Tahun Pembelajaran Baru Mengangkat Penjualan Tas Sekolah Jepang Lebih Awal, Gimana Situasinya?

 

Penjualan tas sekolah Jepang mencapai puncak lebih awal kali ini, apakah karena tahun pembelajaran baru?
Kredit Gambar: Wikipedia

Musim belanja tas sekolah Jepang datang lebih awal pada tahun 2026 ini. Banyak yang prediksi kalau siswa kelas satu yang akan masuk pada musim semi tahun 2027, sudah beli perlengkapan tas mulai bulan ini.

Banyak department store dan supermarket Jepang kedatangan banyak anak-anak yang belum seharusnya ikut sekolah tahun ini, tapi mereka sudah mulai belanja. Apa yang menyebabkan banyak anak-anak belaja lebih awal demi persiapan masuk sekolah 2027?

Belanja Lebih Awal Menjadi Trend Terbaru

Tampilan anak-anak Jepang memilih tas sekolah di toko.
Kredit Gambar: Timothy Takemoto/Flickr

Hal yang menyebabkan banyak anak membeli tas sekolah Jepang lebih awal adalah popularitasnya. Para anak ingin memilih barang lebih awal sebelum memulai kelas mereka. Mereka ingin punya dan tampil modis dulu lebih awal.

Model tas sekolah Jepang atau randoseru memang terkenal. Tas kokoh yang dirancang untuk bertahan selama enam tahun masa sekolah dasar. Daya tahan ini menunjukan kualitas dan juga yang membuat tas ini populer banyak dicari.

Hal lain yang membuat banyak orang cari lebih awal adalah model yang tahun ini keluar sangat terkenal. Biasanya, pencarian randoseru dimulai sejak April tahun sebelumnya dan mencapai puncaknya pada bulan Mei, ketika banyak orang tua dan kakek-nenek berlomba mendapatkan model populer. Penurunan jumlah anak di Jepang membuat mereka memiliki lebih banyak dana untuk dibelanjakan per anak.

Seiring waktu, orang tua dan kakek-nenek semakin aktif dalam tren pembelian awal yang dikenal sebagai “ran-katsu”, gabungan dari kata randoseru dan katsudo (aktivitas), yang merujuk pada proses mencari tas sekolah tersebut.

Harga Tas Sekolah Jepang Terus Naik Tiap Tahunnya

Contoh tampilan tas sekolah Jepang di range harga medium dan premium.
Kredit Gambar: Wikipedia

Department store Shinjuku Takashimaya di Tokyo membuka area khusus randoseru pada pertengahan Maret, dengan harga rata-rata sekitar 76.500 yen. Harga ini sudah lebih mahal daripada 15 tahun lalu. Tas sekolah jepang kabarnya sudah naik 1,7 kali lipat dalam waktu kurang dari sepuluh tahun.

Harga lebih tinggi bisa ditemukan kalau kamu cari yang versi premium. contoh saja merek terkenal seperti Polo Ralph Lauren dijual seharga 110.000 yen. Seorang wanita berusia 40-an yang tinggal di Tokyo bagian barat mengatakan anak perempuannya menyukai tas tersebut, dan ia berencana meminta nenek sang anak untuk membelikannya saat libur Golden Week mendatang.

Menurut asosiasi industri tas sekolah, harga rata-rata untuk siswa yang masuk pada musim semi 2025 naik menjadi 60.746 yen, dari 35.400 yen 15 tahun lalu. Dalam 54,4 persen kasus, pembelian dan kegiatan belanja dilakukan oleh kakek-nenek.

Kenaikan biaya bahan dan tenaga kerja turut mendorong harga naik, sementara konsumen juga cenderung memilih model dengan fitur tinggi, seperti tali bahu empuk untuk mengurangi beban dari barang berat seperti tablet. Randoseru biasanya memiliki berat 1 hingga 2 kilogram, belum termasuk buku dan perlengkapan sekolah lainnya.

Banyak produk menggunakan bahan kulit dan dibuat dengan teliti oleh pengrajin untuk meningkatkan daya tahan. Seiring waktu, randoseru kini hadir dalam berbagai warna dan desain, tidak lagi terbatas pada warna tradisional hitam untuk laki-laki dan merah untuk perempuan.

Tampilan rak berisi tas sekolah Jepang dalam range harga hemat di toko swalayan.
Kredit Gambar: Wikipedia

Pilihan yang lebih terjangkau juga mulai diminati. Produsen perlengkapan outdoor Montbell meluncurkan tas sekolah berbahan nilon ringan pada tahun 2022 dengan harga 16.000 yen. Perusahaan yang berbasis di Osaka ini menyatakan bahwa penjualan model berkapasitas 14 liter tersebut terus meningkat setiap tahun.

Tas Sekolah Jepang Masih Mahal Tapi Terus Dicari Tiap Tahunnya

Walaupun semakin mahal tiap tahunnya, demand akan tas sekolah Jepang ini terus naik. Versi budget juga terus laku dan dikeluarkan terus oleh banyak perusahaan. Ini bukti bahwa tas sekolah ini adalah simbol penting bagi anak yang memasuki era sekolah dan bukan sekedar barang fasion!

NLI Research Institute menyebut pasar ini mencapai puncaknya pada 2023, dan pada tahun lalu nilainya mencapai 54,5 miliar yen, turun 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini berhubungan dengan penurunan jumlah konsumen karena jumlah anak di Jepang yang menyusut.

Naoko Kuga sebagai peneliti senior lembaga pengamatan pasar barang anak mengatakan Meski harga terus naik, akan sulit untuk mengimbangi penurunan populasi. Kedepannya pasar akan menyusut jika jumlah anak masih dalam trend penurunan seperti sekarang.

Walaupun secara jumlah pasar menyusut, trend mencari dan belanja keperluan sekolah akan terus ada. Tas sekolah Jepang yang menjadi simbol era baru anak-anak Jepang dipastikan akan tetap laku!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru