Agensi Penanganan Bencana Jepang Dibentuk, Apa yang Perlu Diketahui Calon Pekerja Indonesia?
![]() |
| Agensi penanganan bencana Jepang dibentuk pada 2 November 2026, untuk apa ya? Kredit Gambar: /Unsplash |
Pernah membayangkan bagaimana jika kamu sedang bekerja di
Jepang, lalu tiba-tiba terjadi gempa bumi? Bagi orang Indonesia yang ingin
bekerja di Jepang, memahami cara menghadapi bencana bukan sekadar pengetahuan
tambahan, tetapi bagian penting dari persiapan hidup di sana.
Pada 2 November 2026, Agensi Penanganan Bencana Jepang atau
National Disaster Management Agency resmi diluncurkan. Bersamaan dengan itu,
pemerintah Jepang mengeluarkan imbauan agar masyarakat lebih serius
mempersiapkan diri menghadapi bencana alam.
Nah, yang jadi pertanyaan, ini efeknya untuk WNI yang mau ke
Jepang bagaimana? Untuk memastikan kamu paham soal kebutuhan pengamanan bencana
di Jepang, yuk baca bahasannya di sini!
Mengapa Jepang Memperkuat Penanganan Bencana?
Jepang sebenarnya sudah memiliki sistem penanganan bencana
yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah. Namun, risiko gempa besar,
tsunami, topan, dan hujan ekstrem membuat pemerintah merasa perlu memperkuat koordinasi
serta kesiapan menghadapi keadaan darurat.
Salah satu ancaman yang menjadi perhatian adalah potensi
gempa besar di Palung Nankai dan wilayah metropolitan Tokyo. Bencana berskala
besar dapat merusak infrastruktur, mengganggu transportasi, dan membuat banyak
orang membutuhkan bantuan dalam waktu bersamaan.
Karena itu, Agensi Penanganan Bencana Jepang dibentuk untuk
memperkuat koordinasi pemerintah, mulai dari persiapan sebelum bencana hingga
penanganan darurat dan pemulihan. Pembentukan badan ini bukan berarti Jepang
memperkirakan bencana besar akan segera terjadi, melainkan ingin lebih siap
jika bencana datang.
Ada Imbauan Baru untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan
![]() |
| Gambaran perabot yang tidak aman dan menjadi himbauan pihak agensi Jepang baru ini. Kredit Gambar: Postingan Elm Streethouse/Facebook |
Pada hari peluncuran badan tersebut, pemerintah Jepang
meminta masyarakat melakukan beberapa langkah pencegahan. Warga dianjurkan
menyiapkan persediaan makanan dan air untuk minimal tiga hari, idealnya satu
minggu, mengamankan furnitur agar tidak mudah roboh, serta memeriksa lokasi dan
jalur evakuasi terdekat.
Pemerintah juga meminta kementerian, lembaga, dan pemerintah
daerah memperkuat kesiapan masing-masing. Perhatian diberikan pada kondisi
tempat pengungsian, kebutuhan dasar korban, serta penanganan orang yang
kesulitan pulang ketika transportasi terganggu.
Imbauan ini penting dipahami calon pekerja Indonesia. Namun,
ini merupakan imbauan kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat, bukan pengumuman
tentang persyaratan imigrasi baru khusus untuk WNI.
Apa yang Perlu Disiapkan WNI Sebelum Kerja ke Jepang?
Bagi calon pekerja Indonesia, memahami risiko bencana Jepang
dapat membantu mengurangi kepanikan ketika keadaan darurat benar-benar terjadi.
Ikuti 3 tahapan ini biar kamu gak bingung soal pengarahan pengamanan bencana di
Jepang:
·
Pertama, cari tahu lokasi tempat evakuasi di
sekitar tempat tinggal dan tempat kerja. Pelajari juga cara menerima peringatan
bencana serta pahami instruksi dari perusahaan dan pemerintah setempat.
·
Kedua, pahami prosedur evakuasi bencana di
Jepang. Ketika terjadi gempa, lindungi kepala, jauhi benda yang berpotensi
jatuh, dan ikuti arahan resmi setelah guncangan mereda. Jika ada perintah
evakuasi, jangan menunda hanya karena belum melihat kerusakan di sekitar.
·
Ketiga, simpan nomor darurat, dokumen penting,
dan informasi kontak perusahaan. Jika memungkinkan, siapkan kebutuhan dasar
seperti air minum, makanan tahan lama, obat pribadi, senter, dan baterai cadangan
sesuai kebutuhan.
Setelah tiba di Jepang, tanyakan kepada perusahaan atau
pengelola asrama mengenai prosedur darurat. Jangan berasumsi bahwa teman kerja
akan selalu bisa membantu ketika bencana terjadi.
Persiapan Kerja ke Jepang Bukan Hanya Bahasa
![]() |
| Sebelum ke Jepang, ada baiknya belajar cara mengamankan diri dari bencana jika terjadi! Kredit Gambar: /Unsplash |
Belajar bahasa Jepang dan menguasai keterampilan kerja
memang penting. Namun, kesiapan hidup di Jepang juga mencakup pemahaman aturan
keselamatan dan kemampuan merespons keadaan darurat.
Pembentukan badan baru ini menjadi pengingat bahwa bencana
dapat terjadi tanpa bisa dipastikan waktunya. Karena itu, calon pekerja
Indonesia sebaiknya mulai mempelajari informasi kebencanaan sebelum berangkat,
bukan setelah menghadapi situasi darurat.
Jadi, sebelum bekerja di Jepang, persiapkan bukan hanya
kemampuan bahasa dan keterampilan kerja, tetapi juga pengetahuan keselamatan. Hasilnya,
kamu bisa menjalani kehidupan di Jepang dengan lebih mandiri, tenang, dan siap
menghadapi berbagai kemungkinan.
Untuk perisapan lebih matang sebelum kerja di Jepang, ada baiknya ikut pelatihan di LPK Saitama terlebih dahulu. Kamu bisa memastikan dapat arahan dari skill bahasa, ketahanan mental dan disiplin serta fisik. Kalau ikut pelatihan di sini bisa ikut program magang Jepang dari pemerintah yaitu IM Japan!




