Beli Roti di Jepang Bisa Urusan Polisi Kalau Gak Hati-Hati, Berikut Faktanya!

Kalau sembarangan beli roti di Jepang dan merusaknya, kamu bisa urusan sama polisi lho!
Kredit Gambar: Charles Chen/Unsplash

Pernah dengar berita orang ditangkap karena merusak roti dikonbini Jepang? Berita ini sempat membuat orang bertanya-tanya, sebenarnya bagaimana aturan beli roti di Jepang?

Apakah sekadar memegang atau memilih roti bisa membuat pembeli berurusan dengan polisi? Tenang, bukan begitu ceritanya.

Wanita Ditangkap Karena Roti Jadi Tidak Bisa Dijual

Kasus tersebut terjadi di sebuah konbini di Fukuoka pada 10 Februari 2025. Menurut berita BBC, seorang perempuan berusia 40 tahun ditangkap secara langsung karena diduga menekan satu roti hingga bentuknya rusak.

Polisi menyelidikinya sebagai dugaan kibutsu sonkai atau perusakan barang. Perempuan tersebut mengatakan dirinya hanya menekan roti untuk memeriksa teksturnya.

Masalahnya, roti tersebut tidak bisa kembali ke bentuk semula dan menurut polisi menjadi tidak dapat dijual. Jadi, bukan karena memegang roti di Jepang lalu langsung ditangkap.

Hal yang menjadi masalah adalah tindakan menekan sampai produk mengalami kerusakan!

Kamu Takut Beli Roti di Jepang dan Kena Masalah? Jangan Khawatir!

Kalau kamu WNI yang baru mau tinggal di Jepang, jangan sampai berita kasus ditangkap polisi Jepang akibat masalah beli roti membuat kamu takut masuk konbini.

Kamu tetap boleh mengambil produk dari rak, melihat kemasannya, membandingkan harga, dan memilih mana yang ingin dibeli.

Hal yang perlu dihindari adalah memperlakukan makanan seperti sedang melakukan tes kualitas dengan cara meremas atau menekan isinya. Jadi, bagaimana cara memilih roti dengan aman?

Lihat Label, Bukan Remas Rotinya                                    

Misalnya kamu menemukan dua roti yang terlihat sama. Kamu ingin tahu mana yang lebih baru. Daripada menekan rotinya, coba lihat labelnya.

Konbini seperti Lawson mencantumkan informasi seperti nama produk, bahan, alergen, kandungan nutrisi, dan tanggal konsumsi pada produk mereka.

Jadi kalau ingin memastikan roti masih layak dan sesuai kebutuhan, cek tanggal dan kondisi kemasannya.

Kalau kemasan terlihat rusak, tidak perlu membuka atau menekan produknya. Ambil produk lain atau tanyakan kepada staf.

Ini Bagian dari Etika Belanja Makanan di Jepang

Dari kasus tersebut, ada satu pelajaran sederhana yang bisa dibawa WNI. Etika belanja makanan di Jepang bukan berarti kamu tidak boleh menyentuh produk. Kamu boleh mengambil produk dari rak dan memeriksa informasi yang tersedia.

Namun, perlakukan barang dagangan dengan hati-hati. Bayangkan kalau kamu menemukan roti yang sudah ditekan orang lain sampai rusak. Kamu masih mau membelinya? Tentu kemungkinan besar tidak.

Itulah kenapa tindakan yang membuat produk tidak bisa dijual dapat menjadi masalah serius. Konbini sendiri memiliki sistem pengelolaan kualitas yang ketat. Lawson, misalnya, melakukan pengecekan suhu, kualitas, serta batas penjualan produk untuk menjaga keamanan dan kualitas makanan.

Jadi, tidak perlu takut membeli roti di Jepang. Cukup ambil dengan hati-hati, baca labelnya, cek tanggalnya, dan jangan merusak bentuk makanan. Sederhana, kan?

Bila memahami aturan beli roti di Jepang, kamu tetap bisa menikmati berbagai pilihan makanan di konbini tanpa perlu khawatir melakukan kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari.

Mau belajar lebih banyak aspek soal Jepang yang tidak tertulis? LPK Saitama bisa berikan pelatihan buat kamu soal ini! Kamu akan lebih siap kerja dan tinggal lama di Jepang setelah pendidikan di LPK Saitama dan berproses program IM Japan! 

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru