Jangan Remehkan Syarat IM Japan Soal Fisik, Cek Kondisi Fisik Kamu Sejak Dini!
![]() |
| Syarat IM Japan soal fisik harus kamu persiapkan jauh-jauh hari agar lebih siap! Kredit Gambar: Tim Dokumentasi LPK Saitama |
Ingin mengikuti program IM Japan? Jangan hanya sibuk belajar
matematika, bahasa Jepang, atau latihan wawancara. Ada satu hal penting yang
sering kali kurang diperhatikan calon peserta, yaitu kondisi fisik dan
kesehatan.
Padahal, syarat IM Japan bukan hanya tentang kemampuan
akademik. Peserta juga harus memenuhi ketentuan pemeriksaan fisik, kesehatan
melalui MCU, dan ketahanan tubuh. Jangan sampai sudah mengikuti pelatihan
berbulan-bulan, tetapi justru terkendala karena kondisi kesehatan yang
sebenarnya bisa diketahui sejak awal.
Merasa Sehat Belum Tentu Memenuhi Syarat IM Japan
![]() |
| Memenuhi syarat IM Japan soal fisik menjadi faktor penting jika ingin ikut programnya! Kredit Gambar: Tim Dokumentasi LPK Saitama |
Tidak semua masalah kesehatan bisa dirasakan secara
langsung. Seseorang mungkin merasa bugar, jarang sakit, dan mampu beraktivitas
seperti biasa. Namun, pemeriksaan medis bisa saja menemukan kondisi yang belum
pernah disadari sebelumnya.
Contohnya, bekas infeksi TBC yang masih terlihat pada
rontgen paru-paru, gangguan buta warna parsial, atau kondisi kesehatan lain
yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Selain itu, pemeriksaan fisik juga memperhatikan kondisi
tubuh, termasuk masalah kulit, bekas luka, dan kondisi fisik lainnya. Karena
itu, jangan menganggap tubuh sehat secara subjektif sudah cukup untuk memenuhi
seluruh persyaratan seleksi.
Pengecekan Fisik Awal Bisa Mencegah Kendala di Tengah
Persiapan
Inilah alasan pengecekan fisik awal untuk IM Japan sangat
penting dilakukan sebelum mendaftar pelatihan.
Misalnya, seseorang memiliki keloid atau bekas luka yang
menonjol. Jika diketahui sejak awal, kondisi tersebut bisa dikonsultasikan
kepada dokter untuk mengetahui apakah diperlukan penanganan medis.
Dalam kondisi tertentu, keloid dapat ditangani melalui
tindakan medis, termasuk operasi. Namun, hasil dan kesesuaiannya tetap
bergantung pada penilaian dokter. Tidak semua keloid bisa ditangani dengan cara
yang sama.
Hal serupa berlaku untuk kondisi kesehatan lainnya. Semakin
awal diketahui, semakin banyak waktu untuk berkonsultasi, menjalani pemeriksaan
lanjutan, atau mendapatkan pengobatan jika memang diperlukan.
Jangan Asal Melakukan MCU untuk Kerja Jepang
![]() |
| Pastikan kamu lakukan pra-MCU untuk pastikan kondisi tubuh sudah pas untuk IM Japan. Kredit Gambar: /Unsplash |
Pemeriksaan awal sebaiknya dilakukan di fasilitas kesehatan
yang memiliki layanan sesuai kebutuhan, seperti pemeriksaan mata, darah, urine,
dan rontgen paru-paru.
Namun, perlu dipahami bahwa pemeriksaan awal berbeda dengan
MCU untuk kerja Jepang yang diwajibkan dalam proses resmi.
Untuk pemeriksaan TBC melalui JPETS, misalnya, sertifikat
harus diterbitkan oleh fasilitas kesehatan yang ditunjuk pemerintah Jepang.
Hasil pemeriksaan dari klinik biasa tidak otomatis dapat menggantikannya.
Karena itu, tanyakan kepada LPK atau pihak terkait mengenai
jenis pemeriksaan dan fasilitas yang tepat untuk setiap tahapan.
Persiapkan Fisik Sebelum Mengikuti Seleksi IM Japan
Banyak calon peserta fokus mengejar kemampuan matematika,
wawancara, dan bahasa Jepang. Padahal, kemampuan tersebut bukan satu-satunya
penentu kelulusan.
Pemeriksaan fisik, hasil MCU, dan ketahanan tubuh juga
menjadi tahapan penting yang harus dipersiapkan. Jangan sampai usaha belajar
berbulan-bulan terhambat karena kondisi fisik yang baru diketahui saat seleksi
berlangsung.
Jika memang harus mengeluarkan biaya untuk konsultasi dokter
atau pemeriksaan laboratorium sejak awal, anggaplah itu sebagai bagian dari
investasi persiapan.
Nah, kalau di LPK Saitama Magelang, kamu akan diarahkan
sejak awal seputar pemenuhan syarat fisik. Jadi, soal pra-MCU dan cek kondisi
fisik pasti dipastikan dulu. Hal ini memastikan kamu yang akan ikut pelatihan
sudah siap dan tidak perlu kawatir gagal karena belum memastikan fisik sudah
pas sesuai standar IM Japan!




