Ibu Kota Cadangan Jepang, Mengapa Negara Ini Perlu Punya Pusat Pemerintahan Kedua?
![]() |
| Pemilihan ibu kota cadangan Jepang akan pengaruhi operasi administratif saat terjadi bencana besar di Tokyo. Kredit Gambar: Wikipedia |
Ibu kota cadangan Jepang bukan berarti Tokyo akan
dipindahkan atau Jepang akan memiliki dua ibu kota yang menjalankan
pemerintahan secara bersamaan.
Jepang baru saja membuat dasar hukum untuk membangun sebuah
pusat alternatif yang dapat mengambil alih sebagian besar fungsi Tokyo ketika
terjadi bencana besar. Namun, sampai sekarang belum ada kota yang resmi
ditetapkan sebagai ibu kota cadangan.
Lalu, sebenarnya untuk apa Jepang membutuhkan sistem seperti
ini?
Jepang Ingin Pemerintah Tetap Berjalan Saat Tokyo Lumpuh
Bayangkan jika Tokyo mengalami gempa besar. Bukan hanya
rumah dan gedung yang terdampak. Tokyo juga menjadi pusat berbagai fungsi
penting Jepang, mulai dari pemerintahan, administrasi, ekonomi hingga berbagai
lembaga nasional.
Jika terlalu banyak fungsi penting terkonsentrasi di satu
wilayah, bencana besar di wilayah tersebut bisa mengganggu aktivitas negara
dalam skala luas.
Karena itu, pemerintah Jepang membuat sistem yang
memungkinkan fungsi-fungsi penting tersebut memiliki pusat alternatif di luar
Tokyo.
Hal ini menjadi bagian dari persiapan bencana gempa besar
Jepang, termasuk menghadapi risiko gempa besar dan bencana lain yang dapat
mengganggu fungsi Tokyo.
Namun, konsepnya bukan sekadar menyediakan gedung untuk
keadaan darurat. Pemerintah juga ingin mengurangi konsentrasi penduduk dan
aktivitas ekonomi di Tokyo sehingga Jepang memiliki struktur ekonomi yang lebih
tersebar.
Apa Bedanya Ibu Kota Cadangan dan Tokyo?
Inilah bagian yang sering membuat orang salah memahami
istilah ibu kota cadangan yang sebenarnya. Dalam aturan baru tersebut, wilayah
yang ditetapkan sebagai sub-capital nantinya harus mampu mengambil alih seluruh
atau sebagian besar fungsi inti ibu kota untuk jangka waktu tertentu ketika
terjadi bencana besar.
Artinya, pusat alternatif tersebut harus mempunyai kemampuan
yang jauh lebih besar daripada sekadar tempat evakuasi atau pos komando
sementara.
Jepang juga mengenal konsep wilayah yang dapat menggantikan
sebagian fungsi inti ibu kota. Jadi, ada tingkatan kemampuan yang dipersiapkan
untuk menghadapi gangguan terhadap Tokyo.
Sementara itu, Jepang sebenarnya sudah memiliki fasilitas
pendukung untuk menghadapi bencana, termasuk fasilitas cadangan di wilayah
Tachikawa. Jadi, bukan berarti Jepang sebelumnya tidak mempunyai sistem backup
sama sekali.
Hal yang sedang dibangun sekarang adalah sistem yang lebih
luas dan memiliki dasar hukum khusus. Jadi, bukan untuk keperluan pindah ibu
kota ya!
Osaka Jadi Rekomendasi yang Banyak Dapat Perhatian
![]() |
| Osaka menjadi kandidat yang populer menjadi ibu kota cadangan Jepang. Kredit Gambar: Wikipedia |
Osaka memang menjadi salah satu kandidat yang paling sering
dibicarakan. Pemerintah Osaka dan Japan Innovation Party sudah lama mendorong
konsep secondary capital. Namun, UU yang disahkan Jepang tidak menyebut Osaka
sebagai kota yang otomatis mendapatkan status tersebut.
Bahkan Fukuoka, Aichi, Hokkaido dan Hiroshima juga
menunjukkan minat. Pada Agustus 2026, Osaka dan Hokkaido bahkan sepakat bekerja
sama untuk mengembangkan konsep fungsi ibu kota cadangan.
Jadi, pemilihan ibu kota cadangan di Jepang belum selesai. Pemerintah
nantinya akan menentukan wilayah berdasarkan sejumlah persyaratan, termasuk
keberadaan fungsi administrasi negara, jumlah penduduk, kekuatan ekonomi dan
kemampuan pemerintahan daerah.
Mengapa Tidak Sekadar Memilih Kota yang Aman dari Gempa?
Ibu kota cadangan tidak cukup hanya berada jauh dari Tokyo.
Wilayah tersebut harus mempunyai kemampuan untuk menjalankan fungsi negara.
Bayangkan jika sebuah kota relatif aman dari tsunami, tetapi
tidak memiliki jaringan transportasi, komunikasi, tenaga kerja, fasilitas
pemerintahan dan kekuatan ekonomi yang memadai.
Kota tersebut akan sulit menggantikan fungsi Tokyo ketika
keadaan darurat. Karena itu, pemerintah Jepang harus mencari keseimbangan
antara risiko bencana dan kapasitas sebuah wilayah.
Osaka pun bukan berarti bebas dari risiko bencana. Wilayah
Kansai sendiri dapat menghadapi berbagai risiko gempa dan tsunami. Karena itu,
menjadi kandidat ibu kota cadangan bukan berarti sebuah wilayah dianggap aman
dari semua bencana.
Jepang Sedang Membangun Jaring Pengaman untuk Negara
Pada akhirnya, keputusan Jepang membuat ibu kota cadangan
bukan tentang mencari kota yang paling bagus untuk menggantikan Tokyo.
Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa ketika bencana besar
terjadi, negara tetap bisa berjalan. Pemerintah dapat tetap bekerja, fungsi
administrasi dapat dilanjutkan, aktivitas ekonomi memiliki pusat alternatif,
dan masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada satu wilayah.
Jadi, jika suatu hari kita mendengar Jepang memiliki ibu
kota cadangan Jepang, jangan langsung membayangkan Tokyo kehilangan statusnya
sebagai ibu kota.
Hal yang lebih tepat adalah Jepang sedang menyiapkan pusat
alternatif agar negara tidak ikut berhenti ketika Tokyo mengalami bencana
besar.
Menarik bukan info ini? Kalau mau update lain soal Jepang, kenapa gak langsung kerja ke sana sekalian? Di LPK Saitama bisa bantu kamu lancar kerja di Jepang dengan aman melalui program pemerintah yaitu IM Japan!



