Trend Beli Smartphone Bekas di Jepang Makin Hot, Kok Malah Mirip Indonesia?
![]() |
| Ada trend beli smartphone bekas di Jepang akhir-akhir ini, kenapa trend ini muncul? Kredit Gambar: /Unsplash |
Orang Jepang umumnya selalu beli produk baru karena harga
gadget yang lebih terjangkau di sana. Namun, sekarang beli smartphone bekas di
Jepang makin jadi trend. Mendengar hal ini, banyak orang Indonesia di Jepang
malah kaget. Kok jadi mirip di Indonesia?
Di Indonesia, membeli HP bekas sudah lama dianggap hal yang
wajar. Banyak orang lebih memilih flagship bekas daripada membeli smartphone
baru kelas menengah. Nah, pola pikir seperti ini sekarang mulai terlihat di
Jepang.
Orang Jepang Mulai Lebih Hati-Hati Mengeluarkan Uang
Beberapa tahun terakhir, masyarakat Jepang menghadapi
tekanan ekonomi yang cukup terasa. Harga makanan naik. Tagihan listrik
meningkat. Biaya hidup bertambah mahal. Sementara itu, harga smartphone baru
juga terus merangkak naik.
Masalahnya, sebagian besar smartphone yang dijual di Jepang
merupakan produk impor. Saat nilai Yen melemah, harga perangkat elektronik ikut
terdorong naik. Selain itu, masalah kenaikan harga produk gadget yang butuh
chip, makin mahal sekarang!
Akibatnya, banyak orang mulai berpikir lebih rasional. Kalau
HP lama masih berfungsi dengan baik, kenapa harus buru-buru beli yang baru? Kalaupun
harus ganti perangkat, beli smartphone bekas lebih logis daripada boros keluar
uang banyak beli gadget baru!
Trend untuk beli barang second ini tidak hanya muncul soal gadget. Tapi juga barang lain seperti baju dan perabotan rumah contohnya!
Pasar Smartphone Bekas Jepang Pecahkan Rekor
Saat inflasi harga di Jepang di banyak sektor terjadi,
kenaikan pasar smartphone bekas meledak. Fenomena ini bukan sekadar perasaan
karena ada bukti penelitiannya!
Menurut MM Research Institute, angka beli HP bekas di Jepang
pada tahun fiskal 2024 mencapai sekitar 3,21 juta unit. Angka ini naik 17,7
persen dibanding tahun sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi selama enam tahun
berturut-turut. Di tahun 2025 lalu, angkanya naik lagi jadi 3,4 juta unit!
Bahkan beberapa analis memperkirakan pasar smartphone bekas
Jepang bisa menembus 4 juta unit sebelum akhir dekade ini! Ini artinya, membeli
HP second bukan lagi sekedar trend, tapi pergerakan pasar pembeli smartphone di
Jepang!
Kenapa Smartphone Bekas Makin Diminati?
Keuntungan
beli smartphone bekas tentu ada banyak. Kalau dihitung faktor pendukung
smartphone bekas makin diminati ada 2 faktor utama!
Alasan pertama tentu soal harga. Perbedaan harga antara
smartphone baru dan bekas bisa sangat besar, terutama untuk perangkat kelas
premium/model flagship. Jadi, mau dapat gadget bagus gak harus mahal kalau
target yang bekas.
Alasan lainnya adalah soal kondisi smartphone bekas di sana.
Banyak smartphone bekas di Jepang terkenal masih dalam kondisi sangat baik
untuk dijual kembali. Penggunanya cenderung merawat perangkat dengan hati-hati
menggunakan casing dan pelindung layar. Akibatnya, tidak sedikit HP bekas yang
secara fisik masih terlihat seperti baru.
Selain itu, sekarang semakin banyak toko yang menjual produk
refurbished atau perangkat bekas yang sudah diperiksa kualitasnya terlebih
dahulu. Konsumen jadi merasa lebih aman saat membeli. Kalau bisa banyak pilihan yang lebih irit, gak ada alasan untuk beli yang mahal bukan?
Produk iPhone Bekas Jadi Primadona di Jepang
Kalau bicara pasar HP bekas Jepang, satu nama hampir selalu
mendominasi adalah brand iPhone. Pengguna iPhone di Jepang sangat banyak.
Karena itu, stok iPhone bekas juga melimpah.
Banyak orang Jepang rutin mengganti perangkat setiap satu
atau dua tahun sekali. Saat membeli model terbaru, perangkat lama biasanya
dijual kembali melalui program trade-in atau toko khusus.
Inilah yang membuat pasar iPhone bekas Jepang terus bergerak
aktif. Gak jarang WNI yang kerja ke Jepang sering beli iPhone second untuk
digunakan selama di sana!
Sekarang sudah jelas mengapa beli smartphone bekas di Jepang
naik trend-nya sekarang. Lucu juga ya ada trend kayak gini jadi mirip orang
Indonesia yang selalu cari HP second.


