mempertanyakan, “Kenapa tren seperti ini datang dari luar Jepang?”
Konsep 女体化 (nyotaika) atau ganti gender sebenarnya
sudah lama dikenal dalam komunitas fandom Jepang. Karena itu, beberapa pengguna
bercanda bahwa Jepang justru “ketinggalan” karena Malfoy versi perempuan lebih
dulu menjadi viral di luar negeri.
Nih, contoh postingan dari Netizen Jepang yang bangga trend ganti
gender ini diikuti netizen global:
日本人「艦隊も女体化した!馬も女体化した!過去の偉人も女体化した!もうこれ以上女体化できるものはない!やはり日本はTS先進国!😤」
— shibu🇩🇪 (@shibu235711) September 30, 2026
韓国人「やれやれ…」つ[マルフォイド]
チョッパリ「!?!?うわああぁぁああぁぁ!?!?」
世界最高民族「フン」
Namun, ini lebih tepat dipahami sebagai candaan komunitas
internet, bukan bukti bahwa Jepang klaim budaya ganti gender karakter ini adalah milik mereka.
Kenapa Malfoid Cepat Diterima di Jepang?
Salah satu alasannya mungkin karena konsepnya sangat mudah
dikembangkan. Sifat dasar Draco sudah memiliki karakter kuat: sombong, percaya
diri, berasal dari keluarga kaya, dan memiliki hubungan rival dengan Harry.
Begitu gendernya diubah, sifat tersebut bisa diterjemahkan
menjadi berbagai skenario baru. Rival berubah menjadi calon heroine, ejekan
berubah menjadi dinamika tsundere, sementara seragam Hogwarts memberikan visual
yang mudah dikenali.
Itulah yang membuat viral di netizen Jepang bukan hanya
menghasilkan satu meme. Setiap seniman bisa mengambil karakter yang sama lalu
membuat Malfoid versi mereka sendiri.
Dan mungkin justru di situlah keseruan tren ini. Bukan hanya
soal Draco Malfoy yang berubah menjadi perempuan, tetapi bagaimana satu
karakter dari budaya pop Barat kemudian diolah kembali oleh netizen Jepang
menjadi karakter dengan rasa anime, fanart, humor, dan cerita mereka sendiri.
Trend Malfoid di netizen Jepang menunjukkan bagaimana sebuah
ide sederhana bisa berpindah negara dalam hitungan hari, lalu mendapatkan
bentuk baru ketika bertemu dengan budaya fandom yang berbeda.
Seru bukan masuk ke trend viral netizen Jepang! Kalau mau
menikmati langsung trend seperti ini, lebih baik bisa bahasa Jepang bukan?
Kalau kamu tertarik belajar bahasa Jepang dan diarahkan kerja ke sana, belajar LPK
Saitama dan ikut program IM Japan bisa jadi pilihan kamu!

