Bisa Dapat Uang Dari Penyesuaian Pajak Akhir Tahun di Jepang? Para Pekerja WNI di Sana Wajib Tahu!
![]() |
| Penyesuaian pajak akhir tahun di Jepang adalah Nenmatsu Chosei dan sangat menguntungkan! Kredit Gambar: /Unsplash |
Penyesuaian pajak akhir tahun di Jepang merupakan salah satu
hal yang perlu dipahami pekerja asing, termasuk orang Indonesia yang bekerja di
Jepang.
Mungkin selama ini kamu hanya melihat gaji masuk ke rekening
setiap bulan. Namun, pernahkah kamu bertanya kenapa jumlah gaji yang diterima ternyata
lebih kecil dibandingkan gaji kotor yang tercantum di slip gaji?
Salah satu penyebabnya adalah adanya berbagai potongan,
termasuk pajak penghasilan. Nah, di akhir tahun, pajak penghasilan tersebut
akan dihitung kembali oleh perusahaan melalui proses yang disebut Nenmatsu
Chosei atau 年末調整.
Bagi orang yang belum pernah bekerja di Jepang, istilah ini
memang terdengar rumit. Padahal, konsep dasarnya cukup sederhana.
Apa Itu Nenmatsu Chosei?
Secara sederhana, apa itu Nenmatsu Chosei? Nenmatsu Chosei
adalah proses penyesuaian pajak penghasilan yang dilakukan perusahaan pada
akhir tahun. Perusahaan akan membandingkan jumlah pajak yang sudah dipotong
dari gaji selama satu tahun dengan jumlah pajak yang sebenarnya harus dibayar
pekerja.
Kenapa perlu dihitung ulang? Karena pajak yang dipotong dari
gaji setiap bulan pada dasarnya merupakan perhitungan sementara. Setelah satu
tahun berjalan, jumlah penghasilan dan kondisi pekerja bisa diketahui dengan
lebih lengkap.
Misalnya begini. Seorang pekerja menerima gaji setiap bulan
dan dari gajinya dipotong pajak penghasilan. Dalam satu tahun, total pajak yang
sudah dipotong perusahaan ternyata mencapai ¥60.000.
Setelah dilakukan perhitungan akhir, ternyata jumlah pajak
yang sebenarnya harus dibayar hanya ¥50.000. Berarti ada selisih ¥10.000.
Selisih tersebut dapat dikembalikan kepada pekerja melalui proses penyesuaian
pajak.
Sebaliknya, jika pajak yang sudah dipotong hanya ¥50.000
sementara pajak yang sebenarnya harus dibayar ¥60.000, masih ada kekurangan
¥10.000 yang perlu diselesaikan.
Jadi, Nenmatsu Chosei bukan berarti pemerintah Jepang
memberikan bonus kepada pekerja. Ini adalah proses menghitung ulang dan
menyelesaikan selisih pajak agar jumlah pajak yang dibayar sesuai dengan
kewajiban sebenarnya.
Kenapa Jepang Melakukan Penyesuaian Pajak?
Pertanyaan berikutnya, kenapa tidak langsung saja menentukan
jumlah pajak yang harus dibayar sejak awal?
Masalahnya, kondisi penghasilan dan keadaan seseorang bisa
berubah sepanjang tahun. Penghasilan seseorang bisa berbeda. Jumlah anggota
keluarga yang menjadi tanggungan juga bisa berubah. Selain itu, ada berbagai
jenis pengurangan pajak yang dapat memengaruhi perhitungan akhir.
Karena itu, perusahaan melakukan penyesuaian pada akhir
tahun berdasarkan kondisi sebenarnya. Dalam sistem ini, perusahaan yang menjadi
pemberi kerja memiliki kewajiban untuk melakukan pemotongan pajak dari
penghasilan pekerja dan menyelesaikan perhitungan pajak melalui Nenmatsu Chosei
bagi pekerja yang memenuhi persyaratan.
Bisa dibilang, pekerja tidak harus menghitung sendiri
seluruh pajak penghasilan setiap bulan. Perusahaan membantu melakukan proses
tersebut melalui sistem pemotongan pajak dari gaji dan penyesuaian pada akhir
tahun.
Apakah Pekerja WNI di Jepang Bisa Mendapatkannya?
Pekerja WNI di Jepang yang memenuhi persyaratan sebagai
pekerja bergaji juga dapat menjadi bagian dari proses Nenmatsu Chosei. Jadi,
proses ini bukan fasilitas yang hanya diberikan kepada warga negara Jepang.
