Kabarnya Pajak Makanan di Jepang Akan Diperingan, Akankah Menguntungkan Masyarakat di Sana?
![]() |
| Ada rencana pemerintah untuk meringankan pajak makanan di Jepang. Kredit Gambar: Magnus D/Flickr |
Pajak
makanan di Jepang kabarnya akan diringankan. Hal ini muncul sebagai berita dan
masih dalam proses pertimbangan.
Harga makanan di Jepang beberapa tahun terakhir terus naik. Mulai dari beras,
sayuran, susu, hingga makanan olahan semakin terasa mahal bagi banyak keluarga.
Jadi gak aneh kalau pemerintah Jepang sedang membahas rencana menurunkan pajak
makanan di Jepang untuk makanan sehari-hari.
Jika benar
diterapkan, kebijakan ini bisa menjadi salah satu perubahan pajak terbesar di
Jepang sejak sistem pajak konsumsi diperkenalkan pada 1989.
Rencananya Pajak Makanan di Jepang Bisa Turun Jadi 1
Persen
Saat ini
Jepang menerapkan pajak konsumsi 10 persen untuk sebagian besar barang dan
jasa. Namun khusus makanan dan minuman non-alkohol, tarifnya sebesar 8 persen.
Nah,
pemerintah dan partai koalisi yang berkuasa kini sedang membahas penurunan
pajak konsumsi Jepang untuk makanan menjadi hanya 1 persen selama dua tahun.
Awalnya
bahkan sempat muncul wacana menghapus pajak makanan menjadi 0 persen. Namun
banyak sistem kasir dan administrasi yang belum siap sehingga opsi 1 persen dianggap
lebih realistis.
Kenapa Jepang Ingin Menurunkan Pajak Kategori Makanan?
Alasan
utamanya adalah biaya hidup yang semakin tinggi. Inflasi membuat harga kebutuhan sehari-hari naik lebih cepat dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Pemerintah berharap pajak makanan di Jepang yang lebih rendah dapat membantu
masyarakat mengurangi beban belanja bulanan.
Selain itu,
kebijakan ini juga diharapkan mendorong masyarakat lebih aktif berbelanja
sehingga roda ekonomi tetap bergerak.
Apakah Warga Asing Juga Untung?
Tentu saja!
Jika kebijakan ini disahkan, bukan hanya warga Jepang yang merasakan
manfaatnya. Mahasiswa, pekerja asing, peserta magang, hingga WNI yang tinggal
di Jepang juga bisa menikmati harga makanan yang sedikit lebih murah.
Memang
penghematannya mungkin tidak langsung terasa besar dalam sekali belanja. Namun
jika dihitung selama sebulan penuh, pengeluaran kebutuhan makan bisa menjadi
lebih ringan.
Untuk saat
ini pembahasan masih berlangsung. Namun jika disetujui, pajak makanan di Jepang
akan menjadi salah satu isu ekonomi paling menarik yang patut dipantau
sepanjang 2026.


