Job Genba di Musim Dingin Jepang Kayak Gimana Ya Kondisinya? Harus Beneran Siap Mental Kerja di Sana!

Contoh job genba di musim dingin Jepang yang bertugas membersihkan salju di jalan.
Kredit Gambar: /Flickr

Pernah gak kamu bayangkan kayak gimana job genba di musim dingin Jepang? Bekerja genba memang identik dengan pekerjaan fisik yang berat, penuh disiplin, dan dilakukan dalam kondisi apa pun. Kalau kamu tertarik bayaran besar kerja genba di Jepang, harus pastikan siap hadapi segala situasi, termasuk tantangan musim dingin!

Nah, untuk kamu yang ingin persiapkan diri dari tantangan tersebut, pasti kamu punya banyak pertanyaan. Hal seperti, apakah genba tetap harus bekerja saat hujan salju? Apakah ada libur musim dingin? Apakah aman? Dan jika terjadi cedera karena dingin, apakah ada perlindungan? Untuk semua pertanyaan itu, mari bahas pada artikel ini!

Memahami Job Genba di Musim Dingin Jepang

Gambaran kerja genba petugas rel kereta api di Jepang yang bertugas saat musim dingin.
Kredit Gambar: /Flickr

Pertama, kamu harus paham dulu apa itu kerja genba di Jepang. Pekerjaan ini artinya golongan pekerjaan yang mengharuskan pembuatan produk di lokasi. Arti ini bisa dibuat menjadi pekerja lapangan atau yang langsung turun tangan dalam produksi, bukan sekedar kantoran.

Pekerja lapangan ini lingkupnya luas. Mulai dari pekerjaan manufaktur di pabrik, pekerjaan konstruksi sampai pekerjaan di logistik pergudangan, masuk dalam golongan ini. Nah, golongan ini sering harus turun tangan di lokasi kerja yang terkena efek salju. Makanya, kamu harus siap menghadapinya.

Musim dingin di Jepang memang bukan musim yang bisa dianggap ringan. Suhu bisa turun hingga di bawah nol derajat, disertai angin kencang, hujan salju, dan permukaan yang licin akibat es. Dalam kondisi seperti ini, kerja lapangan jelas memiliki risiko lebih tinggi.

Untungnya, tidak semua kerja genba harus hadapi langsung masalah ini. Kerja genba di pabrik dan gudang misalnya, tidak akan masalah. Namun, untuk pekerja genba soal konstruksi, perkayuan dan instalasi alat luar ruangan, pasti tetap kena.

Pada genba outdoor bisa saja tidak dilakukan bila kondisi tidak mendukung. Di wilayah seperti Hokkaido, Tohoku, atau daerah pegunungan, salju ekstrem bisa membuat pekerjaan dihentikan sementara. Kerja genba itu memang lebih besar tantangannya kalau menghadapi cuaca!

Jika badai salju, angin terlalu kencang, atau visibilitas rendah, perusahaan bisa putuskan untuk mencari cara aman. Pengamanan ini bisa berupa meliburkan pekerja, mengurangi jam kerja, atau menunda proyek. Dalam konteks Jepang, penghentian kerja karena cuaca bukan tanda kelemahan, melainkan bagian dari manajemen keselamatan.

Di sisi lain, ada job genba di musim dingin Jepang yang tetap lanjut. Pekerjaan ini biasanya yang gak terpengaruh masalah dingin seperti pekerja pabrik, gudang, pengolahan makanan, maintenance mesin dan konstruksi dalam ruangan. 

Bukannya Pekerja Harusnya Dapat Libur Musim Dingin di Jepang?

Dalam genba konstruksi, kondisi salju yang parah terkadang memaksa pekerja untuk libur.
Kredit Gambar: /Flickr

Masak di musim dingin, job genba tetap kerja? Bukannya ada libur musim dingin? Soal libur musim dingin, genba tidak mengenal konsep libur musiman seperti sekolah atau pekerja di bidang pendidikan.

Libur terjadi jika kondisi lapangan benar-benar tidak aman atau jika proyek memang dirancang berhenti sementara. Artinya, ada genba yang bisa libur beberapa hari bahkan seminggu, dan ada juga yang sama sekali tidak berhenti.

Jam kerja genba pun berbeda dengan kantoran. Pekerjaan lapangan cenderung berbasis target dan proses fisik, sering dimulai lebih pagi, menggunakan sistem shift, dan tidak memungkinkan kerja jarak jauh. Logika kerja genba kebanyakan adalah pekerjaan harus selesai di lokasi sesuai ketentuan awal.

Makanya, kadang kalau kejar deadline, pekerja konstruksi tetap aktif walaupun kondisi hujan salju. Kalau gak percaya, video TikTok ini bisa jadi bukti pekerja genba konstruksi yang masih terus aktif saat musim dingin:

@shintaro365 吹雪の真っただ中出張で仕事💦#現場 #職人 #仕事 #出張 ♬ Symphony - Clean Bandit,Zara Larsson

Bagaimana Soal Pengamanan Pekerja Genba Selama Musim Dingin Jepang?

Tampilan pekerja Genba Tobi yang mengenakan pengaman tali dan jaket khusus selama musim dingin.
Kredit Gambar: PattayaPatrol/Flickr

Kalau kamu paham apa itu kerja genba, pasti tahu kalau kerjanya pasti selalu pakai atribut pengaman. Hal seperti jaket kerja, rompi reflektif dan helm adalah wajib. Kalau kerja tempat tinggi kayak tobi atau pemasang listrik, juga pasti butuh alat pengaman memanjat.

