Bagaimana Koki Sushi Memilih Seafood di Jepang yang Berkualitas? Yuk, Pelajari Biar Bisa Belanja Lebih Cermat!
![]() |
| Yuk belajar memilih seafood di Jepang dari ahli pembuat sushi di sana! Kredit Gambar: /Unsplash |
Pernahkah kamu merasa
penasaran bagaimana cara koki sushi memilih seafood di Jepang? Bahan makanan
seafood di Jepang memang berkualitas lebih tinggi dibanding Indonesia, nah
terus mereka memilihnya bagaimana?
Jika semua hasil laut
Jepang berkualitas, bukannya malah tinggal beli dan tidak perlu memilih?
Ternyata tidak semudah itu! Itamae atau si koki sushi tetap memilih bahan
dengan meninmbang berbagai aspek seperti: musim, tekstur seafood, kesegaran dan
juga keberlanjutan dari bahan tersebut.
Penasaran gimana penerapan
aspek memilih bahan seafood di Jepang ini? Yuk, pelajari bersama agar kamu bisa
contoh juga kalau mau belanja sea food di Jepang!
Aspek
Musim Ketersediaan Bahan Seafood
Koki sushi
di Jepang memilih bahan berdasarkan musim. Bahan yang dipilih harus pada musim
yang tepat dimana kualitas bahan tersebut optimal dari segi rasa, tekstur dan
kemudahan mendapatkannya.
Contoh saja
saat musim dingin, ikan berlemak tinggi seperti Tuna dan Makarel lebih mudah
didapat. Hasilnya, sushi dengan bahan toro dan hokke, menjadi prioritas para
chef sushi di Jepang pada musim tersebut.
Setiap
musim dapat mengubah cita rasa dan kepribadian dari bahan ikan yang sama.
Contoh saja pada musim semi, ikan salmon memiliki cita rasa lebih manis pada
dagingnya. Sedangkan saat dipanen saat musim panas, ikan salmon rasanya lebih
pekat dan berat.
Tergantung
sajian yang akan dihasilkan koki sushi, pilihan bahan berdasarkan musim ini
memegang peran penting. Jadi tidak aneh jika setiap perubahan musim, Pasar Ikan
Toyosu di Tokyo selalu ganti pilihan seafood yang tersedia. Para pedagang ikan
di situ tahu bahwa chef sushi Jepang pasti mencari bahan yang sesuai musim,
jadi pedagang pasti sudah siap menyediakannya!
Seafood musiman terkadang bisa diakses juga dari supermarket. Selama kamu punya askes mudah dan ada opsi di supermarket, silahkan incar bahan seafood musiman tersebut!
Seni
Memilih Bahan Sushi dari Tekstur dan Kandungan Lemak
![]() |
| Ikan yang bagus dapat terlihat dari tekstur daging dan kandungan strip lemak dalam dagingnya. Kredit Gambar: /Unsplash |
Hal lain
yang menjadi aspek penting dalam seni
memilih bahan olahan sushi adalah melihat tekstur dan kandungan lemak pada
ikan. Koki sushi memilih ikan berdasarkan keseimbangan tekstur dengan kandungan
lemak di ikan tersebtu.
Kandungan lemak pada
ikan mempengaruhi tekstur dan kenikmati bahan sushi tersebut. Para koki
biasanya lebih perhatian untuk jenis ikan seperti tuna, saba dan salmon untuk
pentingnya tekstur tersebut.
Ikan dengan lemak
sedikit seperti aji (sejenis ikan makarel Jepang), pengelolaannya akan berbeda
dengan ikan dengan banyak lema seperti tuna. Ikan dengan lemak banyak akan
dikombinasikan dengan nasi yang lebih padat. Sedangkan ikan dengan lemak lebih
sedikit akan dikombinasi dengan nasi yang ditambah bumbu dan saus tertentu.
Penampilan Seafood dan Juga Kesegarannya
Sebelum bisa
mendapatkan sertifikasi sebagai chef sushi berkualitas di Jepang, para koki di
sana ikut tes terlebih dahulu. Tes ini menimbang skill chef Jepang dalam
memilih ikan sushi.
Apakah mereka bisa
bedakan kualitas bahan sushi yang masih bagus, sudah tidak fresh ataupun yang
masih bisa diolah jadi jenis sushi lain? Semua pertimbangan ini sudah menjadi
dasar untuk jadi koki sushi.
Cara koki sushi
memilih seafood di Jepang dari segi kesegaran adalah melalui tampilan luar,
aroma dan bagaimana menolah bahan tesebut. Untuk menjaga kesegaran bahan, koki
sushi sering menyimpan ikan hidup sebagai bahan. Jadi saat daging ikan diolah,
kesegarannya pasti terjaga.
