Yuk, Kenali 5 Kebiasaan Orang Jepang yang Unik dengan Faktanya di Lapangan!

 

Kebiasaan orang Jepang yang unik ada banyak, tapi tidak semuanya dipraktekan dalam keseharian.
Kredit Gambar: Stefano Bucciarelli/Unsplash

Pernah gak kamu melihat konten yang bilang kebiasaan orang Jepang itu unik banget dan berbeda dari negara lain? Sekilas memang terlihat menarik. Sayangnya, info kebiasaan tersebut terkadang kurang dibahas lebih dalam sehingga sebabkan salah paham.

Bisa kamu bayangkan seorang WNI antusias ikut serta dalam kebiasaan orang Jepang yang unik, tapi hanya berbasis info sosial media. Akhirnya saat orang Indonesia yang melakukan kebiasaan tersebut malah jadi terlihat kurang cocok di mata orang Jepang!

Biar gak salah mencoba keunikan budaya Jepang, ada baiknya belajar lebih dalam soal itu. Pada kesempatan ini, mari belajar 4 kebiasaan orang Jepang yang unik tapi sering buat salah paham!

1. Uchimizu, Tradisi yang Populer Tapi Makin Jarang Sekarang

Tradisi uchimizu yang dulunya umum dilakukan sekarang bergeser jadi sebagai simbolis atau ceremonial.
Kredit Gambar: Wikipedia

Menyiram jalan di depan rumah atau dikenal sebagai uchimizu. Kebiasaan ini sudah jadi tradisi dari dulu dan memang bagian dari keunikan budaya Jepang. Tujuannya untuk mengurangi panas dan debu saat musim panas.

Namun, sekarang kebiasaan ini tidak dilakukan setiap hari oleh semua orang. Kenapa? Karena kondisi hidup orang-orang modern berbeda. Menyiram jalan di era Jepang kuno memang penting saat jalanan masih banyak tanah dan mudah berdebu. Sekarang, kondisi jalan sudah aspal dan tidak lagi seperti itu.

Dari segi pengurangan panas, pemerintah sudah sediakan springkler di area jalanan juga. Akihrnya, kebiasaan uchimizu beralih fungsi. Sekarang uchimizu lebih sering muncul sebagai kegiatan komunitas atau simbol budaya.

2. Kebiasan Nomikai, Tidak Lagi “Wajib” Seperti Era Dulu

Kebiasaan minum-minum setelah kerja masih ada sampai sekarang, hanya saja tidak lagi wajib.
Kredit Gambar: Wikipedia

Kebiasaan orang Jepang lain yang unik adalah nomikai. Nomikai adalah kebiasaan makan dan minum bersama setelah kerja. Dulu, ini cukup umum dan bahkan terasa seperti kewajiban. Kalau kamu anak baru perusahaan, pasti diajak ini dan bahkan bisa dikucilkan kalau gak ikut di era 2000-an.

Namun, sekarang mulai berubah. Banyak karyawan, terutama generasi muda, memilih untuk tidak ikut nomikai dan lebih menjaga waktu pribadi. Kalau mengenal Jepang lebih dekat, kamu sadar kalau kabar bahwa WNI dipaksa minum sama rekan kerja tidak berlaku lagi sekarang!

Sekarang nomikai masih ada tapi biasanya banyak berubah menjadi nongkrong sambil ngobrol. Minumannya tidak harus alkohol seperti dulu yang penting makan, ngobrol dan saling sosialisasi.

3. LINE Populer Digunakan, Tapi Bukan Satu-satunya Opsi

Kebiasaan komunikasi pakai LINE memang nyata di Jepang. Aplikasi LINE sangat populer di Jepang dan banyak orang menggunakannya untuk komunikasi sehari-hari. Istilahnya sama seperti WhatsApp di Indonesia!

Namun, untuk urusan kerja formal, email masih sering digunakan. Beberapa perusahaan juga memakai platform lain seperti Slack atau Microsoft Teams. Jadi, harus kamu pahami kalau LINE lebih ditujukan untuk komunikasi non-formal. Kalau soal urusan pemerintahan, bisnis dan kerja, platform komunikasi lain lebih digunakan.

4. Penggunaan Onsen dan Sento, Bergeser Jadi Spot Khusus

Tampilan pemandian sento di era dulu yang fungsinya lebih untuk mandi dan bukan wisata seperti sekarang.
Kredit Gambar: Wikipedia

Keunikan budaya Jepang yang sering dipromosikan adalah penggunaan onsen dan sento untuk mandi. Pemandian umum seperti onsen dan sento masih ada hingga sekarang. Namun, jangan anggap orang Jepang masih punya kebiasaan pakai fasilitas ini secara rutin!

Sekarang, spot onsen dan sento lebih digunakan untuk relaksasi atau yang bosan mandi di rumah. Di Jepang, ada pergeseran penggunaan pemandian umum menjadi tempat spa dan untuk mandi kesehatan. Jadi, berbeda dengan fungsinya dulu yang berupa tempat mandi umum yang digunakan rumah tangga yang bermasalah soal akses air.

5. Kebiasaan Privasi di Media Sosial, Tidak Selalu Sama

Foto gaya maksimal tapi tetap pakai masker, inilah kebiasaan jaga privasi orang Jepang.
Kredit Gambar: Simon Ma/Unsplash

Sebagian orang Jepang memang menjaga privasi saat mengunggah foto. Kamu bisa lihat kebiasaan jaga privasi ini dengan menutupi wajah dengan masker ataupun pakai edit sticker sebelum posting foto.

Walaupun kebiasaan ini menyebar banyak di kalangan orang Jepang, hal ini tidak sepenuhnya menjadi keharusan. Tidak semua orang Jepang melakukan hal ini, ada banyak kok yang biasa aja posting selfie tanpa sensor ataupun masker. Semua ini hanyalah pilihan pribadi setiap individu.

Mengenal Jepang Jangan Setengah-Setengah!

Kalau kamu ingin mengenal Jepang lebih dekat, penting untuk melihat konteks kebudayaan dan kebiasaan mereka. Jangan hanya percaya pada satu sumber atau konten viral. Kebanyakan info yang tersebar hanya stereotype orang Jepang belaka tanpa ada fakta dibaliknya.

Makanya, coba cari informasi dari berbagai sudut. Dengan begitu, kamu bisa memahami Jepang dengan lebih realistis, bukan hanya dari apa yang terlihat di permukaan. Semoga bahasan kebiasaan orang Jepang di sini bisa memberikan perspektif lebih lengkap buat kamu!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru