6 Fakta Bersepeda di Jepang yang Perlu Diketahui Calon Magang, Ternyata Beda Banget Sama di Indonesia!
![]() |
| Fakta bersepeda di Jepang ada banyak yang berbeda dengan di Indonesia dan wajib kamu pelajari! Kredit Gambar: /Unsplash |
Kalau nanti lolos program magang atau kerja ke Jepang,
kemungkinan besar sepeda akan menjadi kendaraan yang paling sering kamu
gunakan. Banyak perusahaan bahkan menyediakan sepeda sebagai fasilitas untuk
berangkat kerja, belanja, atau beraktivitas sehari-hari.
Namun, ada beberapa fakta bersepeda di Jepang yang sebaiknya
kamu pahami sejak masih di Indonesia. Meski terlihat sederhana, penggunaan sepeda di Jepang memiliki aturan yang cukup ketat dan pastinya beda banget
dengan di Indonesia!
1. Sepeda Punya Aturan Seperti Kendaraan Lain
Di Jepang, sepeda bukan sekadar alat transportasi biasa.
Penggunanya tetap wajib mematuhi lampu lalu lintas, rambu jalan, hingga
mengutamakan keselamatan pejalan kaki.
Selain itu, penggunaan ponsel saat bersepeda dan bersepeda
dalam keadaan mabuk juga menjadi pelanggaran yang diawasi dengan ketat. Karena
itu, memahami aturan sepeda di Jepang akan membantumu terhindar dari masalah
selama tinggal di sana.
2. Jangan Parkir Sepeda Sembarangan
Kalau di Indonesia sepeda sering diparkir di mana saja, di
Jepang kondisinya berbeda. Banyak kota menyediakan area parkir khusus, dan
sepeda yang diparkir sembarangan bisa diangkut dan kena tilang petugas. Untuk mengambilnya
kembali, pemilik biasanya harus membayar biaya tertentu.
Makanya, cari parkir sepeda yang sudah disediakan di banyak
sudut Jepang biar aman. Selama parkir di tempatnya, sepeda kamu dipastikan aman
dan gak kena angkut!
3. Jangan Ambil Sepeda Terbengkalai Walaupun Tidak Ada
yang Claim
Begitu juga saat melihat sepeda yang tampak terbengkalai.
Meski terlihat tidak dipakai, jangan pernah membawanya pulang karena hampir
semua sepeda di Jepang memiliki registrasi kepemilikan. Gak perduli walau
tampilan sepeda itu berkarat dan tua, tetap tidak boleh diambil!
4. Semua Sepeda Sudah Teregistrasi Resmi
Sebagian besar sepeda di Jepang memiliki nomor registrasi
resmi yang disebut dengan Bōhan Tōroku (防犯登録). Maka dari itu, kamu gak bisa
semarangan claim sepeda random yang ada di pembuangan sampah misalnya untuk
kamu perbaiki dan dipakai sendiri. Kamu bisa kena masalah hukum kalau lakukan
hal tersebut.
5. Merawat Sepeda Jadi Kebiasaan Orang Jepang
Hal lain yang menarik adalah kebiasaan merawat sepeda di
Jepang. Ketika ban bocor atau rem mulai bermasalah, kebanyakan orang langsung
membawanya ke toko sepeda untuk diperbaiki.
Sebelum digunakan, pastikan juga lampu dan rem berfungsi
dengan baik karena keduanya menjadi bagian penting dari keselamatan saat
berkendara, terutama pada malam hari.
Bagi yang malas bawa ke toko sepeda, kamu bisa beli
peralatan perawatan instant sepeda di Jepang. Biasanya di kombini dan
supermarket tersedia karet penambal ban instan dan pelumas rantai yang mudah
digunakan.
6. Di Jepang Tidak ada Jasa Tambal Ban Pinggir Jalan
Berbeda dengan Indonesia yang banyak memiliki layanan tambal
ban pinggir jalan, di Jepang tidak ada. Kamu harus ke toko sepeda atau service
sepeda untuk dapat layanan tambal ban. Selain itu, toko layanan sepeda ini
belum tentu ada banyak. Biasanya satu daerah bisa cuma punya satu. Jadi
akses-nya gak semudah tambal ban di Indonesia!
Sepeda Akan Jadi Temanmu Selama Tinggal di Jepang
Bagi banyak pemagang Indonesia, sepeda menjadi kendaraan yang paling sering digunakan. Mulai dari berangkat kerja, pergi ke konbini,
hingga berbelanja kebutuhan sehari-hari, semuanya bisa dilakukan dengan sepeda.
Karena itu, memahami fakta bersepeda di Jepang sejak awal
akan membuatmu lebih mudah beradaptasi. Selain bisa berkendara dengan aman,
kamu juga akan lebih siap menjalani kehidupan sehari-hari saat bekerja di
Jepang nanti.