Secara umum, pekerja yang bekerja sepanjang tahun di
perusahaan atau mulai bekerja di tengah tahun dan tetap bekerja sampai akhir
tahun dapat menjadi objek Nenmatsu Chosei, selama memenuhi persyaratan yang
ditentukan. Salah satu hal penting adalah pekerja telah menyerahkan dokumen
deklarasi tanggungan yang diperlukan kepada perusahaan.
Karena itu, jangan menganggap bahwa menjadi pekerja asing
membuat seseorang tidak bisa mendapatkan penyesuaian pajak.
Hal yang menentukan adalah status dan kondisi perpajakan
pekerja, bukan semata-mata kewarganegaraannya.
Gambaran Sederhana Nenmatsu Chosei
Supaya lebih mudah dibayangkan, anggap saja setiap bulan
kamu membayar uang muka. Misalnya selama 12 bulan perusahaan memotong pajak
penghasilan dari gajimu.
·
Januari: ¥5.000
·
Februari: ¥5.000
·
Maret: ¥5.000
·
Dan seterusnya.
Kalau selama satu tahun totalnya menjadi ¥60.000, angka
tersebut belum tentu sama persis dengan jumlah pajak yang seharusnya kamu
bayarkan.
Di akhir tahun, perusahaan melakukan perhitungan ulang.
Misalnya setelah semua penghasilan dan pengurangan pajak diperhitungkan, kewajiban
pajak sebenarnya adalah ¥52.000.
Kamu sudah membayar ¥60.000 melalui potongan gaji. Berarti
ada kelebihan ¥8.000. Dalam kondisi seperti ini, selisih tersebut dapat
dikembalikan.
Itulah gambaran sederhana bagaimana seseorang bisa merasa
mendapatkan “uang kembali” setelah Nenmatsu Chosei.
Namun, sekali lagi, hasilnya tidak selalu berupa uang
kembali. Jika pajak yang sudah dipotong lebih kecil daripada pajak yang
sebenarnya harus dibayar, hasil penyesuaian bisa berupa tambahan pembayaran.
Apa yang Harus Dilakukan Pekerja Buat Penyesuaian Pajak
Ini?
Lalu, apakah pekerja harus datang sendiri ke kantor pajak
Jepang? Tidak selalu dan kamu harus pahami alasannnya!
Untuk pekerja yang memenuhi syarat dan mengikuti proses
Nenmatsu Chosei melalui perusahaan, proses utamanya biasanya dilakukan melalui
tempat kerja. Perusahaan akan meminta pekerja mengisi atau menyerahkan dokumen
yang diperlukan untuk menghitung pajak tahunan.
Karena itu, ketika menjelang akhir tahun perusahaan mulai
membagikan formulir atau meminta dokumen terkait pajak, jangan langsung
menganggapnya sebagai administrasi biasa. Baca dan isi sesuai kondisi
sebenarnya.
Beberapa dokumen berkaitan dengan status keluarga, pasangan,
tanggungan, penghasilan, asuransi, dan berbagai pengurangan pajak lainnya. Dalam
panduan Nenmatsu Chosei tahun 2026, misalnya, terdapat dokumen terkait
pengurangan dasar, pasangan, tanggungan, asuransi, serta beberapa jenis
pengurangan lainnya.
Kalau perusahaan memiliki bagian HR atau penanggung jawab
pekerja asing, tanyakan dokumen apa yang harus disiapkan dan kapan batas
pengumpulannya.
Bagaimana dengan Keluarga di Indonesia?
Bagian ini cukup menarik bagi pekerja Indonesia. Bagaimana
kalau kamu bekerja di Jepang, tetapi orang tua, pasangan, atau anggota keluarga
yang menjadi tanggungan masih tinggal di Indonesia?
Dalam kondisi tertentu, keluarga yang tinggal di luar Jepang
dapat diperhitungkan dalam pengurangan pajak. Namun, tidak otomatis semua
anggota keluarga yang berada di Indonesia dapat dimasukkan sebagai tanggungan.
Ada persyaratan yang harus dipenuhi.
Untuk anggota keluarga yang tinggal di luar Jepang, antara
lain dapat diperlukan dokumen hubungan keluarga dan dokumen yang membuktikan
pengiriman uang. Aturan juga membedakan persyaratan berdasarkan usia dan
kondisi anggota keluarga tersebut.
Contohnya, untuk anggota keluarga yang tinggal di luar
Jepang dan berusia 30 sampai 69 tahun, terdapat ketentuan khusus agar dapat
menjadi objek pengurangan tertentu. Dalam kondisi tertentu, salah satu
syaratnya adalah adanya pengiriman uang untuk biaya hidup atau pendidikan
dengan jumlah setidaknya ¥380.000 dalam satu tahun.
Karena itu, pekerja yang rutin mengirim uang kepada keluarga
di Indonesia sebaiknya tidak mengabaikan bukti transfer.
