Nelayan Kepiting Salju di Jepang Siapkan Diri untuk Musim Panen! Apa Sih yang Buat Produk Laut Ini Spesial?
| Nelayan kepiting salju di Jepang adalah pekerjaan yang butuh banyak orang saat musim panen tiba. Kredit Gambar: /Unsplash |
Nelayan kepiting salju di Jepang akan kembali mulai melaut
berkat datangnya musim penangkapan kepiting! Musim penangkapan sudah dirasakan
di sejumlah wilayah Jepang bagian barat pada awal September 2026.
Kabar ini menjadi perhatian karena kepiting salju bukan
hanya makanan mahal di Jepang, tetapi juga sumber penghidupan bagi industri
perikanan yang kini menghadapi masalah besar: semakin sulit mencari orang yang
mau menjadi nelayan.
Apa Sih yang Buat Kepiting Salju Spesial?
Kepiting salju Jepang memang punya nilai tinggi. Salah satu
jenis paling terkenal adalah zuwaigani jantan yang di wilayah San'in dikenal
sebagai matsubagani. Dagingnya terkenal padat, memiliki rasa manis dan umami
yang lembut, serta bagian kani miso yang juga bernilai tinggi. Di Tottori,
kepiting berkualitas terbaik bahkan memiliki standar ukuran, berat, bentuk,
warna, dan isi daging yang sangat ketat.
Tidak semua kepiting bisa masuk kelas premium. Produk kelas
tertinggi seperti Itsukiboshi di Tottori bahkan jumlahnya kurang dari 0,1% dari
keseluruhan tangkapan. Faktor inilah yang ikut membuat kepiting berkualitas
tinggi bisa dijual dengan harga mahal.
Pekerjaan Berat di Balik Kepiting Mahal
Perlu kamu tahu, di balik sepiring kepiting mahal tersebut
ada pekerjaan yang tidak mudah. Menjadi nelayan berarti bekerja dengan kondisi
laut yang tidak bisa diprediksi. Awak kapal harus menangani alat tangkap,
mesin, hasil tangkapan, hingga menjaga keselamatan selama bekerja di laut.
Untuk kepiting salju bermerek Matsuba sendiri, penangkapan
dilakukan di Laut Jepang dan musim utamanya berlangsung ketika kondisi laut
memasuki periode musim dingin yang terkenal memiliki gelombang tinggi.
Inilah salah satu alasan mengapa musim penangkapan kepiting
salju bukan sekadar soal kapal berangkat lalu pulang membawa hasil. Cuaca, kondisi
laut, jumlah tangkapan, hingga nilai jual hasil laut dapat menentukan seberapa
besar keuntungan yang diperoleh industri tersebut.
Dari faktor ini kamu bisa perhitungkan, kenapa kepiting
salju ini sangat spesial. Selain kelebihan dari cita rasa dan ketebalan daging,
cara dapat-nya juga susah payah. Gak heran kalau hasil kerja nelayan kepiting
salju di Jepang ini dimasukan dalam hasil laut premium!
Masalah Krisis Nelayan yang Persulit Penangkapan Kepiting
Salju
Krisis nelayan di Jepang makin parah terjadi setiap
tahunnya. Jumlah tenaga kerja domestik semakin sulit dipertahankan akibat
penuaan populasi dan berkurangnya jumlah generasi muda yang masuk ke industri
perikanan.
Padahal potensi laut Jepang dengan produk premium seperti
kepiting salju sudah tersedia. Masalahnya, tidak ada pekerja yang mau kerja
menangkap hasil laut tersebut.
Karena itulah Jepang mulai membuka pintu lebih luas bagi
tenaga kerja asing. Sektor perikanan termasuk bidang yang dapat menerima
pekerja asing melalui visa Tokutei Ginou. Pekerja dapat terlibat dalam
pengoperasian alat dan mesin penangkapan, menangkap hasil laut, mengolah serta
menyimpan tangkapan, hingga menjaga keselamatan kerja.
Pemerintah Jepang bahkan menetapkan batas penerimaan hingga
17.000 pekerja asing untuk bidang perikanan dan budidaya selama periode April
2024 hingga Maret 2029.
Data Badan Perikanan Jepang juga menunjukkan bahwa pekerjaan
kapal yang berkaitan dengan perangkap kepiting dan udang termasuk dalam jenis
pekerjaan perikanan yang tercantum dalam sistem penerimaan tenaga asing.
WNI Bisa Manfaat Peluang Kerja Ini!
Artinya, peluang untuk bekerja di industri perikanan memang
nyata. Namun, perlu dipahami bahwa lowongan khusus kapal kepiting salju untuk
WNI tetap bergantung pada perusahaan dan kebutuhan daerah masing-masing.
Bagi pekerja yang siap menghadapi pekerjaan fisik dan
kehidupan di laut, industri ini menawarkan kesempatan mendapatkan pengalaman
kerja langsung di sektor penting Jepang. Nelayan kepiting salju di Jepang
mungkin bukan pekerjaan untuk semua orang, tetapi kebutuhan tenaga baru membuat
industri perikanan menjadi salah satu bidang yang patut diperhatikan ke
depannya.
Nah, kalau kamu mau kerja di Jepang lowongan lain, jalurnya
juga tersedia. Untuk bidang manufaktur dan konstruksi, LPK Saitama siap membantu persiapan melalui jalur pemerintah. Program IM Japan juga bisa menjadi
salah satu solusi bagi anak muda Indonesia yang ingin mempersiapkan diri untuk
bekerja ke Jepang secara aman dan sesuai prosedur.
Industri lain kondisinya kurang lebih mirip dengan nelayan
kepiting salju di Jepang yang kekurangan pekerja. Jadi, kalau kamu siapkan diri
dari sekarang, para WNI muda berpotensi sukses kerja di Jepang!