Di sisi lain, koki
tidak mungkin menyimpan banyak hewan hidup di restoran. Maka dari itu, chef
tetap harus memiliki kemampuan menilai kesegaran saat beli di pasar ikan.
Pertimbangan kesegaran
yang dilakukan chef jika berkunjung ke pasar ikan antara lain:
·
Mencium
aroma daging ikan. Jika terlalu amis, kualitas ikan tersebut sudah tidak bagus.
·
Ikan yang
disimpan pada es harus masih kaku. Jika sudah lemas, itu artinya proses
pembekuan ikan yang dilakukan nelayan tidak sempurna.
·
Mata ikan
tidak boleh menguning atau memerah. Tampilannya harus masih putih dengan
sedikit cacat. Tampilan mata ikan segar pasti selalu jernih juga!
·
Tampilan
luar ikan yang segar masih menkilat. Ini artinya sisik masih menjaga kelembaban
dari waktu penangkapan. Jika sudah mulai terlihat kusam, ini artinya ikan sudah
lama dipajang.
·
Untuk ikan
dengan daging kualitas tinggi seperti salmon dan tuna, pertimbangan tampilan
warna daging juga penting. Daging harus terlihat warna merah gelap untuk tuna.
Sedangkan salmon dinilai segar jika tampak lembut dan sedikit transparan
dagingnya.
Walaupun tahu cara
indentifikasi di atas, tidak semua koki chef dapat melakukan pemilahan ini
dengan cermat. Terutama dalam identifikasi dengan aroma ataupun warna daging
ikannya.
Pertimbangan
Keberlanjutan dan Penggunaan Bahan Makanan Secara Etis
![]() |
| Seafood yang bagus terkadang harus ditangkap sendiri, tapi perhatikan keberlanjutan ekosistemnya! Kredit Gambar: /Unsplash |
Koki sushi di Jepang
sekarang sudah mulai memperhitungkan keberlanjutan untuk bahan makanan seafood.
Walaupun di Jepang banyak ikan yang bisa dibuat seafood enak, pemancingan dan
penggunaannya sebagai bahan makanan harus dipertimbangkan.
Jika terlalu banyak
digunakan sebagai bahan makanan tanpa mempertimbangkan ekosistem, bisa jadi
bahan tersebut jadi langka. Kejadian ini sudah terjadi pada belut Jepang atau
unagi. Akibat terlalu banyak dikonsumsi warga Jepang, sekarang bahan belut
tersebut makin langka dan mahal harganya.
Untuk menghindari kejadian
seperti unagi tersebut, setiap bahan seafood untuk sushi juga pertimbangkan
aspek ini. Biasanya para koki sushi di Jepang membuat rotasi menu agar tidak
terlalu banyak menggunakan satu bahan seafood hingga jadi langka.
Sushi
Adalah Hidangan yang Mengutamakan Kualitas Bahan
Bagi para
koki sushi, mencari bahan yang terbaik jauh lebih penting dibanding mendapatkan
banyak bahan dengan harga murah. Sudah menjadi kebiasaan restoran sushi harus
keluar uang banyak hanya demi menang lelang kualitas seafood terbaik di pasar
ikan.
Nah, untuk
menentukan kualitas yang baik, koki sushi di Jepang pasti turun tangan surey.
Mereka mencoba sendiri menggunakan bahan untuk hidangan dan mencicipi-nya. Jika
cita rasa yang didapat sudah sesuai, mereka baru pesan. Kebiasaan beli sampel
ikan terlebih dahulu sudah umum dilakukan para chef sushi Jepang ini!
Para chef
bahkan tidak segan impor bahan seafood dari negara lain jika memang dapatkan
kualitas yang diinginkan. Partner import para koki sushi di Jepang contohnya
adalah Indonesia tentunya!
Dari
bahasan di atas, kamu bisa melihat berbagai hal
penting dalam memilih seafood untuk sushi. Selama kamu mengikuti cara yang
sudah dijelaskan di atas, kamu bisa mendapatkan bahan seafood berkualitas juga
di Jepang.
Bagi yang magang di Jepang, ada kalanya kamu harus beli bahan makanan dan masak sendiri. Menggunakan pengetahuan di atas ini, kamu sekarang lebih bisa beli bahan seafood berkualtias juga. Mudah-mudahan info cara koki sushi memilih seafood di Jepang ini berguna bagi kamu sekalian!