Simpan bukti pengiriman uang dan dokumen yang menunjukkan
hubungan keluarga. Dokumen tersebut dapat diperlukan ketika perusahaan
memproses Nenmatsu Chosei.
Jadi, Apa yang Perlu Disiapkan?
Kalau kamu ingin mengikuti proses ini dengan benar, jangan
menunggu sampai hari terakhir.
Simpan dokumen penting sepanjang tahun. Misalnya bukti
transfer kepada keluarga di Indonesia jika memang relevan, dokumen hubungan
keluarga, serta dokumen terkait pembayaran atau asuransi yang mungkin
diperlukan.
Kemudian, ketika perusahaan mulai melakukan Nenmatsu Chosei,
tanyakan dokumen mana yang harus diserahkan.
Perlu diingat, setiap orang memiliki kondisi yang berbeda.
Jadi, jangan asal memasukkan orang tua, saudara, pasangan, atau anggota
keluarga lain sebagai tanggungan hanya karena mereka masih keluarga. Status
tanggungan memiliki persyaratan tersendiri.
Bagaimana Kalau Tidak Mendapat Nenmatsu Chosei?
Tidak semua orang yang bekerja di Jepang otomatis
mendapatkan Nenmatsu Chosei. Misalnya, pekerja yang sudah tidak memenuhi
persyaratan sebagai objek penyesuaian melalui perusahaan dapat memiliki
prosedur perpajakan yang berbeda. Ada pula kondisi ketika seseorang perlu
melakukan Kakutei Shinkoku, yaitu pelaporan pajak secara mandiri.
Dalam situasi tertentu, jika ada perubahan kondisi
tanggungan setelah Nenmatsu Chosei selesai, perhitungan bahkan dapat dilakukan
kembali. Badan Pajak Nasional Jepang menjelaskan bahwa perubahan jumlah anggota
keluarga yang menjadi tanggungan sampai 31 Desember dapat menjadi alasan untuk
melakukan penyesuaian ulang dalam kondisi tertentu.
Karena itu, kalau merasa ada data yang belum dimasukkan,
jangan langsung menganggap uang tersebut sudah hilang. Tanyakan kepada
perusahaan atau pihak yang memahami perpajakan di Jepang mengenai prosedur yang
sesuai dengan kondisi kamu.
Jangan Menganggap Nenmatsu Chosei Sebagai Bonus
Bagi pekerja Indonesia yang baru pertama kali bekerja di
Jepang, mungkin muncul anggapan bahwa akhir tahun akan mendapatkan uang
tambahan dari perusahaan.
Padahal, konsepnya bukan seperti itu. Kalau kamu mendapatkan
uang kembali setelah proses Nenmatsu Chosei, uang tersebut pada dasarnya adalah
selisih pajak yang sebelumnya sudah dipotong tetapi setelah dihitung ulang
ternyata tidak perlu dibayar sebesar itu.
Jadi, semakin besar uang yang dikembalikan bukan berarti
perusahaan memberikan bonus semakin besar. Bisa jadi sebelumnya memang ada
pajak yang dipotong lebih banyak daripada kewajiban pajak sebenarnya.
Kenapa Pekerja Indonesia Perlu Memahaminya?
Bekerja di Jepang bukan hanya soal mengetahui berapa gaji
yang akan diterima. Kamu juga perlu memahami ke mana sebagian penghasilan
tersebut dialokasikan, termasuk pajak, asuransi, dan berbagai potongan lainnya.
Setelah memahami Nenmatsu Chosei, kamu tidak akan bingung
ketika perusahaan meminta mengisi dokumen pajak menjelang akhir tahun.
Kamu juga bisa lebih sadar bahwa dokumen seperti bukti
transfer kepada keluarga di Indonesia bukan sekadar kertas yang harus disimpan.
Dalam kondisi tertentu, dokumen tersebut dapat berkaitan dengan perhitungan
pajak.
Jadi, kalau suatu hari kamu bekerja di Jepang dan perusahaan
mulai membagikan dokumen Nenmatsu Chosei, jangan buru-buru melewatinya.
Pahami, isi dengan benar, siapkan dokumen yang diperlukan,
dan tanyakan kepada perusahaan jika ada bagian yang belum kamu mengerti.
Jika memahami penyesuaian pajak akhir tahun di Jepang berarti memahami salah satu bagian penting dari sistem kerja dan kehidupan finansialmu selama berada di Jepang.
Mau belajar lebih dalam soal aspek yang jarang dibicarakan seperti ini? Mari belajar di LPK Saitama dan ikut program IM Japan! Pelatihan di sini akan beri kamu bekal untuk bisa bekerja di Jepang lebih siap!


