Yuk, Kenali 5 Kebiasaan Orang Jepang yang Unik dengan Faktanya di Lapangan!
![]() |
| Kebiasaan orang Jepang yang unik ada banyak, tapi tidak semuanya dipraktekan dalam keseharian. Kredit Gambar: /Unsplash |
Pernah gak kamu melihat konten yang bilang kebiasaan orang
Jepang itu unik banget dan berbeda dari negara lain? Sekilas memang terlihat
menarik. Sayangnya, info kebiasaan tersebut terkadang kurang dibahas lebih
dalam sehingga sebabkan salah paham.
Bisa kamu bayangkan seorang WNI antusias ikut serta dalam
kebiasaan orang Jepang yang unik, tapi hanya berbasis info sosial media.
Akhirnya saat orang Indonesia yang melakukan kebiasaan tersebut malah jadi
terlihat kurang cocok di mata orang Jepang!
Biar gak salah mencoba keunikan budaya Jepang, ada baiknya
belajar lebih dalam soal itu. Pada kesempatan ini, mari belajar 4 kebiasaan
orang Jepang yang unik tapi sering buat salah paham!
1. Uchimizu, Tradisi yang Populer Tapi Makin Jarang
Sekarang
![]() |
| Tradisi uchimizu yang dulunya umum dilakukan sekarang bergeser jadi sebagai simbolis atau ceremonial. Kredit Gambar: Wikipedia |
Menyiram jalan di depan rumah atau dikenal sebagai uchimizu.
Kebiasaan ini sudah jadi tradisi dari dulu dan memang bagian dari keunikan
budaya Jepang. Tujuannya untuk mengurangi panas dan debu saat musim panas.
Namun, sekarang kebiasaan ini tidak dilakukan setiap hari
oleh semua orang. Kenapa? Karena kondisi hidup orang-orang modern berbeda.
Menyiram jalan di era Jepang kuno memang penting saat jalanan masih banyak
tanah dan mudah berdebu. Sekarang, kondisi jalan sudah aspal dan tidak lagi
seperti itu.
Dari segi pengurangan panas, pemerintah sudah sediakan
springkler di area jalanan juga. Akihrnya, kebiasaan uchimizu beralih fungsi.
Sekarang uchimizu lebih sering muncul sebagai kegiatan komunitas atau simbol
budaya.
2. Kebiasan Nomikai, Tidak Lagi “Wajib” Seperti Era Dulu
![]() |
| Kebiasaan minum-minum setelah kerja masih ada sampai sekarang, hanya saja tidak lagi wajib. Kredit Gambar: Wikipedia |
Kebiasaan orang Jepang lain yang unik adalah nomikai. Nomikai
adalah kebiasaan makan dan minum bersama setelah kerja. Dulu, ini cukup umum
dan bahkan terasa seperti kewajiban. Kalau kamu anak baru perusahaan, pasti
diajak ini dan bahkan bisa dikucilkan kalau gak ikut di era 2000-an.
Namun, sekarang mulai berubah. Banyak karyawan, terutama
generasi muda, memilih untuk tidak ikut nomikai dan lebih menjaga waktu pribadi. Kalau
mengenal Jepang lebih dekat, kamu sadar kalau kabar bahwa WNI dipaksa minum
sama rekan kerja tidak berlaku lagi sekarang!
Sekarang nomikai masih ada tapi biasanya banyak berubah
menjadi nongkrong sambil ngobrol. Minumannya tidak harus alkohol seperti dulu
yang penting makan, ngobrol dan saling sosialisasi.
3. LINE Populer Digunakan, Tapi Bukan Satu-satunya Opsi
Kebiasaan komunikasi pakai LINE memang nyata di Jepang. Aplikasi
LINE sangat populer di Jepang dan banyak orang menggunakannya untuk komunikasi
sehari-hari. Istilahnya sama seperti WhatsApp di Indonesia!
Namun, untuk urusan kerja formal, email masih sering
digunakan. Beberapa perusahaan juga memakai platform lain seperti Slack atau Microsoft
Teams. Jadi, harus kamu pahami kalau LINE lebih ditujukan untuk komunikasi
non-formal. Kalau soal urusan pemerintahan, bisnis dan kerja, platform
komunikasi lain lebih digunakan.
4. Penggunaan Onsen dan Sento, Bergeser Jadi Spot Khusus
![]() |
| Tampilan pemandian sento di era dulu yang fungsinya lebih untuk mandi dan bukan wisata seperti sekarang. Kredit Gambar: Wikipedia |
Keunikan budaya Jepang yang sering dipromosikan adalah
penggunaan onsen dan sento untuk mandi. Pemandian umum seperti onsen dan sento
masih ada hingga sekarang. Namun, jangan anggap orang Jepang masih punya
kebiasaan pakai fasilitas ini secara rutin!
Sekarang, spot onsen dan sento lebih digunakan untuk
relaksasi atau yang bosan mandi di rumah. Di Jepang, ada pergeseran penggunaan
pemandian umum menjadi tempat spa dan untuk mandi kesehatan. Jadi, berbeda
dengan fungsinya dulu yang berupa tempat mandi umum yang digunakan rumah tangga
yang bermasalah soal akses air.
5. Kebiasaan Privasi di Media Sosial, Tidak Selalu Sama
![]() |
| Foto gaya maksimal tapi tetap pakai masker, inilah kebiasaan jaga privasi orang Jepang. Kredit Gambar: /Unsplash |
Sebagian orang Jepang memang menjaga privasi saat mengunggah
foto. Kamu bisa lihat kebiasaan jaga privasi ini dengan menutupi wajah dengan
masker ataupun pakai edit sticker sebelum posting foto.
Walaupun kebiasaan ini menyebar banyak di kalangan orang
Jepang, hal ini tidak sepenuhnya menjadi keharusan. Tidak semua orang Jepang melakukan
hal ini, ada banyak kok yang biasa aja posting selfie tanpa sensor ataupun
masker. Semua ini hanyalah pilihan pribadi setiap individu.
Mengenal Jepang Jangan Setengah-Setengah!
Kalau kamu ingin mengenal Jepang lebih dekat, penting untuk
melihat konteks kebudayaan dan kebiasaan mereka. Jangan hanya percaya pada satu
sumber atau konten viral. Kebanyakan info yang tersebar hanya stereotype orang
Jepang belaka tanpa ada fakta dibaliknya.
Makanya, coba cari informasi dari berbagai sudut. Dengan
begitu, kamu bisa memahami Jepang dengan lebih realistis, bukan hanya dari apa
yang terlihat di permukaan. Semoga bahasan kebiasaan orang Jepang di sini bisa
memberikan perspektif lebih lengkap buat kamu!