Nah untuk musim dingin, pengamanannya juga ada khusus. Pengamanan tersebut tidak hanya berupa jaket tebal, tetapi satu sistem keselamatan yang menyeluruh. Pekerja diwajibkan menggunakan pakaian musim dingin berlapis (layering system), sepatu safety anti-selip, sarung tangan khusus winter, helm, serta pelindung tambahan seperti penutup telinga atau leher.

Bahan pakaian yang mudah basah atau lembap sangat dihindari karena dapat mempercepat hipotermia. Makanya, para pekerja genba outdoor akan diberi seragam dan pakaian berbahan khusus juga. Terkadang, dalam pakaian itu ada sistem penghangatnya juga untuk situasi kerja ekstrim khusus.

Tantangan kerja genba di musim dingin gak boleh diremehkan. Salah prosedur sedikit saja, bisa kena luka permanen seperti paru-paru basah, hipotermia dan juga frostbite. Nih, contoh orang Indonesia kerja di Jepang saat musim dingin kena masalah dingin hingga tangganya bengkak:

@kratin_daeng Mohon Bimbingannya payy #kenshuuseijapan🇮🇩🇯🇵 ♬ suara asli - eka

Selain perlengkapan pengaman, SOP keamanan juga jalan. Contoh saja pengamanan lokasi kerja sebelum memulasi shift. Proses persiapan ini bisa berupa pembersihan salju, penebaran pasir atau garam di sekitar permukaan licin tempat kerja, dan pengecekan kondisi salju di area miring dekat tempat kerja.

Jika ada tanda bahwa tempat kerja sedang tidak kondusif, jam kerja dapat dihentikan meski target belum tercapai. Dalam budaya kerja Jepang, keselamatan memiliki dasar hukum yang kuat, sehingga perusahaan justru bisa bermasalah jika memaksakan kerja dalam kondisi ekstrem.

Pengamanan pada job genba di musim dingin Jepang juga dilakukan dengan mengatur jam kerja. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan para pekerja genba di situasi dingin. Tubuh manusia bekerja lebih berat di suhu rendah.

Para dokter menemukan kalau sudah meraskaan otot kaku, stamina cepat turun, dan konsentrasi menurun, ini tanda pekerja genba wajib istirahat. Karena itu, perusahaan biasanya menyediakan jam kerja pendek, atau rotasi kerja di dalam ruangan dan luar ruangan secara berkala.

Di tempat kerja juga pasti disediakan ruang istirahat yang biasanya ada pemanasnya. Selain itu, pasti tersedia minuman dan makanan hangat untuk recovery para pekerja. Pendekatan ini menunjukkan bahwa musim dingin diperlakukan sebagai faktor risiko, bukan sekadar kondisi alam biasa oleh perusahaan Jepang.

Pengamanannya memang banyak, tapi resiko tetap ada. Secara statistic, kecelakaan kerja di Jepang memang kecil, tapi bukan nol. Cedera ringan yang tidak dilaporkan juga ada. Cedera yang sering terjadi bukan hanya yang spektakuler, tetapi justru insiden “kecil” seperti tergelincir, salah pijak, atau kehilangan keseimbangan. Karena itu, pekerja diajarkan untuk berjalan dengan langkah pendek, tidak terburu-buru, dan selalu memperhatikan permukaan tempat berpijak.

Persiapan yang Bisa Dilakukan Untuk Kerja Genba di Musim Dingin

Dalam kerja genba kondisi bersalju, para pekerja harus melakukan banyak persiapan terlebih dahulu.
Kredit Gambar: /Flickr

Tantangan kerja genba di musim dingin akan selalu ada tiap tahunnya. Makanya, kamu yang mau kerja ke Jepang harus siap menghadapinya. Tidak hanya kamu yang ingin kerja genba, tapi yang ingin kerja di Jepang secara general wajib tahu soal persiapan ini!

Persiapan ini antara lain:

·         Pakaian hangat khusus dan bisa digunakan secara layer

·         Berbagai perlengkapan pemanas. Mulai dari yang ditaruh di tempat tinggal sampai yang bisa dibawa, harus kamu punya.

·         Memastikan baca-baca soal SOP keamanan kerja selama musim dingin. Hal ini memastikan kamu tidak lakukan kesalahan dan lebih aman saat kerja di musim dingin

·         Selanjutnya, komunikasikan beban kerja dan kesulitan yang kamu temukan ke rekan kerja atau atasan. Orang Indonesia butuh waktu adaptasi kerja di musim dingin, jadi kamu akan diarahkan lebih baik untuk hadapi kesulitan tersebut.

·         Harus mampu menjaga kesehatan demi tetap fit selama bekerja di musim dingin. Minimal harus atur asupan gizi, waktu istirahat dan juga olahraga.

Selama bisa melakukan persiapan di atas, kamu bisa adaptasi mudah untuk kerja di musim dingin. Memang banyak tantangan seputar job genba di musim dingin Jepang. Namun, jika hadapi hal itu, kamu bisa nikmati pekerjaan yang memuaskan, gaji besar dua digit dan memberikan pengalaman berharga!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru