Kamu Susah Atur Uang Kerja di Jepang? Gunakan Cara Berikut untuk Solusinya!
![]() |
| Kemampuan atur uang kerja di Jepang harus kamu asah agar tidak boros selama kerja di sana! Kredit Gambar: /Unsplash |
Masih banyak orang Indonesia gak bisa atur uang kerja di
Jepang. Hasilnya, mereka malah pulang dengan tangan kosong. Padahal ketika
berangkat kerja di Jepang dan gaji pertama tentu berpikiran bakal dapat hasil
besar. Apa yang sebabkan malah jadi boros?
Bagi calon pekerja Indonesia, kemampuan mengatur uang sama
pentingnya dengan kemampuan bekerja. Apalagi ketika tinggal jauh dari keluarga,
kamu perlu belajar menentukan mana kebutuhan, tabungan, dan keinginan.
Ketahui Dulu Uang Masuk dan Keluar Kamu Secara Rutin
Langkah pertama untuk atur uang kerja di Jepang adalah
mengetahui berapa penghasilan bersih yang benar-benar kamu terima. Jangan hanya
melihat nominal gaji. Catat juga pengeluaran rutin seperti makan, tempat
tinggal, transportasi, komunikasi, dan kebutuhan sehari-hari.
Setelah mencatat semuanya, kamu bisa melihat ke mana uang
pergi setiap bulan. Dari sini, kamu akan lebih mudah menemukan pengeluaran yang
sebenarnya bisa dikurangi.
Bedakan Kebutuhan dan Keinginan di Jepang
Jepang memiliki banyak hal menarik untuk dibeli. Mulai dari
makanan, pakaian, gadget, barang anime, hingga berbagai produk yang mungkin
tidak mudah ditemukan di Indonesia. Namun, tidak semua barang yang menarik
harus dibeli.
Utamakan kebutuhan terlebih dahulu. Setelah kebutuhan
terpenuhi, barulah kamu bisa menentukan berapa uang yang boleh digunakan untuk
hiburan atau membeli barang yang diinginkan. Selama bisa menjaga ini, kamu
tergolong mahir atur uang kerja di Jepang!
Kebiasaan seperti ini bisa membantu kamu menghemat
pengeluaran di Jepang tanpa harus merasa tidak boleh menikmati kehidupan di
sana.
Sisihkan Tabungan Setelah Menerima Gaji
Kesalahan yang sering terjadi adalah menabung dari uang yang
tersisa. Padahal, belum tentu ada uang yang tersisa di akhir bulan!
Makanya, begitu menerima gaji, langsung pisahkan sejumlah
uang untuk tabungan. Anggap uang tersebut memang tidak boleh digunakan untuk
kebutuhan sehari-hari. Cara ini akan membuat menabung saat kerja di Jepang
menjadi kebiasaan, bukan sekadar rencana.
Jangan Lupa Siapkan Dana Darurat
Selain tabungan, kamu juga perlu menyiapkan dana darurat. Dana
ini digunakan untuk kebutuhan yang tidak direncanakan, misalnya kondisi
kesehatan, kebutuhan mendesak, atau situasi lain yang membutuhkan biaya
tambahan.
Jangan mencampurkan dana darurat dengan uang untuk makan
atau hiburan. Semakin jelas pemisahannya, semakin mudah kamu menjaga kondisi
keuangan.
Tentukan Mau Kirim Orang Rumah Sejumlah Berapa
Terakhir, buat tujuan yang jelas. Apakah kamu ingin mengirim
pulang uang dalam jumlah tertentu? Membantu keluarga? Atau mengumpulkan modal
untuk usaha sanak keluarga selagi masih kerja di Jepang?
Semua ini harus kamu ukur pasti. Jangan sampai kamu kebanyakan
kirim uang ke rumah tapi malah gak bisa hidup di Jepang. Jangan juga terlalu
kirim sedikit saat di rumah ada yang membutuhkan. Pastikan diskusi dengan pihak
di rumah soal besarannya dan rutin mengirim besaran uang yang cukup tersebut.
Tentukan Target Uang yang Ingin Dikumpulkan
Saat dari
awal kerja di Jepang, tentukan besaran tabungan yang ingin kamu kumpulkan.
Kalau targetnya jelas, semangat mendapatkannya juga lebih besar. Tujuan
tersebut bisa menjadi pengingat ketika kamu tergoda membeli sesuatu yang
sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.
Kerja di Jepang bukan hanya tentang mendapatkan penghasilan,
tetapi juga belajar mengelola hasil kerja tersebut. Jadi, sebelum berangkat,
biasakan atur uang kerja di Jepang sejak sekarang agar ketika mendapatkan gaji
nanti kamu sudah tahu harus digunakan untuk apa. Pastikan kamu belajar dari
sekarang agar bisa atur uang kerja di Jepang!


