Benarkah Buku Digital untuk Sekolah Jepang Mulai Resmi Diizinkan? Terasa Futuristis!

 

Pemerintah Jepang sudah mengizinkan penggunaan buku digital untuk sekolah Jepang secara resmi!
Kredit Gambar: Amanz/Unsplash

Tahukah kamu kalau buku digital sekolah Jepang akan makin umum digunakan? Parlemen Jepang resmi menyetujui perubahan aturan pendidikan yang memungkinkan buku pelajaran digital digunakan sebagai buku ajar resmi di sekolah.

Keputusan tersebut disahkan melalui revisi Undang-Undang Pendidikan Sekolah dan sejumlah aturan terkait yang disetujui oleh House of Councillors atau Majelis Tinggi Jepang pada 10 Juni 2026.

Diharapkan buku pembelajaran sekolah di Jepang akan makin modern dan mudah digunakan. Buku digital tidak lagi dianggap sekadar bahan ajar pelengkap, tetap bisa jadi sumber utama materi. Statusnya akan setara dengan buku pelajaran resmi yang selama ini digunakan di sekolah-sekolah Jepang.

Buku Digital Akan Dibagikan Gratis Seperti Buku Cetak

Salah satu perubahan penting dalam aturan baru ini adalah buku digital dapat masuk ke dalam program distribusi buku pelajaran gratis yang selama ini berlaku bagi siswa sekolah negeri.

Artinya, siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas negeri nantinya dapat memperoleh buku digital resmi tanpa biaya tambahan, sama seperti buku cetak yang digunakan saat ini.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Jepang untuk menyesuaikan sistem pendidikan dengan perkembangan teknologi digital.

Akses penggunaan buku digital ini didukung juga dengan banyak sekolah yang memberikan alat digital pendamping pembelajaran. Sebagai contoh, pembagian iPad di beberapa sekolah Jepang seperti berikut ini:

Sekolah Tidak Wajib Meninggalkan Buku Cetak

Buku digital untuk sekolah Jepang akan digunakanbukan berarti buku cetak biasa ditinggalkan. Pemerintah justru memberikan fleksibilitas kepada daerah untuk menentukan metode yang paling sesuai bagi peserta didik.

Dewan pendidikan daerah nantinya dapat memilih salah satu dari tiga opsi:

·         Menggunakan buku cetak.

·         Menggunakan buku digital.

·         Menggunakan kombinasi buku cetak dan digital (hybrid).

Keputusan final akan diambil pihak sekolah dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Tidak semua sekolah di Jepang akan langsung beralih sepenuhnya ke buku digital jika peserta tidak siap. Transisi akan dilakukan bertahap untuk beberapa sekolah yang perlu pembaharuan.

Kedepannya, diharapkan para peserta didik lebih mudah belajar dengan menyesuaikan standar materi baik dari buku cetak biasa dan buku digital.

Penggunaan Resmi Buku Digital Diperkirakan Berjalan Pada Tahun 2030

Penggunakan buku digital akan berangsur berubah dan diharapkan sudah berjalan normal pada 2030.
Kredit Gambar: stem.T4L/Unsplash

Sebelum digunakan secara luas, buku digital tetap harus melalui proses pemeriksaan dan persetujuan pemerintah seperti halnya buku pelajaran cetak. Pemeriksaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada tahun fiskal 2028.

Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, penggunaan buku digital sebagai buku pelajaran resmi dapat dimulai pada tahun ajaran yang dimulai sekitar April 2030.

Apa Keuntungan Buku Digital untuk Sekolah di Jepang?

Pendukung kebijakan ini menilai buku digital dapat membantu proses belajar menjadi lebih interaktif. Melalui perangkat digital, materi pelajaran dapat dilengkapi dengan:

·         Video pembelajaran

·         Audio

·         Animasi

·         Konten interaktif lainnya

Fitur-fitur tersebut dinilai dapat membantu siswa memahami materi yang sulit dijelaskan hanya melalui teks dan gambar statis.

Selain itu, bentuk digital dapat lebih mudah untuk digali lebih dalam. Contoh saja denga copy paste kata-kata yang kurang familiar dari buku digital ke search engine ataupun AI. Para siswa bisa mendapatkan penjelasan dari sumber luar lebih mudah dengan kombinasi fitur digital tersebut.

Masih Ada Kekhawatiran Soal Dampaknya

Meski mendapat dukungan, kebijakan ini juga memunculkan sejumlah kekhawatiran. Beberapa pihak menyoroti kemungkinan dampak kesehatan akibat meningkatnya waktu penggunaan layar oleh siswa, seperti:

·         Kelelahan mata

·         Penurunan kualitas penglihatan

·         Berkurangnya konsentrasi saat belajar

Akibatnya, pemerintah dan dunia pendidikan Jepang masih terus membahas cara penggunaan buku digital yang aman dan seimbang bagi peserta didik. Diharapkan masalah belajar dengan buku digital menjadi lebih efisien sehingga tidak mempengaruhi secara negatif penglihatan mata.

Penggunaan Buku Digital Akan Terus Berkembang di Jepang

Mulai sekitar tahun 2030, sekolah-sekolah di Jepang dapat menggunakan buku cetak, buku digital, atau menggabungkan keduanya sesuai kebutuhan masing-masing. Perkembangan ini nantinya akan berpengaruh ke model pembelajaran lain juga.

Contoh saja pembelajaran khursus skill dan pembelajaran perguruan tinggi juga bisa berubah. Bahkan pelatihan kerja di perusahaan bisa pakai kombiniasi buku cetak dan digital kedepannya.

Dengan kata lain, Jepang tidak sedang mengganti buku cetak dengan buku digital, melainkan memperluas pilihan metode belajar yang ada. Jika efektif di sekolah inti, pasti bisa berpengaruh positif juga di ranah pendidikan lainnya.

Menarik bukan bahasan buku digital untuk sekolah Jepang ini? Mudah-mudahan perkembangannya bisa ditiru Indonesia juga!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru