Banyak Gen Z Kena Fomo Kerja ke Jepang, Ini Berpotensi Besar Bikin Gagal!

 

Gen Z kena fomo kerja ke Jepang itu gak terlalu bagus karena jadi kurang dalam melakukan research.
Kredit Gambar: Rahadiansyah/Unsplash

Mau kerja ke Jepang adalah motivasi bagus, tapi kalau cuma karena fomo, ini jadi masalah! Fomo kerja ke Jepang harus dihindari, sayangnya banyak Gen Z yang memiliki pola pikir seperti ini!

Masalah Gen Z Kena Fomo Kerja ke Jepang Karena Sosial Media

Interaksi Gen Z dengan sosial media membuat mereka mudah terpengaruh banyak influencer yang sudah sukses kerja di Jepang. Konten WNI yang magang atau kerja di Jepang memang terlihat bagus. Merek share pengalaman dan juga tantangan kerja di Jepang hingga banyak yang viral.

Masalahnya, info yang tersedia di sosial media seperti TikTok, YouTube dan Instagram, tidak menggambarkan kondisi riil proses kerja ke Jepang dan bahkan ada konten yang hoax! Banyak yang hanya tunjukan hasil sudah di Jepang dan bukan soal proses.

Nih, contoh videonya:

@robee Cepat nyusul man teman 🙌 #denrobby #kenshuseijapan🇮🇩🇯🇵🎌 #indonesiajepang🇲🇨🇯🇵 #fyp #fyppppppppppppppppppppppp ♬ suara asli - ᴘʟᴀʏʟɪꜱᴛ || ʀᴀɴᴅᴏᴍ - ᴘʟᴀʏʟɪꜱᴛ ʀᴀɴᴅᴏᴍ

Di atas adalah cotnoh menunjukan situasi kerja ke Jepang yang tenang dan positif. Namun, secara tidak sadar yang nonton jadi ingin berangkat juga tanpa lihat bagaimana prosesnya. Bayangkan jika lihat banyak konten seperti ini, banyak Gen Z pasti terpengaruh lama kelamaan!

Akhirnya apa? Banyak Gen Z yang hanya lihat aspek ekstrim dari kerja di Jepang. Ada yang terpengaruh sukses gaji besar di Jepang dan ada yang terpengaruh konten serem-nya kerja di Jepang. Terpengaruh serem-nya kerja di Jepang masih ada benefit membuat si Gen Z lebih waspada. Namun, bagi yang kemakan fomo hanya yang positif soal kerja ke Jepang, ini malah berpotensi besar bikin gagal!

@aliaa.desu Dasarnya ga betah ttp aja ga betah yaa, Jepang jangan jahat aku cuman 1th aja kok ga lebih, tolong kuatin aku yaa #kaigojepang🇯🇵 #tokuteginou🇲🇨🇯🇵 #soundviral #kerjadijepang #fypシ゚viral🖤tiktok ♬ suara asli - kosong

Di atas adalah contoh hasil akhirnya, banyak Gen Z yang tidak bisa adaptasi dan putus pendidikan di LPK ataupun gak betah kerja di Jepang. Padahal, mereka sudah bayar mahal untuk masuk LPK dan kerja sampai Jepang.

Banyak Gen Z yang fomo soal kerja ke Jepang terlalu antusias dan kurang hati-hati saat memilih proses-nya. Ada yang jadi salah pilih jalur kerja ke Jepang ataupun kena tipu karena ingin proses cepat ke Jepang.

Bahaya Kena Fomo Salah Pilih LPK

Fomo pilih LPK juga bisa terjadi. Memilih LPK untuk kerja ke Jepang harus perhitungkan banyak faktor, gak boleh asal daftar. Pertama, harus cek biaya proses di LPK tersebut sampai bisa ke Jepang. Kedua, harus cek proses belajar-nya. Jangan sampai sudah daftar tapi proses belajar di LPK tersebut tidak cocok buat si Gen Z!

Banyak Gen Z sering bingung saat ditanya ingin kerja ke Jepang jalur apa. Mereka hanya tahu kalau lewat LPK A atau B bisa ke Jepang tanpa pikir detailnya. Tanpa info lengkap, banyak Gen Z yang akhirnya tertampar realita kalau proses ke Jepang itu perlu perjuangan dan tidak semudah yang dibayangkan.

Contoh kongkrit saja, ada Gen Z yang baru lulus SMA dan ingin kerja ke Jepang. Mereka daftar LPK yang sediakan jalur TG karena menghindari gaji kecil kalau ikut magang dulu. Namun, mereka tidak sadar kalau jalur TG butuh sertifikat bahasa level lebih tinggi dari magang. Selain itu, jalur TG mewajibkan berproses dapat SSW terlebih dahulu.

Karena tidak siap dengan semua itu, proses dirinya belajar dapat sertifikat N4 dan SSW butuh waktu sekitar 1 tahun. Kalau hanya Fomo lihat orang di LPK lain bisa cepat berproses TG, si Gen Z ini pasti memilih mundur dan daftar ke tempat orang yang proses cepat tadi. Padahal, yang bermasalah bukan tempat LPK-nya, cuma dirinya yang tidak maksimalkan diri untuk dapatkan syarat ikut TG.

Harus Lengkap Info dan Persiapan Kalau Mau Kerja ke Jepang

Kalau gak mau masalah dan kaget di tengah jalan, pastikan kamu belajar banyak fakta proses ke Jepang. Banyak artikel dan bahasan terpercaya bisa kamu temukan di internet. Jangan hanya percaya konten sosial media saja!

Kalau perlu, cari info dari orang-orang yang pernah kerja ke Jepang dan tanya detail prosesnya. Cari sisi manis, pahit dan juga detail peraturan seputar kerja ke Jepang. Kalau sudah dapat info lengkap, barulah kamu tentukan sendiri jalur dan proses ke Jepang mana yang akan diambil.

Gen Z memang lebih tinggi motivasi-nya untuk kerja ke luar negeri. Namun, kalau kena fomo kerja ke Jepang, motivasi mereka yang tinggi bisa salah jalur. Makanya, dari sekarang lebih baik pakai jalur yang jelas dan transparan seperti IM Japan yang disediakan oleh pemerintah saja. Kalau perlu persiapan ikut IM Japan, LPK Saitama siap membantu kamu!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru